Sabtu, 18 April 2026 WIB
Sabtu, 18 April 2026 WIB

Minim Air dan Angin Kencang, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Tenggayun Raya

Redaksi - Sabtu, 31 Januari 2026 19:12 WIB
Minim Air dan Angin Kencang, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Tenggayun Raya

merantione.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganas di Kecamatan RangsangPesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kali ini, si jago merah melalap sekitar 4 hektar hutan dan lahan di Desa Tenggayun Raya, Jumat (30/1/2026), menjadikannya kebakaran terluas dalam rangkaian karhutla yang terjadi sepanjang akhir Januari ini.

Baca Juga:

Asap pekat sempat membumbung tinggi dari lokasi kebakaran, sementara petugas berjibaku di tengah medan sulit dan cuaca yang tak bersahabat. Api yang cepat merambat membuat aparat harus bekerja ekstra untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, menyebutkan luas lahan yang terbakar di Tenggayun Raya diperkirakan mencapai 4 hektar.

"Perkiraan sementara sekitar 4 hektar hutan dan lahan yang terbakar. Api sempat cukup besar, namun berkat kerja keras tim gabungan akhirnya berhasil dikendalikan," ujar Ardath kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026) sore.

Menurut Ardath, kendala utama dalam proses pemadaman adalah minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Petugas harus menarik selang hingga ratusan meter untuk menjangkau titik api.

"Sumber air cukup jauh dari lokasi, jaraknya bisa mencapai 600 meter. Di lapangan kami menggunakan empat unit mesin ministrike untuk melakukan pemadaman," jelasnya.

Tak hanya itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri. Hembusan angin yang datang tiba-tiba kerap membuat bara api kembali menyala, sehingga petugas harus tetap siaga di lokasi.

"Angin ini yang membuat api bisa hidup lagi kapan saja. Karena itu petugas masih bertahan di lokasi, bahkan sudah masuk dua malam dengan malam ini," tambah Ardath.

Ia mengungkapkan, laporan kebakaran di Desa Tenggayun Raya diterima BPBD Kepulauan Meranti pada Jumat siang (30/1/2026). Usai menerima laporan, pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas instansi serta menyiapkan peralatan sebelum menurunkan tim ke lokasi.

Karhutla di Tenggayun Raya melengkapi rangkaian kebakaran yang sebelumnya terjadi di Kecamatan RangsangPesisir. Sebelumnya, kebakaran lahan menghanguskan sekitar 0,5 hektar di Desa Kedaburapat dan 0,2 hektar di Desa Tanah Merah. Meski api sempat dipadamkan, kemunculan titik api baru kembali memaksa aparat meningkatkan kewaspadaan.

Dalam upaya pemadaman tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kepulauan Meranti, Waka Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat turun langsung ke lapangan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan agar kebakaran tidak kembali muncul.

"Fokus kami bukan hanya memadamkan api, tapi memastikan tidak ada lagi titik panas yang bisa memicu kebakaran susulan," pungkasnya.**

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Karhutla Awal Tahun Jadi Alarm Kewaspadaan di Kepulauan Meranti

Karhutla Awal Tahun Jadi Alarm Kewaspadaan di Kepulauan Meranti

Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Alahair Timur

Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Alahair Timur

Karhutla Mulai Mengintai, Setengah Hektar Lahan di Kedaburapat Hangus Terbakar

Karhutla Mulai Mengintai, Setengah Hektar Lahan di Kedaburapat Hangus Terbakar

Ikan Pari 13,9 Kg Antar Warga Topang Jadi Juara Lomba Memancing HUT Desa Dwi Tunggal

Ikan Pari 13,9 Kg Antar Warga Topang Jadi Juara Lomba Memancing HUT Desa Dwi Tunggal

28 Anak Ikuti Sunatan Massal di Desa Bokor

28 Anak Ikuti Sunatan Massal di Desa Bokor

Desa Bokor Raih Juara 1 Lomba Tiga Pilar Tingkat Polda Riau

Desa Bokor Raih Juara 1 Lomba Tiga Pilar Tingkat Polda Riau

Komentar
Berita Terbaru