Karhutla Mulai Mengintai, Setengah Hektar Lahan di Kedaburapat Hangus Terbakar
Redaksi - Senin, 26 Januari 2026 18:31 WIB
merantione.com - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai terasa di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sekitar setengah hektar lahan di Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, dilaporkan hangus dilalap api, Minggu (25/1/2026).
Kebakaran tersebut memicu respon cepat lintas unsur. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat, serta unsur Pemerintah Desa Kedaburapat dan Pemerintah Kecamatan Rangsang Pesisir turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemadaman.
Meski api utama berhasil dipadamkan, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pada Senin (26/1/2026), petugas kembali turun ke lokasi kebakaran untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
"Setelah apinya benar-benar padam baru kita meninggal lokasi. Namun pemantauan tetap akan dilakukan karena lahan gambut sangat rentan terjadinya kebakaran," ungkapnya.
Ardath menjelaskan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala serius, terutama keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran yang mulai mengering.
"Sekitar 300 meter lah lokasi kebakaran menuju sumber air sehingga agak sedikit menghambat proses pemadaman, namun berkat kesigapan tim di lapangan lahan yang terbakar berhasil dipadamkan," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ardath juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya di wilayah gambut yang rawan terbakar.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekali api menyala di lahan gambut, sangat sulit dikendalikan dan bisa berdampak luas, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat," tegasnya.
BPBD Kepulauan Meranti bersama pemerintah desa dan kecamatan akan terus memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan Karhutla, terutama di daerah rawan. Kolaborasi seluruh unsur dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran berulang serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat Kepulauan Meranti.**
Kebakaran tersebut memicu respon cepat lintas unsur. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat, serta unsur Pemerintah Desa Kedaburapat dan Pemerintah Kecamatan Rangsang Pesisir turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemadaman.
Baca Juga:Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath SIP, menyampaikan bahwa laporan awal kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, tim melakukan koordinasi lintas instansi serta menyiapkan berbagai peralatan pemadaman sebelum diberangkatkan ke lokasi. "Setelah mendapat laporan sekitar pukul 09.00 WIB, kami langsung berkoordinasi dan menyiapkan peralatan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Setelah berjibaku melakukan pemadaman api akhirnya berhasil dipadamkan. Sehingga sorenya kami pulang namun ada 4 anggota yang tetap tinggal dan stanbye di lokasi," ujar Ardath kepada wartawan, Senin (26/1/2026). Dalam upaya pemadaman tersebut, tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya mesin ministrike sebanyak 2 unit, selang 15 roll, nozzel 3 unit, selang hisap 2 unit, 1 unit drone untuk pemantauan udara, serta 5 unit kendaraan roda dua guna menjangkau lokasi yang sulit dilalui.
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Karhutla Awal Tahun Jadi Alarm Kewaspadaan di Kepulauan Meranti
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Alahair Timur
Minim Air dan Angin Kencang, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Tenggayun Raya
Kapolsek Tebingtinggi Barat IPTU Iskandar Bersama Tim Berjibaku Padamkan Karhutla di Tanjung Peranap
Ketua DPW Apkasindo Ajak Seluruh Anggota Berperan Aktif Cegah Karhutla
Apkasindo Siap Bersinergi Cegah dan Tanggulangi Karhutla di Riau
Komentar