Mahasiswa Siak Sulap Air Gambut Jadi Sumber Listrik, Raih Penghargaan Internasional
Redaksi - Sabtu, 30 Mei 2026 08:36 WIB
SIAK -- Air gambut yang selama ini identik dengan lahan basah ternyata menyimpan potensi sebagai sumber energi alternatif. Temuan itu dibuktikan oleh Julis Andreas Wijaya Gea, mahasiswa Universitas Riau asal Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, yang berhasil mengembangkan lampu berbahan dasar air gambut dan mengantarkannya meraih penghargaan internasional.
Andreas memboyong Gold Medal dan Contribution Award dalam ajang Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition (Pi-ENVEX), kompetisi inovasi yang diikuti peserta dari 11 negara.
Penghargaan tersebut diraih melalui riset pemanfaatan air gambut sebagai sumber energi alternatif yang mampu menghasilkan arus listrik untuk kebutuhan penerangan.
Menurut Andreas, gagasan penelitian itu muncul dari kondisi lingkungan di kampung halamannya yang memiliki hamparan lahan gambut luas dengan genangan air gambut yang melimpah.
"Berawal dari studi literatur berbagai jurnal ilmiah, saya menemukan ternyata air gambut memiliki tingkat keasaman (pH) antara 3 hingga 5 dan mengandung elektrolit alami yang berpotensi menghantarkan arus listrik apabila dipadukan dengan jenis logam tertentu," kata Andreas, Jumat, 29 Mei 2026.
Berbekal temuan tersebut, ia bersama tim melanjutkan penelitian menggunakan metode sel volta atau sel elektrokimia. Mereka merakit kompartemen berisi air gambut dengan memanfaatkan lempengan tembaga sebagai katoda dan seng sebagai anoda untuk menghasilkan arus listrik.
Hasilnya, tim berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang dapat menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan memanfaatkan satu liter air gambut.
"Melalui serangkaian pengujian dan pengukuran kestabilan tegangan, tim berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang mampu menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan menggunakan 1 liter air gambut," ujarnya.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Siak Afni Z yang menerima Andreas di Rumah Dinas Bupati Siak pada 25 Mei 2026.
"Tentu kami mengapresiasi dan bangga atas capaian mahasiswa asal Kabupaten Siak yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional melalui karya inovatif berbasis riset dan kepedulian lingkungan," kata Afni.
Menurut dia, keberhasilan Andreas menunjukkan bahwa generasi muda Siak memiliki kapasitas besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan kesiapan membantu Andreas melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Tentu kita sangat mendukung pengembangan riset lanjutan agar inovasi tersebut dapat disempurnakan dan nantinya diaplikasikan secara nyata bagi masyarakat, khususnya untuk membantu penerangan di kawasan pelosok maupun daerah lahan gambut yang belum terjangkau listrik secara maksimal," ujar Afni.
Prestasi itu juga menjadi kebanggaan bagi keluarga Andreas. Ayahnya, Hasan Gea, mengaku bersyukur atas pencapaian putranya yang berhasil membawa nama Kabupaten Siak dan Indonesia ke panggung internasional.
Hasan turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya Bupati Afni, atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pendidikan serta riset yang dijalani anaknya.
Sementara itu, Andreas berharap inovasi lampu berbasis air gambut tidak berhenti pada penghargaan semata. Ia ingin teknologi tersebut terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat dimanfaatkan secara luas.
Menurut dia, teknologi berbasis air gambut berpotensi menjadi solusi energi alternatif yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil serta kawasan gambut yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal.
Andreas memboyong Gold Medal dan Contribution Award dalam ajang Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition (Pi-ENVEX), kompetisi inovasi yang diikuti peserta dari 11 negara.
Penghargaan tersebut diraih melalui riset pemanfaatan air gambut sebagai sumber energi alternatif yang mampu menghasilkan arus listrik untuk kebutuhan penerangan.
Menurut Andreas, gagasan penelitian itu muncul dari kondisi lingkungan di kampung halamannya yang memiliki hamparan lahan gambut luas dengan genangan air gambut yang melimpah.
"Berawal dari studi literatur berbagai jurnal ilmiah, saya menemukan ternyata air gambut memiliki tingkat keasaman (pH) antara 3 hingga 5 dan mengandung elektrolit alami yang berpotensi menghantarkan arus listrik apabila dipadukan dengan jenis logam tertentu," kata Andreas, Jumat, 29 Mei 2026.
Berbekal temuan tersebut, ia bersama tim melanjutkan penelitian menggunakan metode sel volta atau sel elektrokimia. Mereka merakit kompartemen berisi air gambut dengan memanfaatkan lempengan tembaga sebagai katoda dan seng sebagai anoda untuk menghasilkan arus listrik.
Hasilnya, tim berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang dapat menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan memanfaatkan satu liter air gambut.
"Melalui serangkaian pengujian dan pengukuran kestabilan tegangan, tim berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang mampu menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan menggunakan 1 liter air gambut," ujarnya.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Siak Afni Z yang menerima Andreas di Rumah Dinas Bupati Siak pada 25 Mei 2026.
"Tentu kami mengapresiasi dan bangga atas capaian mahasiswa asal Kabupaten Siak yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional melalui karya inovatif berbasis riset dan kepedulian lingkungan," kata Afni.
Menurut dia, keberhasilan Andreas menunjukkan bahwa generasi muda Siak memiliki kapasitas besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan kesiapan membantu Andreas melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Tentu kita sangat mendukung pengembangan riset lanjutan agar inovasi tersebut dapat disempurnakan dan nantinya diaplikasikan secara nyata bagi masyarakat, khususnya untuk membantu penerangan di kawasan pelosok maupun daerah lahan gambut yang belum terjangkau listrik secara maksimal," ujar Afni.
Prestasi itu juga menjadi kebanggaan bagi keluarga Andreas. Ayahnya, Hasan Gea, mengaku bersyukur atas pencapaian putranya yang berhasil membawa nama Kabupaten Siak dan Indonesia ke panggung internasional.
Hasan turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya Bupati Afni, atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pendidikan serta riset yang dijalani anaknya.
Sementara itu, Andreas berharap inovasi lampu berbasis air gambut tidak berhenti pada penghargaan semata. Ia ingin teknologi tersebut terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat dimanfaatkan secara luas.
Menurut dia, teknologi berbasis air gambut berpotensi menjadi solusi energi alternatif yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil serta kawasan gambut yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal.
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
30.786 KPM di Siak Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Bupati Siak Minta Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Santunan Ramadan Rp2,7 Miliar Mengalir di Siak, Dari Guru Ngaji hingga Penggali Kubur
Dukung Program Presiden Prabowo, Wabup Siak Tekankan Peran Penghulu di Desa
Pemkab Siak Dorong UMKM dan Ekraf Manfaatkan Teknologi dan Strategi Pemasaran Digital
Maksimalkan Layanan, Disdukcapil Siak Pindahkan ke MPP
Komentar