Rabu, 22 Juli 2026 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Sinergi dengan Diskan, Tim Unri Lakukan Penelitian Skema Ripekdom di Kepulauan Meranti

Redaksi - Kamis, 16 Juli 2026 10:58 WIB
Sinergi dengan Diskan, Tim Unri Lakukan Penelitian Skema Ripekdom di Kepulauan Meranti

merantione.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan dunia akademik melalui pendampingan kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh tim peneliti Universitas Riau (Unri).

Baca Juga:

Kolaborasi dalam skema Riset Peningkatan Kapasitas Dosen Muda (Ripekdom) tahun 2026 itu merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara Diskan Kepulauan Meranti dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri pada Juli 2024 lalu.

Kerjasama tersebut difokuskan pada penguatan kelembagaan pembudidaya ikan dan nelayan, pelaksanaan kajian ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat pesisir, pengembangan riset dan inovasi di bidang perikanan, serta hilirisasi produk hasil perikanan.

Selain itu, kerjasama tersebut juga mencakup penyediaan kuota beasiswa bagi putra-putri asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang lulus SLTA untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri.

Tim peneliti terdiri dari Asnika Putri Simanjuntak MSi selaku Ketua Peneliti dari Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan, bersama anggota Alltop Amri Ya Habib ST MT dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik, serta Mutiara Fitri SP MSi dari Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau.

Penelitian yang itu mengangkat judul "Hierarki Sosial, Relasi Patron-Klien, dan Ketergantungan Nelayan-Pengepul dalam Penanganan Hasil Tangkapan Ikan".

Tujuannya untuk mengidentifikasi pola hubungan sosial antara nelayan dan pengepul, menganalisis tingkat ketergantungan dalam penanganan hasil tangkapan, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan diawali dengan diskusi bersama dengan Diskan untuk pertukaran informasi, menyamakan persepsi mengenai kondisi sektor perikanan daerah, potensi yang dimiliki, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ahmad Yani SPi MM, menyampaikan bahwa Dinas Perikanan menyambut baik setiap bentuk kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sektor perikanan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

"Kami menyambut baik kehadiran tim peneliti Unri di Kepulauan Meranti. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan penelitian semata, tetapi mampu melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di daerah ini," ujar Yani didampingi Sekretaris Dodi Hamdani, Kamis (16/7/2026), saat pertemuan.

Usai Diskusi, tim peneliti didampingi pihak Diskan melakukan kunjungan lapangan dan berdiskusi langsung dengan nelayan. Salah satunya bersama Rulis alias Tuah untuk menggali informasi mengenai aktivitas penangkapan ikan, pola hubungan antara nelayan dan pengepul, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

Salah satu isu penting yang mengemuka adalah melimpahnya hasil tangkapan ikan lomek pada musim tertentu yang belum diimbangi dengan ketersediaan sarana pengolahan pascapanen yang memadai.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil tangkapan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mengalami pembusukan sehingga mengurangi nilai ekonomi yang diterima nelayan.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti Unri menawarkan solusi melalui penguatan teknologi pascapanen, seperti pemanfaatan oven pengering beserta peralatan pendukung lainnya agar hasil tangkapan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, memiliki daya simpan lebih lama, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Diharapkan inovasi tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus mendukung pengembangan usaha masyarakat pesisir.

Selain itu, tim peneliti juga membuka peluang kerjasama melalui penyusunan proposal yang akan diusulkan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unri, sebagai upaya menghadirkan program pendampingan maupun bantuan bagi pelaku usaha perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak harus bergantung pada APBD semata, melainkan juga dapat diperkuat melalui sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta berbagai sumber pendanaan lainnya.

Lebih lanjut, Kadiskan juga berharap Unri dapat memperluas ruang lingkup penelitian terhadap berbagai potensi perikanan spesifik lokal Kabupaten Kepulauan Meranti. Seperti pengembangan teknologi pembenihan ikan tirus, ikan kurau, pemanfaatan ikan rucah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan budidaya tambak udang, serta kajian budidaya ikan terubuk yang terdapat di perairan Tanjung Gadai dan Kepau Baru.

Menurutnya, saat ini masyarakat pembudidaya di Kampung Kakap telah berhasil membudidayakan ikan Tirus dan ikan Kurau.

Keberhasilan tersebut perlu didukung dengan kajian ilmiah yang komprehensif, khususnya dalam penguasaan teknologi pembenihan sehingga mampu menghasilkan benih ikan tirus dan ikan kurau secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan budidaya di masa mendatang.

Ahmad Yani juga menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah yang masih terbatas menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan sektor perikanan.

Oleh karena itu, Diskan sangat mengharapkan dukungan dari perguruan tinggi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, transfer teknologi, serta akses terhadap berbagai sumber pendanaan penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap penelitian ini tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi mampu berlanjut pada implementasi nyata berupa pengembangan komoditas perikanan lokal, hilirisasi hasil perikanan, serta peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Meranti," harapnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat itu, setidaknya Pemkab (Diskan) berharap mampu mendorong terwujudnya sektor perikanan di Kepulauan Meranti yang maju, berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.

Kepulauan Meranti tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga menjadi pusat pengembangan inovasi perikanan berbasis potensi lokal yang mampu menarik dukungan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan berbagai mitra pembangunan lainnya.

"Kehadiran tim peneliti di daerah ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemda dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi, kajian ilmiah, serta rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan sektor perikanan. Sehingga, hasil-hasil riset dapat benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti," tutupnya.***

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diskan Meranti Gotong Royong Bersihkan Sampah Plastik Dipinggir Pantai

Diskan Meranti Gotong Royong Bersihkan Sampah Plastik Dipinggir Pantai

Berdiskusi dengan Diskanlut Kota Batam, Kadiskan Meranti Gali Peluang Pemasaran Kakap Putih

Berdiskusi dengan Diskanlut Kota Batam, Kadiskan Meranti Gali Peluang Pemasaran Kakap Putih

Diskan Meranti Terus Maksimalkan Sumber Daya Perikanan

Diskan Meranti Terus Maksimalkan Sumber Daya Perikanan

Komentar
Berita Terbaru