Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
Kamis, 29 Oktober 2026 WIB

Polres Kepulauan Meranti Imbau Orangtua dan Keluarga Waspadai Ancaman Pencabulan Anak

Redaksi - Kamis, 29 Oktober 2026 17:37 WIB
Polres Kepulauan Meranti Imbau Orangtua dan Keluarga Waspadai Ancaman Pencabulan Anak
merantione.com - Ancaman kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak bisa terjadi kapan dan dari mana saja.

Baca Juga:
Tidak hanya dari orang tak dikenal, bahkan dari lingkungan terdekat. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Polres Kepulauan Meranti.

Melalui kampanye "Polisi Bersama Masyarakat, Melindungi, Mengayomi dan Melayani", Polres Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan aktif melindungi anak-anak serta kelompok rentan dari ancaman pencabulan atau kekerasan seksual.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika mengetahui atau bahkan menjadi korban?

"Kami meminta masyarakat agar segera dan tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian atau pihak berwenang terdekat jika menemukan terjadinya hal itu. Dengarkan korban, lindungi identitasnya, dan yang paling penting jangan pernah menyalahkan korban," pesan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita SIk, Kamis (29/19/2026).

Polres Kepulauan Meranti, tegasnya, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan bebas dari kekerasan seksual.

Untuk laporan darurat, masyarakat juga bisa langsung menghubungi Layanan Polisi 110 yang siaga 24 jam.

"Mari bersama kita jaga anak-anak kita. Karena melindungi satu anak, berarti menyelamatkan masa depan," ingatnya.


Lebih lanjut, AKBP Gede juga menekankan bahwa pencegahan ancaman pencabulan atau kekerasan seksual harus dimulai dari rumah, baik orangtua maupun keluarga melalui 5 langkah penting ini;

Pertama, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak, tanpa harus mengabaikan privasi dan hak mereka.

Kedua, mengajarkan tentang batasan tubuh dan hak mereka untuk menolak sentuhan yang membuat tidak nyaman.

Ketiga, selalu waspada terhadap orang terdekat. Jangan menganggap seseorang pasti aman hanya karena dikenal atau masih memiliki hubungan keluarga.

Keempat, membangun komunikasi terbuka. Menciptakan suasana di rumah agar anak berani bercerita apapun tanpa takut disalahkan atau dihukum.

Selanjutnya kelima, jangan mengabaikan tanda-tanda kekerasan. Jika ada perubahan perilaku mencurigakan pada anak, segera cari bantuan dan jangan menunda.**

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru