Senin, 25 Mei 2026 WIB
Senin, 25 Mei 2026 WIB

Riau Masih Aman dari Hantavirus

Redaksi - Minggu, 24 Mei 2026 13:56 WIB
Riau Masih Aman dari Hantavirus
PEKANBARU -- Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran Hantavirus di sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Riau memastikan hingga kini belum ditemukan kasus virus tersebut di daerahnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus Hantavirus di kabupaten maupun kota di Provinsi Riau.

"Hingga saat ini belum ada laporan terkait Hantavirus di Riau," kata Zulkifli, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Riau masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait langkah penanganan apabila ditemukan kasus suspek Hantavirus di daerah.

"Virus ini termasuk penyakit menular, sehingga kami masih menunggu surat edaran dari Kementerian Kesehatan mengenai langkah preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang harus dilakukan," ujarnya.

Meski belum ditemukan kasus, Zulkifli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengingat Hantavirus dapat ditularkan melalui tikus dan lingkungan yang terkontaminasi kotorannya.

"Penularannya memang dari tikus. Karena itu masyarakat perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya," kata dia.

Selain itu, masyarakat diminta menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus tipe hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang dilaporkan terjadi di Kapal Pesiar MV Hondius.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Andi Saguni, mengatakan kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang disebabkan strain Seoul Virus.

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional," ujar Andi dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan.

Data Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang periode 2024 hingga 2026 terdapat 256 kasus suspek HFRS di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 23 kasus terkonfirmasi ditemukan di sejumlah daerah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kasus terkonfirmasi paling banyak ditemukan pada 2025 dengan 17 kasus. Adapun pada 2024 hanya tercatat satu kasus, sementara hingga Mei 2026 ditemukan lima kasus terkonfirmasi.

Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dari Darat hingga Selat, Narkoba Digulung Habis dalam Operasi Antik Lancang Kuning

Dari Darat hingga Selat, Narkoba Digulung Habis dalam Operasi Antik Lancang Kuning

Polisi Bongkar Dugaan Perusakan Hutan di Giam Siak Kecil, 10 Kubik Kayu Disita

Polisi Bongkar Dugaan Perusakan Hutan di Giam Siak Kecil, 10 Kubik Kayu Disita

Dari Aduan WA, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Rohil-Dumai, 3 Orang Ditangkap

Dari Aduan WA, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Rohil-Dumai, 3 Orang Ditangkap

Kelabuhi Petugas, Armada Sampah Ilegal di Pekanbaru Nekat Pasang Stiker LPS Palsu

Kelabuhi Petugas, Armada Sampah Ilegal di Pekanbaru Nekat Pasang Stiker LPS Palsu

Empat Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Sempat Kabur ke Aceh dan Sumut

Empat Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Sempat Kabur ke Aceh dan Sumut

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi

Komentar
Berita Terbaru