Warga Desa Bukit Kerikil Yakin Anggota Dewan Bengkalis Terlibat
BENGKALIS - Bantahan keterlibatan Anggota DPRD Bengkalis, Johan Wahyudi menuai protes warga. Keyakinan warga Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis telah dibuktikan dengan melaporkan perbuatannya ke Polda Riau.
Ketua Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI), Desa Bukit Kerikil, Sahat Hutabarat mengatakan keterlibatan wakil rakyat dari Partai Nasdem ini melakukan penipuan dalam pemasangan daya listrik ke rumah warga berdasarkan berupa kwitansi yang ada pada warga.
"Ada bukti johan wahyudi masih terlibat di panitia PLN Bukit Kerikil, di Kwitansi pembayaran warga masih tercantum nomor telepon johan wahyudi dan itu jelas sekali dan nomor tersebut masih aktif," tegas Sahat kepada sejumlah wartawan baru baru ini.
Lanjut sahat, Bukan rasia umum lagi bahwa mengenai keterlibatan johan di panitia itu jelas dan diketahui oleh warga bukit kerikil.
"Kita pun berharap dengan adanya pemasangan listrik ke rumah rumah warga ini seyogjanya bisa lebih mudah, namun kenyataannya kami rakyat kecil di jadikan sapi perah" geram sahat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Johan Wahyudi yang dihubungi secara terpisah membantah menipu warga desa itu. Katanya, setelah dirinya dilantik sebagai wakil rakyat, kepanitaan listrik tidak ada lagi. "Setelah biro masuk, saya tidak ambil pusing lagi. Jadi, saya menipu dalam hal apa?," katanya.
Politisi Partai Nasdem ini menjelaskan, di 2013 lalu masyarakat Desa Bukit Kerikil membentuk panitia listrik. Dirinya terpilih sebagai ketua. "Setelah saya jadi wakil rakyat, saya mengundurkan diri sebagai ketua panitia listrik di akhir 2015," katanya.(red)
Baca Juga:
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini