Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Terduga Pelaku Begal Akhirnya Tewas Usai Dihakimi Massa

- Minggu, 17 Desember 2017 13:19 WIB
Terduga Pelaku Begal Akhirnya Tewas Usai Dihakimi Massa

KAMPAR - Seorang pemuda berusia 20 tahun, yang diduga oleh warga sebagai pelaku begal, akhirnya tewas setelah dihakimi oleh massa pada Sabtu (16/12/2017) kemarin.

Kejadian yang menimpa pria berinisial WF alias Viki, ini bermula ketika petugas ronda di Dusun II Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang tepatnya di jalur II jalan raya Pekanbaru - Bangkinang, melihat seorang pria yang berhenti di dekat semak-semak pada Sabtu (16/12) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kemudian petugas ronda bersama warga mendatangi pemuda tersebut. Saat ditanyakan mengapa dia berada di semak itu, dia menjawab sedang menunggu teman namun dengan gelagat yang mencurigakan.

Karena sudah tersudut dengan berbagai pertanyaan yang ditanyakan warga, Viki pun melarikan diri.

Warga langsung mengejarnya. Setelah berhasil diamankan, Viki pun diamuk massa hingga sekujur tubuh mengeluarkan darah. Selain itu sepeda motornya juga dibakar oleh massa.

Beberapa waktu kemudian, mobil dinas PJR Polda Riau yang melintas di dekat lokasi langsung membawa korban ke Polsek Tambang.

Tapi karena kondisi korban yang cukup parah, dia pun dibawa ke Puskesmas Tambang lalu dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau, menggunakan Ambulance Puskesmas Tambang yang dikawal Personil Polsek Tambang.

Karena mengalami luka di bagian  kepala akhirnya korban pun dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, melalui Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan, membenarkan bahwa korban telah dijemput oleh pihak keluarganya.

"Kita telah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, membawa korban ke rumah sakit serta menghubungi pihak keluarganya.

Sekitar pukul 00.30 WIB, korban dijemput dan dibawa oleh pihak keluarganya ke rumah duka di Bangkinang, keluarga korban menolak dilakukan otopsi atas korban dan mrnyampaikan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas.

Selain itu pihak keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan otopsi yang diserahkan kepada pihak Kepolisian.

"Saat ini korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dilakukan proses pemakamannya," tutupnya.[poc]

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Komentar
Berita Terbaru