Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Polri: Tersangka Teroris di Unri Terkait Jaringan JAD

- Senin, 04 Juni 2018 00:03 WIB
Polri: Tersangka Teroris di Unri Terkait Jaringan JAD

JAKARTA - Polri menyebut terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Universitas Riau pada Sabtu (2/6) berkaitan dengan pelaku teroris lainnya. Salah satu peristiwa yang terkait adalah penyerangan oleh Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) beberapa waktu belakangan, termasuk penyerangan Mapolda Riau.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Setyo Wasisto menjelaskan, terduga teroris bernama Muhammad Nur Zamzam (MNZ) alias Jack terkait secara jaringan dengan Batty Bagus Nugraha alias Kholid yang merupakan anggota kelompok JAD yang tewas dalam penangkapan kelompok JAD Bekasi dan JAD Pekalongan pada hari Ahad 13 Mei 2018 di Terminal Pasir Hayam, Cianjur Jawa Barat.

"MNZ juga terkait secara jan'ngan dengan Kholis alias Ibad alias Jundi ditangkap pada 19 januari 2016," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta, Ahad (3/6).

MNZ juga terkait secara jaringan dengan tersangka terorisme Pak Ngah, kelompok teror JAD dalam penyerangan Polda Riau pada Rabu 16 Mei 2018. "Muhammad Nur Zamzam mengakui bahwa sebelum penyerangan polda Riau, Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan untuk dibuatkan bom ke Muhammad Nur Zamzam," kata Setyo menjelaskan.

Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di Universitas Riau pada Sabtu (2/6). Dari penggeledahan dan pengembangan perkara tiga orang ditetapkan sebagai tersangka terorisme. Tiga tersangka tersebut bekerja dalam lingkup perakitan bom.

Adapun tersangka yang diamankan adalah MNZ (33 tahun), RB alias D (34) dan OS alias K (32). Mereka bertiga merupakan mantan mahasiswa Unri.

Menurut keterangan Polri, tiga terduga teroris tersebut akan melakukan diduga penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD. Penggeledahan yang dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu, selain mengamankan sejumlah tersangka, diamankan pula sejumlah bom siap ledak dan bahan peledak.

Sejumlah barang yang diamankan di antaranya bom pipa besi yang sudah jadi sebanyak dua buah, bahan peledak TATP (Triaceton Triperoxide) yang sudah jadi, bahan peledak lain seperti Pupuk KNO3, Sulfur, Gula, Arang. Diamankan pula dua busur panah dan anak panahnya delapan buah, satu senapan angin serta satu granat tangan rakitan.

Baca Juga:

 

Sumber: Republika
 

SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Komentar
Berita Terbaru