Penyeludup di Bengkalis Serang Petugas Bea Cukai
PEKANBARU- Terjadi tindak kekerasan terhadap Eko Wigiyanto selaku Komandan Patroli Kapal BC 15048 saat berusaha menangkap dua kapal KM Tanpa Nama GT 5 yang hendak menyelundupkan arang ke Malaysia, Selasa (22/8/17) sore. Peristiwa tersebut terjadi di Perairan Perairan Tanjung Parit Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.
Karena dicurigai melakukan kegiatan ilegal, kedua kapal yang diketahui milik Yati dengan anak buah kapal masing-masing kapal 4 orang tersebut diperiksa aparat Bea Cukai.
Dilaporkan riauterkini, Saat pemeriksaa tersebut nakhoda dan ABK salah satu kapal melakuka perlawanan. Memukuk Eko Wigiyanto sehingga korban mengalami luka di bagian kening. Selain itu, para penyelundup juga merampas senjata api jenis pistol P3 no. AG.Q.001942 berkaliber 32 beserta amunisi terdiri 12 butir amunisi karet dan 12 butir amunisi tajam.
Merasa nyawanya terancam, korban lantas meloncat ke laut dan akhirnya diselamatkan aparat Bea Cukai lainnya. Sedang 2 unit KM Tanpa Nama beserta seluruh ABK tersebut kabur dan meloloskan diri menuju Malaysia.
Berdasarkan laporan singkat Polres Bengkalis kepada Bidang Humas Polda Riau, tindak penyerangan terhadap Komandan Kapal Patroli Bea Cukai tersebut lantas dilaporkan ke Polres Bengkalis dengan Laporan Polisi nomor : LP/147/VIII/Pol Air/Res - Bks. Dalam laporan tersebut disertakan empat saksi yang merupakan reka bertugas korban saat penyerangan terjadi.(rtc)
Karena dicurigai melakukan kegiatan ilegal, kedua kapal yang diketahui milik Yati dengan anak buah kapal masing-masing kapal 4 orang tersebut diperiksa aparat Bea Cukai.
Dilaporkan riauterkini, Saat pemeriksaa tersebut nakhoda dan ABK salah satu kapal melakuka perlawanan. Memukuk Eko Wigiyanto sehingga korban mengalami luka di bagian kening. Selain itu, para penyelundup juga merampas senjata api jenis pistol P3 no. AG.Q.001942 berkaliber 32 beserta amunisi terdiri 12 butir amunisi karet dan 12 butir amunisi tajam.
Merasa nyawanya terancam, korban lantas meloncat ke laut dan akhirnya diselamatkan aparat Bea Cukai lainnya. Sedang 2 unit KM Tanpa Nama beserta seluruh ABK tersebut kabur dan meloloskan diri menuju Malaysia.
Berdasarkan laporan singkat Polres Bengkalis kepada Bidang Humas Polda Riau, tindak penyerangan terhadap Komandan Kapal Patroli Bea Cukai tersebut lantas dilaporkan ke Polres Bengkalis dengan Laporan Polisi nomor : LP/147/VIII/Pol Air/Res - Bks. Dalam laporan tersebut disertakan empat saksi yang merupakan reka bertugas korban saat penyerangan terjadi.(rtc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar