Diduga Korban Pembacokan, Wanita di Pelalawan Berjalan Bersimbah Darah
BENGKALISONE - Seorang wanita di Kabupaten Pelalawan diduga menjadi korban pembacokan. Hal ini diketahui setelah beredarnya sebuah video di media sosial Facebook, Jumat, 31 Agustus 2018 sore lalu.
Dalam video yang dibagikan akun Facebook (FB) Nopell tersebut tampak seorang wanita bersimbah darah di bagian leher. Diketahui, peristiwa itu terjadi di Desa Tambah Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan.
Terdapat dua video diposting pemilik akun FB itu. Pada video pertama, tampak seorang wanita berbaju merah dan celana levis berjalan sempoyongan di akses jalan kebun kelapa sawit.
Sambil memiringkan kepalanya, darah telah membanjiri pakaiannya yang mengalir dari leher dan hidung. Lantas, tampak beberapa pria menolong dan memapah wanita tersebut naik ke atas sebuah mobil pick up.
Sedangkan pada video kedua, wanita yang sama terlihat di atas troli tempat tidur rumah sakit dengan selang oksigen serta perban di bagian leher. Dua petugas kesehatan menaikannya ke dalam ambulans. Sementara, korban tengah diberi pertolongan pertama dan akan dirujuk ke rumah sakit.
Diketahui dari percakapan di akun FB Nopell, wanita belakangan diketahui bernama belum diketahu Yadina Laia (42) dan tinggal di perusahaan PT Peputra Supra Jaya (PSJ) Desa Tambak Kecamatan Langgam itu diduga dibacok suaminya sendiri hingga mengalami luka parah di lehernya.
Peristiwa pembacokan itu dibenarkan oleh Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, melaui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian. "Kita memback up saja dari Polres. Penanganan kasusnya ada di Polsek Langgam," ungkap Teddy, Senin, 3 September 2018.[roci]
Baca Juga:
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas