Senin, 20 April 2026 WIB
Senin, 20 April 2026 WIB

Perayaan Imlek 2576, Ketua DPRD Meranti Bersama Bupati Asmar Ikut Perang Air

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2025 21:49 WIB
Perayaan Imlek 2576, Ketua DPRD Meranti Bersama Bupati Asmar Ikut Perang Air

MERANTI - Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H Khalid Ali SE mengikuti festival perang air Imlek 2576 Kongzili atau juga dikenal dengan nama Cian Cui di Kota Selatpanjang. Kamis (30/1/2025).

H Khalid Ali hadir bersama Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar. Mereka tampak membaur bersama ribuan masyarakat lainnya yang ikut menyiram dan disiram air.

H Asmar saat membuka Festival Perang Air di Jalan Diponegoro, Selatpanjang mengatakan bahwa Pemda menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Kepulauan Meranti atas partisipasinya dalam memeriahkan festival tersebut.

"Mari kita jalin kekompakan, saling menghargai dan menghormati antar suku, etnis dan budaya guna mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang aman dan damai," katanya.

Festival Perang Air itu merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata yang bekerja sama dengan masyarakat Tionghoa di Kota Selatpanjang.

"Selain sebagai salah satu ikon pariwisata di Kota Sagu, festival ini juga dapat mengangkat, memelihara, melestarikan serta menumbuhkembangkan bentuk tradisi ini ke masyarakat luas," jelasnya.

Terakhir, dia mengajak kepada segenap peserta Festival untuk bersama menghargai serta melestarikan tradisi dan budaya ini sebagai wujud keberagaman masyarakat.

"Mari kita jaga terus situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan festival ini. Tetap patuhi peraturan dan saling menghormati," ingat Asmar.

Turut hadir dalam pembukaan festival itu, Kadis Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, Kabid Humas Polda Kepri sekaligus penggagas cian cui, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Anggota DPRD Meranti, Cun Cun, dan lainnya.

Baca Juga:

Festival Perang Air Diharapkan Mampu Dorong Ekonomi Lokal Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Cuncun, SE, M.Si, menegaskan bahwa Festival Perang Air adalah salah satu program prioritas yang terus ia perjuangkan. Menurutnya, acara ini tidak hanya menawarkan hiburan semata, tetapi juga sebagai strategi untuk mendorong sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, transportasi, dan kuliner di daerah tersebut.

"Festival Perang Air, Carnival Night, dan Festival Lampion bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum besar yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. Peningkatan jumlah wisatawan yang datang berkunjung turut memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah," ujar Cuncun, yang juga merupakan tokoh penting di Kepulauan Meranti.

Lebih lanjut, Cuncun mengungkapkan bahwa festival ini juga menjadi simbol keberagaman budaya di Kepulauan Meranti, yang dihuni oleh masyarakat multi etnis. Menurutnya, festival ini memperlihatkan bahwa perbedaan budaya justru dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat.

"Kepulauan Meranti adalah miniatur Indonesia. Festival ini menjadi wadah bagi semua masyarakat, tanpa memandang latar belakang, untuk saling bergotong royong dalam merayakan kebersamaan. Tradisi dan budaya yang kita lestarikan ini justru menjadi perekat sosial yang memperkuat identitas daerah," ujarnya.

Cuncun berharap agar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus mendukung pengembangan festival ini agar dapat lebih dikenal secara nasional dan internasional. Menurutnya, pengelolaan yang lebih profesional serta promosi yang lebih luas dapat menjadikan Festival Perang Air sebagai ikon wisata unggulan.

"Kami ingin menjadikan rangkaian perayaan Imlek ini sebagai daya tarik wisata utama di Kepulauan Meranti. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan promosi yang lebih gencar, saya yakin festival ini akan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia," tutup Cuncun.

Festival Perang Air (Cian Cui) menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian perayaan Imlek di Selatpanjang. Tradisi khas masyarakat Tionghoa Selatpanjang ini telah berkembang menjadi magnet wisata, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang berpartisipasi dalam perang air yang melambangkan kebersamaan dan kebahagiaan.

Selain itu, Carnival Night juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti parade kostum, tarian tradisional, dan musik, yang semakin memperkaya suasana perayaan. Sementara itu, Festival Lampion juga memberikan simbol harapan dan keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa, yang menjadi daya tarik tersendiri. Ke depan, pengembangan infrastruktur, promosi digital, dan keterlibatan komunitas serta pelaku usaha menjadi faktor kunci agar festival ini terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi ekonomi dan budaya daerah.

Dengan terus mendukung dan mengembangkan festival ini, diharapkan Kepulauan Meranti dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, yang tidak hanya memperkenalkan keberagaman budaya, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian lokal.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
DPRD Meranti Gelar RDP Bahas Tarif Kapal, Hasilnya Kenaikan Ditangguhkan

DPRD Meranti Gelar RDP Bahas Tarif Kapal, Hasilnya Kenaikan Ditangguhkan

Fraksi PDIP DPRD Meranti Desak Penundaan Kenaikan Tarif Kapal

Fraksi PDIP DPRD Meranti Desak Penundaan Kenaikan Tarif Kapal

Komisi II DPRD Meranti dan PUPR Susun Strategi Jemput Anggaran Infrastruktur

Komisi II DPRD Meranti dan PUPR Susun Strategi Jemput Anggaran Infrastruktur

Kolaborasi DPRD dan Dinas Perikanan Bidik Program Nasional untuk Meranti

Kolaborasi DPRD dan Dinas Perikanan Bidik Program Nasional untuk Meranti

Paripurna DPRD Meranti Sahkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026

Paripurna DPRD Meranti Sahkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026

Komisi I DPRD Kepulauan Meranti Bersama BKN Regional XII Riau Bahas Regulasi Tenaga Honorer dan PPPK

Komisi I DPRD Kepulauan Meranti Bersama BKN Regional XII Riau Bahas Regulasi Tenaga Honorer dan PPPK

Komentar
Berita Terbaru