PT SSS Tak Hadir Hearing Terkait Kesepakat hasil Plasma, Masyarakat dan Dewan Kecewa
BENGKALIS - Perwakilan Koperasi Tani Wanna Jaya dan warga Desa Bandar Jaya kecewa tidak hadirnya pihak perusahaan PT. Sinar Sawit Sejahtera(SSS) dalam hearing yang digelar komisi II DPRD Bengkalis, Selasa (31/1) pagi di ruang Paripurna.
Menurut Kuasa Hukum dari Koperasi Tani Wanna Jaya, Rian M Bondar SH, Perusahaan PT. SSS dinilai tidak bertangungjawab kepada masyarakat terkait MoU yang disepakati pada tahun 2007 yang lalu.
"Pada MoU pada tahun 2007 tersebut telah disepakati 40 persen dari hasil lahan Plasma untuk masyarakat," ungkap Rian.
Sejak MoU tersebut disepakati, perkebunan mulai berjalan sejak 2008. Masyarakat seharus 2013 sudah memperoleh hasil dari Plasma.
"Namun sampai hari ini belum ada yang menerima haknya," kata Rian.
Menurut dia, masyarakat yang harus menerima hasil tersebut sebanyak 585 Kepala Keluarga. Mereka merupakan anggota koperasi Tani Wana Jaya.
Tidak hanya, pihak masyarkat, Komisi II DPRD Bengkalis juga kecewa ketidak hadiran pihak perusahaan. Karena pihaknya telah mengundang perusahaan sebelum pertemuan ini.
Namun untuk ke depan dewan akan terus melakukan pembahasan terkait masalah ini. Pada Minggu depan tepatnya hari Rabu kembali akan melakukan pertemuan.
"Dalam pertemuan ke depan kita telah tunjuk Dinas Pertanian sebagai leanding sektor untuk pembahasan masalah ini," ungkap Syahrial Ketua Komisi II DPRD Bengkalis. (Gus)
Menurut Kuasa Hukum dari Koperasi Tani Wanna Jaya, Rian M Bondar SH, Perusahaan PT. SSS dinilai tidak bertangungjawab kepada masyarakat terkait MoU yang disepakati pada tahun 2007 yang lalu.
"Pada MoU pada tahun 2007 tersebut telah disepakati 40 persen dari hasil lahan Plasma untuk masyarakat," ungkap Rian.
Sejak MoU tersebut disepakati, perkebunan mulai berjalan sejak 2008. Masyarakat seharus 2013 sudah memperoleh hasil dari Plasma.
"Namun sampai hari ini belum ada yang menerima haknya," kata Rian.
Menurut dia, masyarakat yang harus menerima hasil tersebut sebanyak 585 Kepala Keluarga. Mereka merupakan anggota koperasi Tani Wana Jaya.
Tidak hanya, pihak masyarkat, Komisi II DPRD Bengkalis juga kecewa ketidak hadiran pihak perusahaan. Karena pihaknya telah mengundang perusahaan sebelum pertemuan ini.
Namun untuk ke depan dewan akan terus melakukan pembahasan terkait masalah ini. Pada Minggu depan tepatnya hari Rabu kembali akan melakukan pertemuan.
"Dalam pertemuan ke depan kita telah tunjuk Dinas Pertanian sebagai leanding sektor untuk pembahasan masalah ini," ungkap Syahrial Ketua Komisi II DPRD Bengkalis. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar