Waspada Virus Nipah, Dinas PKH Riau Perketat Pengawasan dan Sistem Deteksi Dini
Redaksi - Selasa, 03 Maret 2026 06:11 WIB
PEKANBARU -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau (PKH) memperkuat kewaspadaan menyusul terbitnya Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko penyebaran Virus Nipah.
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan langkah antisipatif guna mencegah potensi masuknya virus tersebut ke wilayah Riau.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat persiapan tindak lanjut atas surat edaran tersebut. Rapat melibatkan jajaran administrator, pejabat fungsional madya, Ketua Tim Kerja Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner, Bidang Kesehatan Hewan, Bidang Produksi Peternakan, Bidang Agribisnis Peternakan, hingga UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan.
"Kami tidak ingin lengah. Kewaspadaan harus diperkuat sejak dini, mulai dari penguatan sistem laboratorium hingga pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan. Semua lini harus siap," tegas Mimi, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, rapat internal tersebut juga bertujuan mengidentifikasi titik-titik krusial yang berpotensi menjadi jalur masuk virus, terutama dari pergerakan ternak dan interaksi dengan satwa liar.
"Mitigasi menjadi kunci. Kami memetakan wilayah rawan, memperketat pengawasan di pintu pemasukan ternak, serta meningkatkan kapasitas deteksi dini melalui laboratorium veteriner," jelasnya.
Selain pengawasan teknis, Dinas PKH Riau juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pendekatan One Health. Langkah ini dinilai penting karena Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
"Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kami berkoordinasi dengan instansi kesehatan dan otoritas terkait agar sistem kewaspadaan dini berjalan efektif," tambahnya.
Ia turut mengimbau para peternak agar meningkatkan biosekuriti di kandang, membatasi kontak ternak dengan satwa liar, serta segera melaporkan jika ditemukan gejala penyakit yang tidak biasa.
"Peran peternak sangat penting. Jika ada tanda mencurigakan pada hewan, segera laporkan ke petugas terdekat agar bisa ditangani cepat dan tepat," ujarnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Dinas PKH Riau berharap sistem deteksi dan respons dini terhadap ancaman Virus Nipah dapat berjalan optimal, sehingga kesehatan hewan dan masyarakat tetap terjaga. (MCR)
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan langkah antisipatif guna mencegah potensi masuknya virus tersebut ke wilayah Riau.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat persiapan tindak lanjut atas surat edaran tersebut. Rapat melibatkan jajaran administrator, pejabat fungsional madya, Ketua Tim Kerja Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner, Bidang Kesehatan Hewan, Bidang Produksi Peternakan, Bidang Agribisnis Peternakan, hingga UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan.
"Kami tidak ingin lengah. Kewaspadaan harus diperkuat sejak dini, mulai dari penguatan sistem laboratorium hingga pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan. Semua lini harus siap," tegas Mimi, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, rapat internal tersebut juga bertujuan mengidentifikasi titik-titik krusial yang berpotensi menjadi jalur masuk virus, terutama dari pergerakan ternak dan interaksi dengan satwa liar.
"Mitigasi menjadi kunci. Kami memetakan wilayah rawan, memperketat pengawasan di pintu pemasukan ternak, serta meningkatkan kapasitas deteksi dini melalui laboratorium veteriner," jelasnya.
Selain pengawasan teknis, Dinas PKH Riau juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pendekatan One Health. Langkah ini dinilai penting karena Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
"Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kami berkoordinasi dengan instansi kesehatan dan otoritas terkait agar sistem kewaspadaan dini berjalan efektif," tambahnya.
Ia turut mengimbau para peternak agar meningkatkan biosekuriti di kandang, membatasi kontak ternak dengan satwa liar, serta segera melaporkan jika ditemukan gejala penyakit yang tidak biasa.
"Peran peternak sangat penting. Jika ada tanda mencurigakan pada hewan, segera laporkan ke petugas terdekat agar bisa ditangani cepat dan tepat," ujarnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Dinas PKH Riau berharap sistem deteksi dan respons dini terhadap ancaman Virus Nipah dapat berjalan optimal, sehingga kesehatan hewan dan masyarakat tetap terjaga. (MCR)
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tim Asistensi Polda Riau Tinjau Pos Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Meranti
Penentuan Idulfitri 1447 H, Kemenag Siapkan 117 Titik Pemantauan Hilal, Ini Lokasinya
Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau: Jangan 'Gadaikan' Integritas Demi THR
Jelang Idulfitri, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Riau Aman
Kabareskrim Puji Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
Polda Riau Gagalkan Peredaran 23 Kg Heroin, Tiga Tersangka Ditangkap
Komentar