Tangis Keluarga Pecah Saat Bocah Hilang di Sungai Melibur Ditemukan
Redaksi - Kamis, 28 Mei 2026 18:04 WIB
MERBAU -- Pencarian terhadap Muhammad Herdiansyah, bocah 5 tahun yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Melibur, Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, berakhir duka. Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis (28/5) sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebelum pergi, korban sempat meminta minum dan menunjukkan umpan berupa siput yang ia cari sendiri.
"Korban kemudian pergi dari rumah neneknya dan sejak saat itu tidak lagi terlihat," ujar AKP Jimmy Andre.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga tetap pergi memancing dengan menggunakan kayu lain sebagai pengganti alat pancing. Karena hingga malam hari tak kunjung pulang, keluarga bersama warga mulai melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Pencarian melibatkan sekitar 10 personel kepolisian dan lebih dari 100 warga. Mereka menyisir area pelabuhan hingga perairan Sungai Melibur.
Korban akhirnya ditemukan seorang warga bernama Basri Andriki yang ikut membantu pencarian. Saat itu, Basri menggunakan akar rotan berduri untuk menyisir dasar perairan di sekitar pesisir pelabuhan.
Ketika alat tersebut ditarik, ia merasakan beban berat dari dalam air. Tak lama kemudian muncul pakaian kuning yang dikenali sebagai pakaian terakhir korban.
"Setelah memastikan itu korban, warga langsung membantu proses evakuasi jenazah ke atas pelabuhan," kata Jimmy.
Jenazah korban kemudian diperiksa tim medis dari UPT Puskesmas Teluk Belitung. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi menduga korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Melibur saat berada di area pelabuhan. Dugaan itu diperkuat karena korban diketahui tidak bisa berenang dan ditemukan tidak jauh dari lokasi terakhir ia terlihat.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. (nur)
Baca Juga:Tangis keluarga pecah saat jasad korban dievakuasi dari perairan dekat pelabuhan desa. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Rabu sore setelah pergi memancing di sekitar rumah neneknya di Jalan Nelayan. Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre mengatakan, sebelum hilang korban sempat mendatangi rumah neneknya, Ayang, di kawasan pelabuhan. Peristiwa bermula pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Herdiansyah disebut hendak memancing seperti biasa. Namun, sang nenek sempat melarang dan menyembunyikan alat pancing milik korban agar ia tidak bermain di tepian sungai.
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polsek Merbau Perkuat Ketahanan Pagan Lewat Pendampingan Perternak dan Nelayan
Warga Sialang Pasung Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan, Polisi Beri Pendampingan
Diduga Edarkan Sabu, Pemuda di Rangsang Barat Diciduk Polisi
KUHAP Baru Disosialisasikan, Polres Meranti Pererat Koordinasi PPNS
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas di Merbau Sambangi Peternak Kambing
Kelompok Ikan Mujair di Rangsang Barat Dapat Pendampingan Polisi
Komentar