Sabtu, 02 Mei 2026 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Viral Pengendara Terjaring Operasi Zebra Diminta Bayar Rp1,7 Juta, Oknum Anggota Satlantas Polres Meranti Diperiksa Propam

Pauzi - Selasa, 02 Desember 2025 10:16 WIB
Viral Pengendara Terjaring Operasi Zebra Diminta Bayar Rp1,7 Juta, Oknum Anggota Satlantas Polres Meranti Diperiksa Propam
Kasatlantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Sardianto SE, memberikan edukasi patuh berlalulintas kepada salah seorang pengendara sepeda motor di Selatpanjang.
merantione.com - Setelah viral di media sosial terkait isu salah satu pengendara sepeda motor terjaring Operasi Zebra dan dimintai Rp1,7 juta oleh oknum anggota Satlantas Polres Kepulauan Meranti, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga:
Kejadian itu bermula saat sepasang suami istri yang melintas di persimpangan Jalan Merdeka-Diponegoro, Selatpanjang pada Minggu (30/11/2025).

Tepatnya pada hari terakhir Operasi Zebra Lancang Kuning itu, Yuliana bersama suaminya yang mengendarai sepeda motor dihentikan oleh petugas Satlantas Polres Kepulauan Meranti.

Setelah diberhentikan, ternyata mereka didapati tidak memenuhi kelengkapan berkendara seperti surat kendaraan tertinggal di Bengkalis.

Sepeda yang motor mereka kendarai tidak berpelat nomor polisi di bagian depan, dan kaca spion tidak terpasang, serta tidak membawa beberapa dokumen kelengkapan lainnya.

Meski ia sudah mengenakan helm ganda, pelanggaran administrasi itu membuatnya tetap terjaring terjaring razia.

Dalam kondisi terburu-buru karena perjalanan dari Bengkalis demi menjenguk orang tua yang sedang sakit di Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang, Yuliana mengaku tidak dapat menunjukkan dokumen seperti STNK dan BPKB.

Ia kemudian diarahkan ke kantor Satlantas di Jalan Merdeka untuk diproses lebih lanjut.

Pada unggahan akun Facebook-nya yang sempat viral, Yuliana menyebut dirinya dimintai uang oleh petugas dengan nominal Rp1.700.000. Namun, setelah adanya tawar-menawar antara dirinya dan petugas, karena tidak memiliki uang sebesar yang diminta, ia mengaku akhirnya disetujui untuk membayar Rp1 juta.

Sontak pengakuan tersebut memicu ragam komentar dari netizen. Banyak yang memberikan dukungan kepada Yuliana agar melapor secara resmi, sementara sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran cerita itu dan mendorong agar pihak kepolisian memberikan klarifikasi.

Ketua HMI Meranti Minta Masyarakat Tenang, dan Menyikapi dengan Bijak

Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kepulauan Meranti, Mohd Ilham minta kepada masyarakat agar tenang terlebih dahulu. menurutnya, alangkah baiknya untuk menelusuri hal tersebut dengan baik dan bijak, sehingga hal-hal yang di sebarkan di media sosial tersebut terbukti keabsahannya.

"Kami minta agar masyarakat tetap tenang. Kita harus telusuri terlebih dahulu persoalan tersebut, apakah hal itu benar terjadinya, sehingga tidak menjadi hoax," ujarnya.

Ilham juga meminta kepada Pihak Polres Kepulauan Meranti untuk segera menelusuri hal tersebut, sehingga jika memang ada oknum kepolisian yang bermain agar bisa diberi penindakan tegas, dan minta ditransparansikan agar masyarakat tau dan percaya terhadap integritas kepolisian.

"Kalau memang ini benar terjadi dan dilakukan oleh oknum Polisi Satlantas Polres Kepulauan Meranti, kami minta kepada pemilik akun tersebut untuk melaporkannya, agar ini menjadi pelajaran dan efek jera, sehingga hal yang terjadi tidak terulang lagi, dan meminta agar pihak Satlantas untuk cepat mengklarifikasi hal tersebut sehingga memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat Kepulauan Meranti," ungkapnya.

Anggota Satlantas Diperiksa Propam Polres Meranti

Terhadap persoalan itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Sardianto SE, menegaskan bahwa anggotanya tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Seksi Propam Polres Meranti. Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan yang menilai tindakan anggota itu diduga tidak sesuai dengan prosedur saat menjalankan tugas di lapangan.

"Iya sedang ditangani sama Propam. Setiap laporan yang masuk, baik terkait pelayanan maupun perilaku anggota, merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas dan profesionalitas kinerja kepolisian. Termasuk di satuan lalu lintas yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar AKP Sardianto, saat ditemui pada Senin (1/12/2025) sore, dikantornya di Jalan Merdeka Selatpanjang,

Dijelaskan Sardianto, Propam telah memanggil dan meminta klarifikasi dari anggota yang bersangkutan untuk menggali kronologi serta memastikan apakah benar terjadi pelanggaran atau hanya kesalahpahaman di lapangan.

"Propam akan bekerja secara objektif dan independen, penegakan disiplin internal ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga marwah institusi," ujarnya.

Kasatlantas juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutupi atau menghalangi proses pemeriksaan. Ia memastikan bahwa seluruh anggota Satlantas harus siap dievaluasi dan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dalam pelaksanaan tugas.

"Saya sudah sering mengingatkan seluruh personel agar selalu bertindak sesuai SOP, mengedepankan etika, dan menjaga sikap saat berinteraksi dengan masyarakat," tegas Sardianto.

Lebih lanjut, Kasatlantas itu menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan internal secara berkala, termasuk supervisi lapangan dan penguatan etika pelayanan.

"Pembinaan ini bertujuan memastikan seluruh anggota memahami pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari tindakan yang dapat menimbulkan persepsi negatif, serta meningkatkan sensitivitas terhadap situasi yang berpotensi menjadi perhatian publik," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Propam Polres Kepulauan Meranti mengonfirmasi bahwa anggota tersebut telah dipanggil untuk menjalani klarifikasi dan dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kasi Propam AKP JA Lubis SH MH menegaskan bahwa Propam akan bekerja secara objektif dan independen, penegakan disiplin internal ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga marwah institusi.

"Iya sedang kita tangani dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat jangan ragu untuk memberikan masukan atau melaporkan apabila menemukan tindakan anggota yang dianggap tidak sesuai prosedur," ungkap kepada wartawan.

Ia meyakini bahwa kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat merupakan faktor penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Begitu juga dengan pemeriksaan oleh Propam, dapat menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran agar terus meningkatkan profesionalitas dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polres Kepulauan Meranti.

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mendagri Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri Saat Libur Idulfitri

Mendagri Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri Saat Libur Idulfitri

Imigrasi Selatpanjang Siap Dukung 13 Program Akselerasi Menteri Imipas

Imigrasi Selatpanjang Siap Dukung 13 Program Akselerasi Menteri Imipas

Kodim 0303 Bengkalis Bersama STTP Fasilitasi Instalasi Listrik Gratis Bagi Masyarakat Mandau

Kodim 0303 Bengkalis Bersama STTP Fasilitasi Instalasi Listrik Gratis Bagi Masyarakat Mandau

Satgas TMMD Berhasil Temukan Sumber Air Bersih di Balai Pungut - Pinggir

Satgas TMMD Berhasil Temukan Sumber Air Bersih di Balai Pungut - Pinggir

Tim Wasev Mabesad Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-124 di Wilayah Kodim 0303/Bengkalis

Tim Wasev Mabesad Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-124 di Wilayah Kodim 0303/Bengkalis

Satgas TMMD ke-124 Bersama Warga Goro Rehab MCK di Wilayah Kodim 0303/Bengkalis

Satgas TMMD ke-124 Bersama Warga Goro Rehab MCK di Wilayah Kodim 0303/Bengkalis

Komentar
Berita Terbaru