Pedagang Pasar Ramadan Pekanbaru Diimbau Hindari Penggunaan Bahan Berbahaya
Redaksi - Minggu, 01 Maret 2026 06:04 WIB
PEKANBARU – Para pedagang di Pasar Ramadan 1447 Hijriah di Kota Pekanbaru diimbau untuk tidak menggunakan bahan berbahaya sebagai campuran makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat. Penggunaan zat seperti boraks dan Rhodamin B dalam aneka takjil diminta untuk dihindari karena berisiko terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menegaskan bahwa konsumsi zat berbahaya secara berlebihan dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk kanker.
"Boraks bersifat karsinogenik dan dapat memicu sejumlah penyakit apabila dikonsumsi," ujar Hazli, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan, makanan atau minuman yang mengandung boraks sangat berbahaya bagi tubuh, terutama organ ginjal yang dapat mengalami gangguan akibat paparan zat tersebut.
"Kandungan boraks dapat merusak organ tubuh, khususnya ginjal," jelasnya.
Hazli menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru turut melakukan pengawasan terhadap kemungkinan peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya selama Ramadan.
"Kami membantu melakukan pengawasan terhadap kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual," katanya.
Menurutnya, pihaknya juga bersinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru dalam melakukan pengambilan sampel takjil untuk diuji kandungannya.
"Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Pasar Ramadan, tetapi juga di swalayan serta distributor makanan," tutupnya. (MCR)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menegaskan bahwa konsumsi zat berbahaya secara berlebihan dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk kanker.
"Boraks bersifat karsinogenik dan dapat memicu sejumlah penyakit apabila dikonsumsi," ujar Hazli, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan, makanan atau minuman yang mengandung boraks sangat berbahaya bagi tubuh, terutama organ ginjal yang dapat mengalami gangguan akibat paparan zat tersebut.
"Kandungan boraks dapat merusak organ tubuh, khususnya ginjal," jelasnya.
Hazli menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru turut melakukan pengawasan terhadap kemungkinan peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya selama Ramadan.
"Kami membantu melakukan pengawasan terhadap kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual," katanya.
Menurutnya, pihaknya juga bersinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru dalam melakukan pengambilan sampel takjil untuk diuji kandungannya.
"Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Pasar Ramadan, tetapi juga di swalayan serta distributor makanan," tutupnya. (MCR)
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pamatwil Polda Riau Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Rasbar, Lima Warga Terima Penghargaan
KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Kunjungi BPJN Riau, Pemkab Meranti Minta Perhatian Soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Polda Riau Rotasi Dua Kasat dan Kapolsek di Polres Kepulauan Meranti
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
Jemaah Haji Asal Riau Mulai Pulang ke Tanah Air pada 4 Juni
Komentar