Minggu, 31 Mei 2026 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 WIB

Kalapas Selatpanjang: Tanpa Dukungan Masyarakat, Mantan WBP Rentan Kembali Berulah

Redaksi - Rabu, 28 Januari 2026 10:43 WIB
Kalapas Selatpanjang: Tanpa Dukungan Masyarakat, Mantan WBP Rentan Kembali Berulah
MERANTI -- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang, Yopi Febrianda, Amd.P., S.H., M.H., menyoroti masih kuatnya stigma negatif masyarakat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah bebas menjalani masa hukuman.

Menurut Yopi, tidak sedikit WBP yang sejatinya telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani proses pembinaan di dalam lapas. Namun, penolakan masyarakat kerap membuat mereka kesulitan beradaptasi kembali, bahkan berujung pada tindakan kriminal berulang.

"Kadang-kadang mereka sudah berubah. Tapi karena tidak diterima di tengah masyarakat, akhirnya kembali melakukan kejahatan," ujar Yopi, saat berbincang bersama awak media di Kantor Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Selasa (27/1).

Ia menegaskan bahwa setiap WBP yang keluar dari Lapas Selatpanjang telah melalui proses pembinaan yang terarah, sehingga dipastikan mengalami perubahan positif. Oleh karena itu, peran masyarakat sangat penting dalam menerima kembali mereka sebagai bagian dari lingkungan sosial.

"Tujuan reintegrasi sosial itu bagaimana WBP bisa diterima, diberi peluang kerja, dan tidak terus-menerus dipandang sebagai mantan narapidana," tegasnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Lapas Selatpanjang telah membina berbagai kegiatan usaha yang melibatkan mantan WBP. Bahkan, terdapat unit usaha yang seluruh pekerjanya merupakan mantan narapidana.

"Mereka kita dorong untuk berkreasi, berkebun, beternak, sampai berjualan. Itu salah satu contoh pembinaan yang kami lakukan," jelasnya.

Lebih lanjut, Yopi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 4 hektare di wilayah Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Lahan yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan kantor Lapas Selatpanjang tersebut kini dialihfungsikan menjadi lahan produktif.

"Lahan itu kita manfaatkan untuk sektor peternakan, perkebunan, pertanian, dan perikanan," ungkapnya.

Langkah tersebut sejalan dengan 15 program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya terkait pemanfaatan lahan tidur untuk kegiatan produktif dan pembinaan kemandirian WBP.

"Pokoknya kalau sudah hampir selesai, nanti kita sama-sama ke sana," kata Yopi.

Ia menegaskan, sesuai amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, lembaga pemasyarakatan saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai tempat pengurungan, melainkan sebagai tempat pembinaan.

"Setiap orang yang berbuat jahat pasti memiliki sisi baik. Tugas kami adalah menumbuhkan kebaikan itu," tutup Yopi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kegiatan Kerja di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta. **

Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Fasilitasi Buka Puasa Warga Binaan dengan Keluarga

Lapas Selatpanjang Fasilitasi Buka Puasa Warga Binaan dengan Keluarga

Kalapas Selatpanjang Ajak Warga Binaan Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtib

Kalapas Selatpanjang Ajak Warga Binaan Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtib

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Selatpanjang Gelar Kerja Bakti

Sambut Ramadan 1447 H, Lapas Selatpanjang Gelar Kerja Bakti

Razia Kamar WBP, Lapas Selatpanjang Sita Kartu dan Barang Berpotensi Bahaya

Razia Kamar WBP, Lapas Selatpanjang Sita Kartu dan Barang Berpotensi Bahaya

Komentar
Berita Terbaru