Dipimpin Kapolres, Tim Gabungan Masih Berjibaku Lakukan Pendinginan Karhutla di Desa Tanjung Kedabu
Redaksi - Jumat, 26 Juli 2024 23:22 WIB
MERANTI - Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA dan Fire Rescue PT SRL selama tiga hari belakangan hingga Jumat (26/7/2024) ini berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP, Kurnia Setyawan SH., SIk, tim bersama-sama memadamkan api yang membakar lahan masyarakat tersebut. Bahkan saat proses pemadaman dan pendinginan, AKBP Kurnia juga tak sungkan ikut memikul selang air bersama anggotanya secara gantian.
Upaya petugas dalam melakukan pemadaman pun tidak mudah. Terlebih, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dan semak belukar. Petugas berupaya maksimal untuk memadamkan api dan mengantisipasi kebakaran yang semakin meluas.
Kapolres AKBP Kurnia mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di dua titik yakni Dusun 3 Kampung Api-api dan Jalan Poros Desa Tanjung Kedabu itu dapat dipadamkan tim gabungan. Saat ini, petugas masih melakukan pendinginan agar api tidak kembali membara.
"Saat ini api sudah padam. Namun petugas gabungan terus melakukan pendinginan agar api benar-benar padam mengingat wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Apalagi cuaca cerah dan angin berubah-ubah arah, dikhawatirkan api akan menyala kembali," ungkap AKBP Kurnia.
Kapolres menjelaskan, kebakaran yang terjadi sejak tiga hari lalu itu, hingga Jumat ini telah membakar sekitar 5 hektare lahan masyarakat. Yakni Dusun 3 Kampung api-api lebih kurang 3 hektare, dan Jalan Poros Desa Tanjung Kedabu lebih kurang 2 hektare.
"Petugas akan tetap berada di lokasi sampai proses pendinginan selesai dan dapat dipastikan api sudah benar-benar padam," pungkasnya. **
Dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP, Kurnia Setyawan SH., SIk, tim bersama-sama memadamkan api yang membakar lahan masyarakat tersebut. Bahkan saat proses pemadaman dan pendinginan, AKBP Kurnia juga tak sungkan ikut memikul selang air bersama anggotanya secara gantian.
Upaya petugas dalam melakukan pemadaman pun tidak mudah. Terlebih, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dan semak belukar. Petugas berupaya maksimal untuk memadamkan api dan mengantisipasi kebakaran yang semakin meluas.
Kapolres AKBP Kurnia mengatakan, kebakaran lahan yang terjadi di dua titik yakni Dusun 3 Kampung Api-api dan Jalan Poros Desa Tanjung Kedabu itu dapat dipadamkan tim gabungan. Saat ini, petugas masih melakukan pendinginan agar api tidak kembali membara.
"Saat ini api sudah padam. Namun petugas gabungan terus melakukan pendinginan agar api benar-benar padam mengingat wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Apalagi cuaca cerah dan angin berubah-ubah arah, dikhawatirkan api akan menyala kembali," ungkap AKBP Kurnia.
Kapolres menjelaskan, kebakaran yang terjadi sejak tiga hari lalu itu, hingga Jumat ini telah membakar sekitar 5 hektare lahan masyarakat. Yakni Dusun 3 Kampung api-api lebih kurang 3 hektare, dan Jalan Poros Desa Tanjung Kedabu lebih kurang 2 hektare.
"Petugas akan tetap berada di lokasi sampai proses pendinginan selesai dan dapat dipastikan api sudah benar-benar padam," pungkasnya. **
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Penginapan Selatpanjang, Ini Penjelasan Polisi
Hadapi Super El Nino, Polres Meranti Perkuat Mitigasi Karhutla
Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Program JALUR Hadir di Desa Sokop, Warga Pesisir Terima Bantuan Sosial dan Pendidikan
TIM RAGA Polres Meranti Kenalkan Layanan 110 Saat Patroli Kamtibmas
Peringati Hari Lahir Pancasila, Kapolres Meranti Tekankan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan
Komentar