Jumat, 01 Mei 2026 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Warga Bengkalis Mulai Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

- Minggu, 15 Februari 2015 12:38 WIB
Warga Bengkalis Mulai Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

BENGKALIS -Kondisi cuaca yang ekstrim sejak sebulan terakhir menyebabkan sejumlah masyarakat Kecamatan Bengkalis dan Bantan saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk digunakan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan bahkan untuk memasak.

Baca Juga:


Diakui salah seorang warga Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan, Anuwar, bahwa sudah sepekan terakhir ia mengalami kesulitan untuk mendapatkan air. Bahkan bersama tetangga yang lainnya mereka terpaksa menumpang candi di salah satu rumah warga yang memiliki sumur bor.


"Memang sekarang ini kami sudah mulai susah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan. Beberapa diantara warga disini (Papa,red) pun sudah ada juga yang tidak memiliki kesediaan air untuk kebutuhan dapur," katanya.


"Bahkan untuk kebutuhan memasak, selain untuk minum, masyarakat disini membeli air galon yang harganya 7.000 pergalonnya. Mau tidak mau meskipun kelihatannya murah, tapi bagi masyarakat ini sudah cukup mahal. Apalagi musim kemarau ini cairan getah (karet) kurang bagus dan kurang banyak, ditambah lagi dengan harganya yang rendah, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kesulitan," imbuh Anuwar menjelaskan.


Hal senada juga dirasakan warga Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis, Ayu, kalau ditempat tinggalnya sejak 10 hari terakhir sudah mengalami kesulitan air bersih. Ironisnya sebuah parit yang dialiri dengan air berwarna merah sebagai alternatif masyarakat bila sudah mengalami kekeringan, kini tidak dapat difungsikan.


"Ya dulu parit itu lumayan dalam, tapi sekarang karena dibeton, bawahnya di lantai, jadinya parit yang ada di tepi jalan tempat kami ini dangkal dan tak dapat kami gunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Kalau dulu air yang berasal dari dalam hutan itu dapat kami konsumsi untuk minum, tapi sekarang tidak," terang Ayu.


Yang lebih parahnya lagi, jika terjadi hujan tinggi, luapan air di Desa pemekaran Pematang Duku Timur yang sebelumnya juga desa Pematang Duku ini sangat cepat. Sehingga beberapa rumah warga digenangi air, karena parit yang dangkal dan peredaran air yang tidak baik.


"Kalau hujan lebat ya ada rumah yang terendam banjir. Kalau dah tak hujan macam sekarang ni ya susah mencari sumber air, ini lah yang selalu kami rasakan, bahkan dah setiap tahun macam gini," keluh seorang ibu rumah tangga itu.


Kini, yang diharapkan keduanya, baik itu Anuwar maupun Ayu, adalah adanya perhatian pemerintah terhadap apa yang mereka rasakan saat sekarang ini. Agar kebutuhan air bersih mereka dapat terpenuhi menjelang turunnya hujan yang dinanti-nanti masyarakat.


"Bahkan kalau bisa, jika pemerintah mau membantu menyediakan air bersih, janganlah sampai menunggu masyarakat sudah mengalami sakit kulit seperti tahun kemarin. Kan jadi menambah beban yang berat kalau begitu," harap Anuwar.(Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Babinsa dan BPBD Patroli Karhutla di Tebing Tinggi Barat, Tidak Ditemukan Titik Api

Babinsa dan BPBD Patroli Karhutla di Tebing Tinggi Barat, Tidak Ditemukan Titik Api

Babinsa di Rangsang Barat Perkuat Sinergi dengan Warga, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan

Babinsa di Rangsang Barat Perkuat Sinergi dengan Warga, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi

Dukungan Menguat, 19 Cabor Kompak Usung Hidayat Abdurrahman Pimpin KONI Meranti 2026-2030

Dukungan Menguat, 19 Cabor Kompak Usung Hidayat Abdurrahman Pimpin KONI Meranti 2026-2030

Wabup Muzamil Ingatkan Kecamatan Tebingtinggi adalah Wajah Kabupaten

Wabup Muzamil Ingatkan Kecamatan Tebingtinggi adalah Wajah Kabupaten

Wakil Bupati Meranti Tinjau TPA Gogok, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Daerah

Wakil Bupati Meranti Tinjau TPA Gogok, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Daerah

Komentar
Berita Terbaru