Wakil Ketua Fraksi Golkar Kawal Peremajaan Kabel PLN di Meranti, Soroti Krisis Listrik di Dua Kecamatan
Redaksi - Kamis, 30 April 2026 13:38 WIB
SELATPANJANG -- Kondisi infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi sorotan. Warga Dusun II (RT 06 dan RT 07), Desa Sendanu Darulihsan Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, mengeluhkan jaringan listrik yang tidak layak dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan itu disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat dan PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang, Rabu 29 April 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kepulauan Meranti, H. Hatta, didampingi tenaga ahli DPRD, serta sejumlah tokoh masyarakat. Rombongan diterima Manajer PLN Rayon Selatpanjang, Roni Saputra.
Hatta mengatakan, persoalan utama di wilayah tersebut adalah kondisi kabel listrik yang tidak memadai. Bentangan kabel sepanjang sekitar 4 kilometer dinilai tidak layak untuk melayani sekitar 160 kepala keluarga.
"Ukuran kabel terlalu kecil dengan jangkauan yang panjang, sehingga terjadi penurunan tegangan. Warga tidak bisa menikmati listrik secara normal, bahkan sering padam mendadak," kata Hatta.
Ia juga menyoroti aspek keselamatan. Menurut dia, kondisi kabel yang sudah rusak dan berlubang berpotensi membahayakan warga, terutama di jalan yang kerap tergenang air saat pasang laut atau musim hujan.
"Jangan sampai ada korban akibat tersengat listrik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat," ujarnya.
Selain di Tebing Tinggi Timur, Hatta juga menyinggung persoalan listrik di Kecamatan Rangsang. Ia menyebut pemadaman kerap terjadi saat air laut pasang, yang berdampak pada kerugian ekonomi warga.
"Pedagang, terutama penjual ikan, sering merugi karena listrik mati mendadak sehingga stok mereka rusak," katanya.
Ia menambahkan, di wilayah Tanjung Samak masih terdapat daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, sementara Desa Gemalasari membutuhkan tambahan jaringan sekitar 4 kilometer. Di sisi lain, rumah mesin PLN di Rangsang juga kerap terendam air asin saat pasang, sehingga pasokan listrik harus dihentikan.
Menanggapi hal itu, Manajer PLN Rayon Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya memahami kondisi di lapangan. Ia menyebut sejumlah faktor teknis seperti cuaca, gangguan hewan, dan vegetasi turut memengaruhi keandalan jaringan listrik.
"Seluruh usulan akan kami pelajari kembali untuk melihat kemungkinan masuk dalam skala prioritas," kata Roni.
Ia juga mengungkapkan adanya rencana pengembangan jaringan transmisi pada 2027 yang menghubungkan wilayah Pakning, Bengkalis, hingga Kepulauan Meranti. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala, dengan alokasi saat ini baru sekitar 70 persen dari kebutuhan.
PLN, kata dia, juga meminta dukungan masyarakat untuk menjaga jaringan listrik, termasuk memangkas tanaman yang berpotensi mengganggu kabel.
Sementara itu, Kepala Dusun Beringin, Syahril, bersama tokoh masyarakat berharap PLN segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan peremajaan jaringan.
"Voltase listrik rendah karena jarak trafo terlalu jauh dan kondisi kabel sudah rusak. Kalau ada acara, listrik sering tidak mampu menanggung beban, bahkan mati total," kata Syahril.
Warga juga mengkhawatirkan potensi bahaya seperti kebakaran akibat kondisi kabel yang tidak layak. Mereka berharap adanya penggantian kabel serta penambahan trafo untuk menstabilkan pasokan listrik.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen PLN untuk melakukan survei lapangan dan mempertimbangkan usulan masyarakat dalam daftar prioritas. DPRD Meranti menyatakan akan terus mengawal persoalan ini agar segera mendapat penanganan.
Dengan dorongan dari pemerintah daerah dan masyarakat, perbaikan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut diharapkan dapat segera terealisasi guna mendukung aktivitas ekonomi dan menjamin keselamatan warga. **
Keluhan itu disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat dan PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang, Rabu 29 April 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kepulauan Meranti, H. Hatta, didampingi tenaga ahli DPRD, serta sejumlah tokoh masyarakat. Rombongan diterima Manajer PLN Rayon Selatpanjang, Roni Saputra.
Hatta mengatakan, persoalan utama di wilayah tersebut adalah kondisi kabel listrik yang tidak memadai. Bentangan kabel sepanjang sekitar 4 kilometer dinilai tidak layak untuk melayani sekitar 160 kepala keluarga.
"Ukuran kabel terlalu kecil dengan jangkauan yang panjang, sehingga terjadi penurunan tegangan. Warga tidak bisa menikmati listrik secara normal, bahkan sering padam mendadak," kata Hatta.
Ia juga menyoroti aspek keselamatan. Menurut dia, kondisi kabel yang sudah rusak dan berlubang berpotensi membahayakan warga, terutama di jalan yang kerap tergenang air saat pasang laut atau musim hujan.
"Jangan sampai ada korban akibat tersengat listrik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat," ujarnya.
Selain di Tebing Tinggi Timur, Hatta juga menyinggung persoalan listrik di Kecamatan Rangsang. Ia menyebut pemadaman kerap terjadi saat air laut pasang, yang berdampak pada kerugian ekonomi warga.
"Pedagang, terutama penjual ikan, sering merugi karena listrik mati mendadak sehingga stok mereka rusak," katanya.
Ia menambahkan, di wilayah Tanjung Samak masih terdapat daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, sementara Desa Gemalasari membutuhkan tambahan jaringan sekitar 4 kilometer. Di sisi lain, rumah mesin PLN di Rangsang juga kerap terendam air asin saat pasang, sehingga pasokan listrik harus dihentikan.
Menanggapi hal itu, Manajer PLN Rayon Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya memahami kondisi di lapangan. Ia menyebut sejumlah faktor teknis seperti cuaca, gangguan hewan, dan vegetasi turut memengaruhi keandalan jaringan listrik.
"Seluruh usulan akan kami pelajari kembali untuk melihat kemungkinan masuk dalam skala prioritas," kata Roni.
Ia juga mengungkapkan adanya rencana pengembangan jaringan transmisi pada 2027 yang menghubungkan wilayah Pakning, Bengkalis, hingga Kepulauan Meranti. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala, dengan alokasi saat ini baru sekitar 70 persen dari kebutuhan.
PLN, kata dia, juga meminta dukungan masyarakat untuk menjaga jaringan listrik, termasuk memangkas tanaman yang berpotensi mengganggu kabel.
Sementara itu, Kepala Dusun Beringin, Syahril, bersama tokoh masyarakat berharap PLN segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan peremajaan jaringan.
"Voltase listrik rendah karena jarak trafo terlalu jauh dan kondisi kabel sudah rusak. Kalau ada acara, listrik sering tidak mampu menanggung beban, bahkan mati total," kata Syahril.
Warga juga mengkhawatirkan potensi bahaya seperti kebakaran akibat kondisi kabel yang tidak layak. Mereka berharap adanya penggantian kabel serta penambahan trafo untuk menstabilkan pasokan listrik.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen PLN untuk melakukan survei lapangan dan mempertimbangkan usulan masyarakat dalam daftar prioritas. DPRD Meranti menyatakan akan terus mengawal persoalan ini agar segera mendapat penanganan.
Dengan dorongan dari pemerintah daerah dan masyarakat, perbaikan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut diharapkan dapat segera terealisasi guna mendukung aktivitas ekonomi dan menjamin keselamatan warga. **
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wabup Muzamil Ingatkan Kecamatan Tebingtinggi adalah Wajah Kabupaten
Wakil Bupati Meranti Tinjau TPA Gogok, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Daerah
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komentar