Walikota Dumai Minta Masyarakat Giatkan Goro
DUMAI - Menindaklanjuti bahwa Kota Dumai telah
ditetapkan sebagai Kota Sedang Terbersih di Provinsi Riau, Walikota
Dumai H.Khairul Anwar meminta untuk seluruh masyarakat Kota Dumai dapat
menggiatkan pelaksanaan gotong royong (Goro) di lingkungannya
masing-masing. Mulai dari tingkat RT, Kelurahan dan Kecamatan se-kota
Dumai, dan hendaknya dapat bersatu padu dalam meningkatkan kebersihan
lingkungan.
"Mari bersama-sama kita giatkan kegiatan goro yang dimulai dari lingkungan terkecil yakni tingkat RT, Kelurahan dan Kecamatan se-Kota
Dumai, hal tersebut harus dilakukan demi terwujudnya dan meningkatkannya kebersihan di lingkungan masing-masing guna merebut piala
Adipura tahun 2015," kata H.Khairul Anwar,SH, Jum'at (13/2) kemarin.
Menurut Khairul Anwar, tim Adipura akan turun langsung ke Kota Dumai pada bulan Maret mendatang. Sebelum tim turun, masyarakat Kota Dumai diminta untuk mempersiapkan diri dengan melakukan gotong royong di lingkungan masing-masing.
"Ya, nantinya pada bulan Maret tim Adipura akan turun langsung ke Kota Dumai untuk melakukan penilaian, dan saya optimis kita akan dapat, karena Dumai sudah ada modal dengan nilai 75 ditangan, tapi karena ada perubahan maka kita perlu meningkatkan kebersihan dan penataan kota," tegasnya.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tantangan terhadap isu-isu penting terkait Instrumen Kebijakan Adipura dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan yang dihasilkan dari masukan berbagai pihak yang terkemuka antara lainnya adalah rendahnya kredibilitas dan legitimasi hasil pelaksanaan, hasil penilaian tidak mencerminkan kinerja Kota (sesaat), sustainabilitas kinerja kota rendah, dan ketidaktransparan pelaksanaan dan rendahnya partisipasi publik.
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu adanya Revitalisasi Program Adipura guna mendapatkan Instrumen Kebijakan yang inovatif dan efektif dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan.
Kota Adipura bukan saja Bebas Sampah tapi juga kota Berkelanjtan yang nyaman huni, lieable, smart & green economy. Tahapan pelaksanaan yang jelas dan sistematis sehingga pelaksanaan dapat dengan mudah dilakukan dan dapat dilaksanakan efektif dengan memperhatikan kapasitas dan persoalan yang ada.
Sebagai upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura, kriteria penilaian Kota Adipura akan semakin ditambah. Bukan saja Bebas Sampah dan memiliki Ruang terbuka dan Hijau tapi juga harus bisa menjaga Biodiversity Perkotaan, Udara Bersih, dan Air Bersih (Lingkungan Sehat).
Hal tersebut dilakukan dalam upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura menuju Kota Bersih, Teduh, Sehat dan Berkelanjutan (Liveable, Smart and Green Economy) di tahun 2020.
Selain itu untuk menuju Kota Adipura yang Berkelanjutan dibutuhkan penguatan Kepemimpinan Daerah, Kapasitas Aparat Daerah, Partisipasi Masyarakat dan Peran Dunia Usaha. Semua upaya tersebut dituangkan dalam peta jalan menuju kota berkelanjutan.
Dalam kerangka penguatan peta jalan kota berkelanjutan di tahun 2020, indikator kualitas lingkungan dan sustainabilitas kota akan ditingkatkan yang terdiri dari Bersih, Hijau dan Sehat, dan Ecology Foot Print yang Rendah.
Sebelumnya Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai, Zulfa Indra, mengatakan tim Adipura akan melakukan penilaian ke Kota Dumai. Dan menurutnya Kota Dumai akan meraih piala di bidang kebersihan itu.
"Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kebersihan. Salah satunya dengan meminta partisipasi masyarakat menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat membuat sampah pada tempatnya," katanya. (red)
"Mari bersama-sama kita giatkan kegiatan goro yang dimulai dari lingkungan terkecil yakni tingkat RT, Kelurahan dan Kecamatan se-Kota
Dumai, hal tersebut harus dilakukan demi terwujudnya dan meningkatkannya kebersihan di lingkungan masing-masing guna merebut piala
Adipura tahun 2015," kata H.Khairul Anwar,SH, Jum'at (13/2) kemarin.
Menurut Khairul Anwar, tim Adipura akan turun langsung ke Kota Dumai pada bulan Maret mendatang. Sebelum tim turun, masyarakat Kota Dumai diminta untuk mempersiapkan diri dengan melakukan gotong royong di lingkungan masing-masing.
"Ya, nantinya pada bulan Maret tim Adipura akan turun langsung ke Kota Dumai untuk melakukan penilaian, dan saya optimis kita akan dapat, karena Dumai sudah ada modal dengan nilai 75 ditangan, tapi karena ada perubahan maka kita perlu meningkatkan kebersihan dan penataan kota," tegasnya.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tantangan terhadap isu-isu penting terkait Instrumen Kebijakan Adipura dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan yang dihasilkan dari masukan berbagai pihak yang terkemuka antara lainnya adalah rendahnya kredibilitas dan legitimasi hasil pelaksanaan, hasil penilaian tidak mencerminkan kinerja Kota (sesaat), sustainabilitas kinerja kota rendah, dan ketidaktransparan pelaksanaan dan rendahnya partisipasi publik.
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu adanya Revitalisasi Program Adipura guna mendapatkan Instrumen Kebijakan yang inovatif dan efektif dalam mewujudkan Kota Bersih, Hijau, Sehat dan Berkelanjutan.
Kota Adipura bukan saja Bebas Sampah tapi juga kota Berkelanjtan yang nyaman huni, lieable, smart & green economy. Tahapan pelaksanaan yang jelas dan sistematis sehingga pelaksanaan dapat dengan mudah dilakukan dan dapat dilaksanakan efektif dengan memperhatikan kapasitas dan persoalan yang ada.
Sebagai upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura, kriteria penilaian Kota Adipura akan semakin ditambah. Bukan saja Bebas Sampah dan memiliki Ruang terbuka dan Hijau tapi juga harus bisa menjaga Biodiversity Perkotaan, Udara Bersih, dan Air Bersih (Lingkungan Sehat).
Hal tersebut dilakukan dalam upaya terus menerus untuk merevitalisasi Program Adipura menuju Kota Bersih, Teduh, Sehat dan Berkelanjutan (Liveable, Smart and Green Economy) di tahun 2020.
Selain itu untuk menuju Kota Adipura yang Berkelanjutan dibutuhkan penguatan Kepemimpinan Daerah, Kapasitas Aparat Daerah, Partisipasi Masyarakat dan Peran Dunia Usaha. Semua upaya tersebut dituangkan dalam peta jalan menuju kota berkelanjutan.
Dalam kerangka penguatan peta jalan kota berkelanjutan di tahun 2020, indikator kualitas lingkungan dan sustainabilitas kota akan ditingkatkan yang terdiri dari Bersih, Hijau dan Sehat, dan Ecology Foot Print yang Rendah.
Sebelumnya Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pertamanan (DTKKP) Kota Dumai, Zulfa Indra, mengatakan tim Adipura akan melakukan penilaian ke Kota Dumai. Dan menurutnya Kota Dumai akan meraih piala di bidang kebersihan itu.
"Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kebersihan. Salah satunya dengan meminta partisipasi masyarakat menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat membuat sampah pada tempatnya," katanya. (red)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun
Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran
Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Rutin Sisir Desa Bantar
Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Dirjen Imigrasi Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik
Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali
Komentar