Kesultanan Siak Ikut Bentuk NKRI, Pemerintah Diminta Adil dalam Pembangunan
PEKANBARU - Umat Islam di Nusantara berkontribusi bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga di masa kini, keberadaan wilayah kerajaan Islam seharusnya menjadi perhatian dalam pembangunan.
"Pemerintah seharusnya tidak melupakan sejarah, bahwa di masa penjajahan Belanda, Kesultanan Siak turut berkontribusi besar bagi upaya kemerdekaan bangsa Indonesia," jelas Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Fajriansyah, Kamis (12/2).
Sultan Siak, Sultan Syarif Qasim XII pada waktu itu mendorong penuh kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menjelaskan, komitmen Sultan Siak pada waktu itu ditunjukkan dengan menyumbangkan aset berupa kekayaaan Kerajaan Siak kepada Ir Sukarno yang sedang mengonsolidasikan berdirinya NKRI.
"Seharusnya fakta sejarah ini menjadi perhatian pemerintah pusat, bahwa sedari awal Riau telah memberikan sumbangsih bagi berdirinya RI. Pusat harus memberikan penghormatan atas perhatian besar yang diberikan Kesultanan Siak pada Negara," katanya.
Dosen Universitas Islam Riau ini menambahkan, kontribusi Riau untuk pendapatan negara juga cukup besar. Pada 2013 saja hasil minyak Riau menyumbang Pendapatan Negara sebanyak Rp 257 triliun. Bahkan sejak 2008 sampai sekarang kontribusi Riau dalam produksi minyak skala Nasional mencapai 42,16 persen.
"Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Riau, mengingat peran Riau yang cukup besar sejak era pergerakan kemerdekaan hingga sekarang," urainya.(kpc)
"Pemerintah seharusnya tidak melupakan sejarah, bahwa di masa penjajahan Belanda, Kesultanan Siak turut berkontribusi besar bagi upaya kemerdekaan bangsa Indonesia," jelas Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Fajriansyah, Kamis (12/2).
Sultan Siak, Sultan Syarif Qasim XII pada waktu itu mendorong penuh kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menjelaskan, komitmen Sultan Siak pada waktu itu ditunjukkan dengan menyumbangkan aset berupa kekayaaan Kerajaan Siak kepada Ir Sukarno yang sedang mengonsolidasikan berdirinya NKRI.
"Seharusnya fakta sejarah ini menjadi perhatian pemerintah pusat, bahwa sedari awal Riau telah memberikan sumbangsih bagi berdirinya RI. Pusat harus memberikan penghormatan atas perhatian besar yang diberikan Kesultanan Siak pada Negara," katanya.
Dosen Universitas Islam Riau ini menambahkan, kontribusi Riau untuk pendapatan negara juga cukup besar. Pada 2013 saja hasil minyak Riau menyumbang Pendapatan Negara sebanyak Rp 257 triliun. Bahkan sejak 2008 sampai sekarang kontribusi Riau dalam produksi minyak skala Nasional mencapai 42,16 persen.
"Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Riau, mengingat peran Riau yang cukup besar sejak era pergerakan kemerdekaan hingga sekarang," urainya.(kpc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa dan BPBD Patroli Karhutla di Tebing Tinggi Barat, Tidak Ditemukan Titik Api
Babinsa di Rangsang Barat Perkuat Sinergi dengan Warga, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi
Dukungan Menguat, 19 Cabor Kompak Usung Hidayat Abdurrahman Pimpin KONI Meranti 2026-2030
Wabup Muzamil Ingatkan Kecamatan Tebingtinggi adalah Wajah Kabupaten
Wakil Bupati Meranti Tinjau TPA Gogok, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah Daerah
Komentar