Mendikbud Berharap Sekolah Malu dengan Praktik Kecurangan UN
JAKARTA -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan bahwa pembuatan indeks integritas Ujian Nasional adalah salah satu cara menekan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UN. Ia berharap indeks integritas itu memacu semua sekolah untuk meningkatkan hasil UN dengan cara-cara yang jujur.
Baca Juga:
Anies menjelaskan, indeks integritas UN akan keluar setelah selesainya pelaksanaan UN SLTA. Ia berharap sekolah-sekolah yang memiliki indeks integritas UN rendah dapat meresponsnya secara positif pada tahun berikutnya.
"Sekarang ini jangan cuma hukuman daerah, tapi juga malu lho kalau enggak jujur," kata Anies, di Jakarta, Selasa (5/5).
Ia menyebut, instrumen yang akan membuat indeks integritas UN berasal dari internal Kemendikbud. Terkait pelaku yang membocorkan soal atau kunci jawaban UN, Anies mengaku tidak habis pikir mengenai motivasi pelaku melakukan tindakan ilegal tersebut. Ia meminta masyarakat berperan aktif untuk melaporkan semua dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan UN.
"Pada orang-orang yang mengganggu integritas, mereka bukan sekadar pembocor, mereka adalah pengkhianat. Sistem sebagus apapun kalau ada yang merusak, orangnya harus dibilang berkhianat," ujarnya.***
sumber: Kompas.com
Kunjungi BPJN Riau, Pemkab Meranti Minta Perhatian Soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan Karhutla di Sendaur
Babinsa Banglas Ajak Warga Pererat Kebersamaan Demi Lingkungan Kondusif
Difasilitasi Pemkab Meranti, 51 Mahasiswa UIN Suska Siap Mengabdi di Tebingtinggi Barat
Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Mulok BMR