Pergi Menyadap Karet, Pria Paruh Baya di Meranti Dilaporkan Hilang, Sepeda Motor dan Bajunya saja yang Ditemukan
Redaksi - Minggu, 07 September 2025 14:31 WIB
MERANTI -- Sabtu (6/9/2025) pagi itu, seperti biasa Darwis alias Koyan (72) bersiap untuk pergi menyadap karet. Bersama istrinya Sutini (67), dan anaknya Marsinah (34), mereka meninggalkan rumah di Jalan Sentosa, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, sekitar pukul 06.00 WIB.
Kerja menyadap karet atau noreh getah sudah menjadi rutinitas keluarga ini sejak lama. Namun, pagi itu tak berjalan sebagaimana biasanya. Di tengah perjalanan menuju kebun, Koyan berhenti di pinggir jalan dekat areal karetnya. Ia berpamitan sebentar untuk kembali pulang karena ingin buang air besar.
Sutini yang sedang menyiapkan alat untuk menoreh getah, sempat mendengar suara motor suaminya meninggalkan lokasi. Ia tak menaruh curiga, lalu melanjutkan pekerjaannya di kebun yang berada di antara Sungai Kulu dan Tenan. Biasanya, Koyan akan segera menyusul. Namun hingga pekerjaan selesai, sosok suaminya tak kunjung datang.
Saat pulang ke rumah, kecemasan Sutini semakin menjadi-jadi. Bukannya menemukan Koyan sudah menunggu di rumah, ia justru mendapati rumah kosong. Bersama anaknya, ia kembali ke kebun, menyusuri jalan yang pagi tadi mereka lalui. Namun yang mereka temukan hanya sepeda motor dan baju milik Koyan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Sutini melapor kepada Kepala Desa Maini Darul Aman, M. Safuan. Informasi itu segera diteruskan ke pihak kepolisian. Ps. Kanit Binmas Polsek Tebingtinggi Barat, Aiptu Suharyadi bersama warga langsung melakukan pencarian.
Namun hingga malam harinya, Koyan tak juga ditemukan. Kemudian pada Minggu (7/9/2025), pencarian pun diperluas. Tim gabungan dari BPBD Kepulauan Meranti, Basarnas, kepolisian, hingga masyarakat bahu membahu menyisir area perkebunan.
Pencarian pada Minggu pagi dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi SE MIP, yang diwakili Kabid Logistik BPBD, Ardath S.IP. "Korban hilang sejak Sabtu pagi, dan pencarian gabungan baru bisa dilakukan Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB karena sudah lebih dari 24 jam," ujar Ardath, Minggu (7/9/2025) siang.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, juga membenarkan upaya tersebut. "Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polsek Tebingtinggi Barat, serta masyarakat," jelasnya. (red)
Kerja menyadap karet atau noreh getah sudah menjadi rutinitas keluarga ini sejak lama. Namun, pagi itu tak berjalan sebagaimana biasanya. Di tengah perjalanan menuju kebun, Koyan berhenti di pinggir jalan dekat areal karetnya. Ia berpamitan sebentar untuk kembali pulang karena ingin buang air besar.
Sutini yang sedang menyiapkan alat untuk menoreh getah, sempat mendengar suara motor suaminya meninggalkan lokasi. Ia tak menaruh curiga, lalu melanjutkan pekerjaannya di kebun yang berada di antara Sungai Kulu dan Tenan. Biasanya, Koyan akan segera menyusul. Namun hingga pekerjaan selesai, sosok suaminya tak kunjung datang.
Saat pulang ke rumah, kecemasan Sutini semakin menjadi-jadi. Bukannya menemukan Koyan sudah menunggu di rumah, ia justru mendapati rumah kosong. Bersama anaknya, ia kembali ke kebun, menyusuri jalan yang pagi tadi mereka lalui. Namun yang mereka temukan hanya sepeda motor dan baju milik Koyan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Sutini melapor kepada Kepala Desa Maini Darul Aman, M. Safuan. Informasi itu segera diteruskan ke pihak kepolisian. Ps. Kanit Binmas Polsek Tebingtinggi Barat, Aiptu Suharyadi bersama warga langsung melakukan pencarian.
Namun hingga malam harinya, Koyan tak juga ditemukan. Kemudian pada Minggu (7/9/2025), pencarian pun diperluas. Tim gabungan dari BPBD Kepulauan Meranti, Basarnas, kepolisian, hingga masyarakat bahu membahu menyisir area perkebunan.
Pencarian pada Minggu pagi dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi SE MIP, yang diwakili Kabid Logistik BPBD, Ardath S.IP. "Korban hilang sejak Sabtu pagi, dan pencarian gabungan baru bisa dilakukan Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB karena sudah lebih dari 24 jam," ujar Ardath, Minggu (7/9/2025) siang.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, juga membenarkan upaya tersebut. "Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polsek Tebingtinggi Barat, serta masyarakat," jelasnya. (red)
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Hari Hilang di Kebun Karet, Koyan Warga Meranti Ditemukan Selamat, Sebut Dirinya Dibawa Bidadari
Komentar