Sabtu, 02 Mei 2026 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

Luapan Air Kanal PT NSP Genangi Permukiman, Warga Desa Teluk Buntal Tuntut Tanggungjawab Perusahaan

Pauzi - Sabtu, 27 Desember 2025 08:57 WIB
Luapan Air Kanal PT NSP Genangi Permukiman, Warga Desa Teluk Buntal Tuntut Tanggungjawab Perusahaan
merantione.com -Sebanyak kurang lebih 150 Kepala Keluarga (KK) di Desa Teluk Buntal Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti terkena dampak akibat meluapnya air dari kanal milik PT Nasional Sago Prima (NSP) yang terjadi sejak sepekan lalu.

Baca Juga:

Luapan air kanal perusahaan perkebunan Sagu itu mengalami peningkatan karena curah hujan, sehingga menggenangi permukiman, jalan hingga tanaman milik warga di empat dusun di desa tersebut.

Atas kondisi itu, warga setempat pun menyampaikan tuntutannya dengan meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan terkait.

Pasalnya, warga merasa telah dirugikan akibat terjadinya bencana yang disebabkan oleh kanal PT NSP yang diduga tidak diurus dengan baik tersebut.

Mendapat informasi dan laporan dari warga terdampak, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti bersama pihak kepolisian dan Pemerintah Kecamatan setempat gerak cepat turun ke lapangan.

"Kemarin kami sudah melakukan pengecekan langsung di lokasi. Setidaknya ada kurang lebih 150 KK warga yang terdampak dari luapan kanal PT NSP tersebut," ungkap Kalaksa BPBP Kepulauan Meranti, Muhamad Khardafi, Jumat (26/12/2025) kepada wartawan.

Dari hasil identifikasi dan observasi, beber Khardafi, tim bencana BPBD menduga bahwa penyebab tergenangnya permukiman warga Desa Teluk Buntal adalah akibat kesalahan teknis oleh vendor yang mengerjakan perluasan kanal perusahaan itu.

"Kami merekomendasikan agar PT NSP untuk segera menangani saluran dan aliran air yang membuat pemukiman warga Desa Teluk Buntal tergenang air, supaya kerugian yang dialami oleh warga tidak semakin bertambah," sebutnya.

Pihaknya, kata Khardafi, juga telah menyampaikan langsung tuntutan warga Teluk Buntal kepada manajemen PT NSP yang ikut memantau lokasi yang terdampak.

"Dari hasil dialog kami dengan manajemen PT NSP yang hadir kemarin itu, bahwa mereka (perusahaan) berupaya memenuhi beberapa tuntutan warga Desa Teluk Buntal yang terdampak," tuturnya.

Sementara itu, Humas yang juga Manager Lapangan PT NSP, Setio Budi Utomo, ketika dikonfirmasi menyangkal bahwa luapan air terjadi bukan karena adanya kesalahan teknis vendor pekerjaan perluasan kanal.

Meski demikian, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi agar air kanal tidak meluap ke areal masyarakat dengan pembuatan tanggul dan cuci kanal sepanjang perbatasan areal masyarakat.

"Kegiatan pembuatan tanggul terus dilakukan sampai dengan sekarang. Alhamdulillah air sudah surut. Kami juga kemarin dan hari ini melakukan pembagian sembako kepada masyarakat yg terdampak," jawabnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/12/2025).**

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru