Senin, 13 Juli 2026 WIB
Senin, 13 Juli 2026 WIB

Kepulauan Meranti Miliki Produk Herbal untuk Vitalitas dan Masalah Haid

Redaksi - Sabtu, 11 Juli 2026 18:01 WIB
Kepulauan Meranti Miliki Produk Herbal untuk Vitalitas dan Masalah Haid
SELAMA bertahun-tahun, buah pinang di Kabupaten Kepulauan Meranti lebih banyak diperdagangkan sebagai komoditas mentah. Namun di tangan seorang pemuda Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, pinang muda justru diolah menjadi minuman herbal yang kini mulai dikenal masyarakat karena dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Produk itu diberi nama Juice Pinang Muda (JPM). Bukan sekadar minuman, JPM lahir dari perpaduan pinang muda, madu, kayu manis, susu dan teh yang dikemas dalam beberapa varian, yakni minuman cair, serbuk dan teh herbal.

Di kalangan masyarakat, JPM mulai dikenal sebagai minuman yang dipercaya membantu meningkatkan stamina dan vitalitas pria. Tak sedikit pula konsumen perempuan yang mengaku merasakan manfaat setelah rutin mengonsumsinya, terutama dalam membantu melancarkan siklus menstruasi.

Secara tradisional, pinang muda telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal untuk membantu meningkatkan stamina, memperlancar sirkulasi darah, serta mendukung vitalitas pria. Kandungan antioksidan di dalamnya juga dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh.

Manfaat tersebut dipadukan dengan madu yang kaya nutrisi dan berfungsi sebagai sumber energi alami. Madu dipercaya membantu meningkatkan stamina, menjaga kesehatan tubuh, sekaligus mendukung kesehatan reproduksi.

Sementara kayu manis mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang membantu memperlancar aliran darah, menjaga keseimbangan hormon, hingga mendukung kesehatan jantung.

Tidak hanya bagi pria, kombinasi ketiga bahan alami tersebut juga dipercaya bermanfaat bagi perempuan yang mengalami gangguan siklus menstruasi.

Pinang muda diyakini membantu merangsang kontraksi rahim sehingga memperlancar haid sekaligus mengurangi kram menstruasi. Kayu manis diketahui dapat membantu menyeimbangkan hormon dan memperbaiki sensitivitas insulin yang berkaitan dengan gangguan menstruasi tertentu, sedangkan madu membantu memulihkan energi tubuh selama masa haid.

Meski demikian, manfaat tersebut masih didasarkan pada pemanfaatan herbal secara tradisional serta pengalaman sejumlah konsumen, sehingga bukan merupakan klaim sebagai obat untuk mengobati penyakit tertentu.

Baca Juga:

Kilas balik hadirnya produk tersebut, tersimpan kisah inovasi yang lahir dari anjloknya harga pinang pada 2024. Saat harga pinang hanya berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, Bahrul Hidayat memilih mencari cara agar komoditas andalan masyarakat itu memiliki nilai tambah.

Berbekal berbagai referensi yang dipelajarinya, Bahrul mulai bereksperimen mengolah pinang muda menjadi minuman. Tantangan terbesarnya saat itu adalah menghilangkan rasa pahit khas pinang.

Ia kemudian mencoba memadukan pinang muda dengan madu, kayu manis, susu dan beberapa bahan lainnya hingga menemukan formulasi yang sesuai. Setelah melalui berbagai percobaan, pada Mei 2024 lahirlah JPM dalam bentuk minuman cair yang langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Berbagai testimoni mulai berdatangan. Sebagian konsumen mengaku tubuh terasa lebih segar dan stamina meningkat. Bahkan sejumlah perempuan menyampaikan bahwa setelah mengonsumsi JPM beberapa kali, siklus haid mereka terasa lebih lancar.

Namun, produk cair hanya mampu bertahan sekitar satu hari pada suhu ruang sehingga menyulitkan pemasaran ke luar daerah. Tantangan itu kembali mendorong Bahrul berinovasi dengan mengembangkan JPM dalam bentuk serbuk pada 2025 agar lebih praktis dan memiliki masa simpan lebih panjang.

Seluruh proses produksi hingga kini masih dilakukan secara manual di rumah dengan peralatan sederhana. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi masih terbatas, sementara proses pengurusan izin BPOM juga terkendala karena belum tersedianya rumah produksi yang memenuhi standar.

Kepala Desa Semukut, Firmansyah, menilai inovasi yang dilakukan Bahrul membuktikan bahwa potensi desa dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi apabila didukung kreativitas anak muda.

Pemerintah desa, kata dia, terus membantu memperkenalkan JPM melalui berbagai kegiatan agar semakin dikenal masyarakat.

"Kalau perlu kami akan mempersiapkan Peraturan Desa (Perdes) khusus untuk produk ini. Misalnya desa sedang ada kegiatan dan menerima kunjungan dari luar, nah pihak yang berkunjung diwajibkan membeli produk lokal dari desa kami," bebernya.

Dukungan serupa juga datang dari Camat Pulau Merbau, Hermansyah. Ia mengatakan pemerintah kecamatan berupaya membuka akses promosi, termasuk membawa JPM dalam berbagai kegiatan pameran dan bazar daerah.

"Pemerintah Kecamatan sangat mendukung. Kami akan berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait demi kemajuan JPM ini," singkatnya.

Menurutnya, produk seperti JPM tidak boleh berhenti dikenal di lingkungan desa, tetapi harus didorong agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono memastikan, pemerintah daerah siap mendampingi pelaku UMKM dalam memenuhi berbagai persyaratan legalitas usaha.

Jelas Eko, sertifikasi halal, PIRT hingga BPOM merupakan tahapan penting agar produk dapat masuk ke pasar modern. Pihaknya juga membuka peluang pendampingan serta fasilitasi sesuai kebutuhan pelaku usaha, termasuk program sertifikasi halal gratis bagi UMKM.

"Tujuan kami kedepan, bagaimana JPM ini bisa terus berproduksi sembari mempersiapkan seluruh legalitas produk agar memiliki nilai saing dipasar luar," jelasnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menilai JPM merupakan contoh bagaimana inovasi mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah.

"Produk terbaik seperti ini sekiranya perlu mendapatkan pendampingan serius dari dinas terkait. Kami akan mendorong itu demi terciptanya produk herbal unggulan Meranti kedepan," ujarnya.

Politisi Nasdem ini berharap pemerintah daerah terus memberikan pendampingan sehingga JPM berkembang menjadi produk unggulan Meranti yang mampu memperluas pasar, menciptakan lapangan usaha, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, JPM kini bukan hanya menjadi inovasi olahan pinang muda, tetapi juga membawa harapan baru bahwa kekayaan alam Meranti dapat diolah menjadi produk herbal bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional. (ADV)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pertemuan Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia, Buka Peluang Kerjasama Berbagai Bidang

Pertemuan Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia, Buka Peluang Kerjasama Berbagai Bidang

Komentar
Berita Terbaru