Kelangkaan Beras, Komisi II DPRD Meranti Turun Sidak ke Gudang Distributor
MERANTI - Komisi II DPRD Kepulauan Meranti bersama Pemkab melalui Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pertanian (DPKP), Rabu (20/8/2025) sore, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dibeberapa gudang beras di Selatpanjang.
Baca Juga:
Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi terkini berkaitan kelangkaan stok beras yang terjadi sejak beberapa waktu lalu dan membuat warga cemas.
Sidak dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD yang juga Koordinator Komisi II, Antoni Sidharta, didampingi Ketua Komisi II Syaifi Hasan, Wakil Ketua Komisi II Mulyono, Sekretaris Jani Pasaribu bersama anggota Sopandi, Al Amin dan Sujiharto. Selain itu, dari pihak Pemkab terlihat juga Plh Kadis Perindag Miftah, Kadis PKP Ifwandi berserta stafnya masing-masing.
Dalam sidak itu, rombongan mendapati beberapa agen mengalami kekosongan stok beras di gudang. Hanya ada dua agen yang melakukan pemesanan beras ke Palembang dan Jambi. Salah satu agen pada Rabu sore sudah menerima pasokan beras sebanyak 22 ton. Beras jenis premium tersebut langsung didistribusikan ke sejumlah minimarket di Selatpanjang.
"Hari ini kita ada masuk 22 ton dari. Itu langsung kita bongkar dan diantar ke minimarket yang memesannya," ungkap salah seorang pengurus agen Agi.
Salah satu agen lainnya, yakni Akun mengaku pihaknya juga sedang melakukan pemesanan sebanyak 25 ton beras dari provinsi Jambi. "Biasanya kita pesannya dari Jakarta. Tapi karena stok perusahaan disana kosong, maka kita memesannya dari Jambi. Kalau tidak ada halangan, hari Sabtu sudah sampai ke Selatpanjang," ujarnya.
Disamping sidak stok beras, Komisi II juga menegaskan agar para agen tidak sesuka hati menaikkan harga ditengah terjadinya kelangkaan beras.
"Dengan adanya pasokan sekitar 47 ton dalam seminggu ini, mudah-mudahan masyarakat tidak cemas lagi," tegas Antoni.
Disamping itu, Ketua Komisi II, Syaifi Hasan juga minta Disperindag terus mengawasi harga jualnya jangan sampai terjadi kenaikan. "Kalau kita lihat, untuk sementara stok beras bisa dikatakan masih amanlah. Tapi, Disperindag dan DPKP perlu terus memastikan jangan sampai kosong lagi. Kemudian harga jualnya harus diawasi juga agar tetap stabil dan tidak ada kenaikan," tegasnya diaminkan anggota Komisi II.
Sementara itu, Plh Kadis Perindag, Miftah menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan DPKP agar pasokan beras di Kepulauan Meranti aman.
"Kita terus melakukan upaya mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras. Memang saat ini kita lihat dilapangan, stoknya sangat terbatas. Makanya kita mendorong agen yang ada untuk memesan," ungkap Miftah.
Lebih lanjut, Kepala DKPP Kepulauan Meranti, Ifwandi mengaku bahwa dengan masuknya beras tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jadi kepada agen yang lain juga kita berharap untuk juga menyiapkan beras untuk didistribusikan kepada masyarakat," ungkapnya.
Kepada wartawan, ia membeberkan, untuk kebutuhan beras seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti setiap bulannya sekitar 1.500 ton. Walaupun di beberapa kecamatan kebutuhan beras ada yang sudah terpenuhi melalui petani lokal. Namun untuk kecamatan seperti di Tebing Tinggi, Tebingtinggi Barat, Merbau dan sebagian kecamatan lain, kebutuhannya harus dari luar.
"Untuk mengantisipasi kelangkaan beras, Pemkab Meranti juga tetap menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu," ujarnya.
Beras yang disediakan itu, sebutnya, berasal dari Bulog dengan kualitas medium seharga Rp 13.000 per kilo.
"Tetap kita sediakan untuk mengantisipasi kelangkaan beras. Hari ini juga ada sekitar 10 ton yang kita jual kepada masyarakat. Satu jam itu langsung habis. Ini karena memang kebutuhan masyarakat kita akan beras ini memang sedang krusial," pungkasnya.