Dari Lawatan Adat dan Budaya Sidang Negeri Melaka, Terbuka Peluang Kolaborasi Berbagai Bidang
Redaksi - Sabtu, 01 Agustus 2026 12:18 WIB
merantione.com - Lawatan Adat dan Budaya Persatuan Ketua-Ketua Kampung (Sidang) Negeri Melaka, Malaysia di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tak hanya sekedar seremonial belaka, namun menjadi momentum penting dalam berbagai hal.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, mengatakan jamuan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada rombongan Negeri Melaka sekaligus upaya mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama.
"Kami berharap silaturahmi ini tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial semata, tetapi menjadi awal lahirnya komunikasi yang lebih erat dan kolaborasi nyata antara Kepulauan Meranti dengan Negeri Melaka," ujarnya.
Menurut Khalid, banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua belah pihak, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi kampung-kampung di Kepulauan Meranti.
Ia menyampaikan hubungan masyarakat Meranti dan Melaka memiliki ikatan sejarah, budaya, serta kekerabatan yang kuat sebagai bangsa serumpun Melayu.
"Ada harapan agar ke depan hubungan ini semakin erat di bawah kepemimpinan Bupati Asmar. Semoga akan lahir berbagai bentuk kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat kedua daerah," katanya.
Dikesempatan itu, Wakil Timbalan II DMDI Provinsi Riau, Ir Fakhrunnas MA Jabar MKom, menjelaskan kunjungan ke Kepulauan Meranti merupakan bagian dari program penutup masa bakti kepengurusan DMDI Provinsi Riau.
Ia menuturkan, DMDI akan melaksanakan bakti sosial di Desa Sokop berupa penyaluran bantuan sembako bagi kaum duafa dan mualaf, bantuan perlengkapan pendidikan, serta penyelenggaraan tabligh akbar.
"Kebetulan agenda kami beriringan dengan kunjungan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka, sehingga momentum ini menjadi sangat bermakna dalam mempererat ukhuwah dan hubungan masyarakat Melayu lintas negara," ujar Fakhrunnas.
Ia juga menyampaikan salam serta permohonan maaf dari Ketua Umum DMDI Provinsi Riau, Datuk Masrul Kasmy, yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di Jakarta.
Sementara itu, Bupati Asmar menyambut baik kunjungan rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka dan DMDI sebagai langkah strategis memperkuat hubungan persaudaraan masyarakat Melayu di kawasan Selat Malaka.
Menurutnya, kedekatan sejarah, budaya, bahasa, dan hubungan kekeluargaan masyarakat Melayu di kedua wilayah menjadi modal besar untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Asmar pun menaruh harapan kiranya hubungan tersebut dapat berkembang melalui kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran budaya, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.
"Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan serumpun Melayu. Semoga hubungan Kepulauan Meranti dengan Negeri Melaka semakin kuat dan mampu melahirkan berbagai program kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak," tutup Asmar.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat jaringan persaudaraan masyarakat Melayu sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Kabupaten Kepulauan Meranti dan Negeri Melaka, Malaysia.**
Baca Juga:Lawatan itu sekiranya dapat membuka peluang kerja sama strategis, mulai di bidang ekonomi, pendidikan, pariwisata hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pembahasan peluang kerja sama ini dikemukakan dalam temu ramah di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026) malam. Jamuan itu dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), seperti TNI AL, Danramil, Kejari, tokoh dan pejuang pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Riau, Plt Kadis Kominfotik, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar