BPBD Kepulauan Meranti dan Pemcam Berkolaborasi Bentuk Posko Siaga Terpadu Desa
Pauzi - Minggu, 27 September 2026 09:49 WIB
merantione.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama pemerintah kecamatan saat ini sedang membentuk Posko Siaga Terpadu di seluruh desa.
Menurut Khardafi, posko siaga terpadu Bencana itu tidak hanya sekedar tempat berkumpul semata, tapi menjadi pusat komando mini di desa.
Mengingat, lanjutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang berpulau-pulau, sehingga akses untuk penanganan karhutla maupun penanggulangan bencana lainnya sering terhambat alias tidak bisa cepat dilakukan.
"Saat ini, sudah sekitar 70 persen desa di Kepulauan Meranti membentuk posko siaga terpadu tersebut. Terima kasih atas koordinasi dan kolaborasi yang baik dari pemcam serta pemdes terkait hal ini. Kita terus bergerak agar masing-masing desa punya posko tersebut," ujarnya.
Atas koordinasi dan kolaborasi yang baik dari Pemcam dan Pemdes, pihaknya juga memberikan apresiasi serta ucapan terimakasih
Disebutkan Khardafi pula, sesuai Perka BNPB Nomor 17/2011 tentang Relawan dan Pedoman Posko, ada beberapa poin penting tujuan dari pendirian posko siaga terpadu.
Diantaranya; untuk mempercepat akses informasi dari desa dan kecamatan, menjadi pusat data dan komando desa, tempat koordinasi tim, gudang logistik terdepan untuk menyimpan peralatan dan berbagai keperluan penting, menjadi tempat evakuasi dan dapur umum mini, serta lainnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa sampai saat ini sudah 30 lebih laporan kejadian di berbagai kecamatan dan desa yang sudah ditangani dengan baik. Tentunya hal itu tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara BPBD, Pemcam, Pemdes, Polri dan TNI.
"Sekarang sudah masuk musim penghujan, kita berharap tidak ada lagi hotspot di Meranti, sehingga masyarakat terbebas dari dampak buruk asap karhutla," tutupnya.**
Baca Juga:Pembentukan Posko Siaga Terpadu yang bertujuan untuk mencegah secara dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan bencana ini merupakan gagasan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar melalui BPBD. Hal itu sejalan pula dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar Zero Karhutla, di Provinsi Riau khususnya. "Meranti ini termasuk daerah yang rawan bencana, terlebih karhutla, maka kita memandang perlu dibentuk Posko terpadu di masing-masing desa sebagai langkah antisipasi dini," ungkap Bupati Asmar melalui Kalaksa BPBD M Khardafi, Minggu (27/9/2026).
Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar