Dinas PUPR Kepulauan Meranti Terus Benahi Infrastruktur, Tahun Ini Belasan Proyek Jalan dan Jembatan Dibangun
Redaksi - Kamis, 17 September 2026 20:50 WIB
merantione.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berkomitmen untuk meningkatkan program pembangunan infrastruktur daerah.
"Proses lelangnya sudah di mulai sejak awal bulan. Artinya kami tinggal menunggu hasil dari tim pengadaan barang dan jasa untuk masing-masing pekerjaan tersebut," ungkap Mariman yang dibenarkan Guspi, Rabu (16/09/2026)
Dari 14 paket yang akan ditenderkan itu, bebernya, beberapa di antaranya meliputi ruas Jalan Sungai Tohor - Tanjung Sari, Jalan Lestari - Ladang Kecil Palapa, Jalan Utama Parit Gantung, Jalan Nusa Indah, Jalan Bihun, serta Jalan Sialang Pulai Desa Penyagun.
Paket lainnya mencakup Jalan Desa Sialang Pasung - Segomeng dan Jalan Semukut - Kuala Merbau.
Selain itu, PUPR juga menyiapkan pembangunan Jalan Pinang Desa Tanjung Peranap, Jalan Pelabuhan Dusun II Desa Penyagun, serta Jalan Parit Masjid Desa Dwi Tunggal.
Tidak hanya jalan, pekerjaan yang masuk daftar tersebut juga mencakup pembangunan pelantar Jalan Belibis, pembangunan Jembatan Desa Melai, dan rehabilitasi Jembatan Sungai Gelora di Kelurahan Selatpanjang Kota.
Sedangkan untuk tiga pekerjaan yang telah selesai dikerjakan, sebut Guspi, terdiri dari rehabilitasi duiker Jalan Lingkar Dorak, rehabilitasi duiker Jalan Pelajar Desa Alahair, serta peningkatan Jalan Pangaram.
Lebih lanjut, ditambahkan Guspi pula bahwa proyek-proyek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki akses transportasi, serta mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bangun Jalan Rusak di Pulau Merbau
Dinas PUPR akan segera membangun sejumlah ruas jalan rusak di Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pemerintah daerah menyiapkan Rp2,163 miliar melalui APBD 2026 untuk memperbaiki lima ruas jalan yang kondisinya cukup parah.
Perbaikan yang difokuskan di Desa Renak Dungun, Desa Centai, dan Desa Kuala Merbau tersebut sebagai respons terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Ruas jalan tersebut akan ditangani dengan konstruksi beton sebagai bagian dari program pemeliharaan jalan tahun ini.
Lima ruas yang masuk dalam paket tersebut meliputi Jalan Gelang Serai di Desa Renak Dungun sepanjang 652,13 meter.
Kemudian Jalan Pendidikan Desa Kuala Merbau sepanjang 150 meter dan Jalan Pelabuhan Centai I sepanjang 60 meter.
Dua ruas lainnya berada di Jalan Semukut-Kuala Merbau. Masing-masing pada segmen Peluncur Dusun I sepanjang 100 meter dan Peluncur Dusun II sepanjang 250 meter.
"Pertimbangannya karena kondisi jalan di Pulau Merbau itu cukup parah," ungkap Guspi.
Seluruh pekerjaan beton tersebut dirancang dengan lebar antara 3 hingga 3,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
"Seluruh pekerjaan itu kita harapkan sudah rampung pada November 2026 ini," tuturnya.
Pembangunan itu diharapkan Pemkab Kepulauan Meranti dapat memperbaiki akses dalam mendukung aktivitas warga di wilayah Pulau Merbau, terutama pada jalur yang selama ini mengalami kerusakan.

DBH Sawit untuk Ruas Jalan Semukut - Kuala Merbau
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melanjutkan pembangunan jalan base pada ruas jalan Semukut-Kuala Merbau, tepatnya di wilayah Desa Batang Meranti.
Tahun ini, pembangunan jalan tersebut mendapat alokasi anggaran Rp1,24 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
Estimasi dari anggaran tersebut diperkirakan mampu membangun jalan base sepanjang kurang lebih 700 meter.
"Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan pada ruas jalan yang sama tahun sebelumnya," tutur Guspi.
Pada 2025, PUPR Kepulauan Meranti telah mengerjakan jalan Semukut-Kuala Merbau sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer.
Pekerjaan tersebut juga menggunakan anggaran DBH sawit dengan nilai mencapai Rp3.086.538.400.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua bagi Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan alokasi DBH sawit.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus sektor pertanian.
Untuk tahun ini, total alokasi DBH sawit yang dimanfaatkan dua organisasi perangkat daerah di Meranti mencapai sekitar Rp1,63 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,24 miliar dialokasikan untuk Dinas PUPR, sementara sisanya berada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Guspi mengatakan, kondisi ruas Semukut-Kuala Merbau yang masih mengalami kerusakan cukup berat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk kembali melanjutkan pembangunan.
Selain menggunakan konstruksi base, Pemkab Meranti juga menyiapkan sejumlah pekerjaan dengan konstruksi beton untuk menangani ruas jalan lain di Pulau Merbau.
Untuk paket lanjutan jalan base Semukut-Kuala Merbau, prosesnya kini memasuki tahap pemasukan dokumen tender.
Dengan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan jalan base dapat menambah konektivitas dan memperbaiki akses masyarakat di kawasan Pulau Merbau, khususnya pada ruas Semukut-Kuala Merbau yang menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas warga.**
Baca Juga:Pada tahun 2026 ini, setidaknya ada 17 proyek pembangunan fisik jalan dan jembatan yang masuk dalam program peningkatan akses bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST, melalui Sekretaris Mariman SE, didampingi Plt Kepala Bidang Bina Marga, Guspi ST. Ia mengatakan bahwa seluruh kegiatan itu telah mendapatkan rekomendasi pimpinan. Saat ini untuk 4 kegiatan dalam proses pengadaan dengan metode pemilihan penyedia melalui tender sedang berlangsung. Sementara itu, 3 paket lainnya sudah diselesaikan pengerjaannya.

Bangun Jalan Rusak di Pulau Merbau

Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Semarakkan HUT RI ke-79, Dinas PUPR Kepulauan Meranti Gelar Beraneka Lomba
ASN Dinas PUPR Kepulauan Meranti Dibekali Pemahaman Hukum Terkait Praktik Korupsi oleh Kejari
Komentar