ISPA Akibat Karhutla Rupat, Benarkah Berkurang?
BENGKALIS - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mencatat terjadi penurunan penderita Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpapar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seperti yang ada di Kecamatan Rupat. Berada di angka 124 kasus.
"Alhamdulilah, jumlah penderita ISPA menurun. Faktor asap akibat karhutla di Kecamatan Rupat sudah berkurang," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Ersan Saputra kepada RIAUONLINE.CO.ID, Minggu 03 Maret 2019.
Berkurangnya dampak karhutla ini juga terasa hingga ke Puskesmas Batu Panjang, Puskesmas Teluk Lecah dan Puskesmas Tanjung Medang di Kecamatan Rupat.
"Puskesmas Teluk Lecah dan Tanjung medang nihil. Sedangkan Puskesmas Batu Panjang masih ditemukan lima pasien yang mengeluhkan penyakit pernapasan. Tiga pasien diantaranya anak kisaran umur 10 tahun dan dua pasien dewasa kisaran umur 45- 54 tahun. Untuk jenis kelaminnya, tiga perempuan dan dua pria," terang dr Ersan.
Sebelumnya, akibat dampak dari karhutla, kesehatan masyarakat di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkals sempat terganggu. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten mencatat 124 kasus penyakit akibat asap.
Dampak yang paling banyak sesuai golongan umur pada usia 20-24 tahun hampir 28,2% dengan tingkat jumlah 35 kasus.
Kemudian disusul menurut golongan dengan usia 1-4 tahun sekitar 17,7% dengan tingkat jumlah kasus sebanyak 22 kasus. selanjutnya pada umur 5-9 tahun sekitar 16,1% sekitar 20 kasus.
Baca Juga:
Artikek ini sudah terbit di RIAUONLINE.CO.ID dengan judul: Benarkah Dampak Karhutla Di Bengkalis Hari Ini Berkurang ?
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM