Bisakah Campak Menular dari Angin dan Air Mandi? Ini Kata Dokter
JAKARTA - Campak merupakan salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat virus. Nah, apakah lantas apakah penularan campak bisa terjadi akibat angin yang mengembus atau air mandi?
Menurut dr Meta Hanindita, SpA, pada dasarnya penularan cacar dan campak adalah melalui droplet atau terjadi melalui percikan ludah yang keluar dari batuk, bersin, atau pilek.
Virus campak memiliki kemampuan untuk bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Akibatnya, virus ini bisa menempel pada benda-benda. Ketika tak sengaja anak menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak, lalu menempelkan tangannya ke hidung atau mulut, maka anak bisa terinfeksi.
Informasi lain juga menuturkan bahwa penularan virus dapat terjadi karena angin yang mengembus atau karena percikan air mandi anak. Beberapa informasi mengklaim kalau penyakit ini bisa jadi sulit sembuh karena virus akan meluas akibat tersiram air atau tertiup angin.
Sekali lagi dr Meta mengatakan hal tersebut hanya mitos. Seseorang yang terkena campak dengan bintik merah boleh mandi karena tak ada hubungannya dengan perluasan virus dan bagaimanapun kebersihan diri harus dijaga.
"Tidak (ada hubungannya -red). Boleh mandi kok," pungkas dr Meta.
Yang pasti, ketika seorang anak terkena campak, maka menurut dr Meta umumnya anak akan kebal karena terbentuk antibodi. Saat anak kembali muncul ruam dan demam, orang tua biasanya akan mengira si anak kembali kena campak. "Bisa jadi yang dimaksud 'campak' adalah penyakit lain dengan gejala fever and rash seperti roseola atau rubella," sambungnya.(dtc)
Baca Juga:
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum