Jumat, 31 Juli 2026 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Kemarau Panjang, Warga Meranti Kesulitan Air Bersih

Pauzi - Sabtu, 22 Februari 2014 18:35 WIB
Kemarau Panjang, Warga Meranti Kesulitan Air Bersih
MERANTI, POG - Akibat kemarau panjang menerjang Kabupaten Kepulauan Meranti, membuat ribuan sumur warga mengalami kekeringan. Tiupan angin yang kencang dengan tekanan udara kering, menyebabkan debit ait tanah turun menyusut drastis. Akibatnya, debit air kolam warga menjadi turun. Yang lebih parah lagi, di desa-desa yang terletak di pinggiran kawasan pantai.

Kanimin (58) salah seorang warga dusun Sungai Senteng mengatakan, hampir setiap tahun daerahnya dilanda kemarau. Namun, dalam dua tahun terahir kemarau tahun ini yang paling terparah. Untuk kemarau tahun ini, sumur-sumur warga kering kerontang.

“Tak adalagi stok air bersih yang dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus keliling kampong,” ungkap Ayah dua anak tersebut.

Menurutnya, kemarau yang menyebabkan mengeringnya ribuan sumur warga menjadi persoalan yang semakin rumit. Pasalnya, dalam waktu yang bersamaan debit air pasang terus meninggi. Meskipun tak sampai menenggelamkan halaman rumah dan merendam jalan, intrusi air laut semakin meluas.

Hal senada juga diungkapkan Aminah (32) warga Melai. Krisis air bersih memang sering melanda warga yang tinggal di sekitar perairan pantai ataupun di kuala sungai. Menurunnya debit curah hujan, menyebabkan stok air bersih warga yang ditampung dalam drum-drum plastic, turut kering kerontang.

“Biasanya untuk memasak kami pakai air hujan. Ketika kemarau seperti ini, mau tak mau untuk masak harus menggunakan air redang. Tidak hanya memasak, juga untuk keperluan minum, mandi maupun mencuci,” kata Aminah ibu lima anak tersebut.

Kepala Desa Melai, Saad mengakui saat ini masyarakat memang sedang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Menurunya debit curah hujan, menyebabkan stock air bersih habis. Selain itu, debit air sumur juga turut mongering. Dan yang lebih parah lagi, di daerah ini tidak ada telaga ataupun tasik.

“Harus berjalan jauh ke desa lain, di perbatasan desa Sendahur dengan Kayu Ara ataupun Bokor, sekitar 8-10 kilo meter. Karena tak punya pilihan lain, mau tak mau terpaksa dimanfaatkan juga,” tutup Kades Melai tersebut. (pog/don)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Nipah Sendanu

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Nipah Sendanu

Komsos di Desa Insit, Babinsa Ajak Warga Bersihkan Lingkungan Secara Rutin

Komsos di Desa Insit, Babinsa Ajak Warga Bersihkan Lingkungan Secara Rutin

DBD Jadi Perhatian, Tasik Putri Puyu Perkuat Pencegahan Lewat Larvasidasi Massal

DBD Jadi Perhatian, Tasik Putri Puyu Perkuat Pencegahan Lewat Larvasidasi Massal

KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

KONI Meranti Perkuat Sinergi dengan Bupati Asmar, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Hadiri Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tebing Tinggi

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Hadiri Konferensi Cabang PGRI Kecamatan Tebing Tinggi

Karya Bakti HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai, TNI Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Bersihkan Pantai Dorak

Karya Bakti HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai, TNI Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Bersihkan Pantai Dorak

Komentar
Berita Terbaru