Rabu, 29 April 2026 WIB
Rabu, 29 April 2026 WIB

Kemarau Panjang, Warga Meranti Kesulitan Air Bersih

Pauzi - Sabtu, 22 Februari 2014 18:35 WIB
Kemarau Panjang, Warga Meranti Kesulitan Air Bersih
MERANTI, POG - Akibat kemarau panjang menerjang Kabupaten Kepulauan Meranti, membuat ribuan sumur warga mengalami kekeringan. Tiupan angin yang kencang dengan tekanan udara kering, menyebabkan debit ait tanah turun menyusut drastis. Akibatnya, debit air kolam warga menjadi turun. Yang lebih parah lagi, di desa-desa yang terletak di pinggiran kawasan pantai.

Kanimin (58) salah seorang warga dusun Sungai Senteng mengatakan, hampir setiap tahun daerahnya dilanda kemarau. Namun, dalam dua tahun terahir kemarau tahun ini yang paling terparah. Untuk kemarau tahun ini, sumur-sumur warga kering kerontang.

“Tak adalagi stok air bersih yang dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa harus keliling kampong,” ungkap Ayah dua anak tersebut.

Menurutnya, kemarau yang menyebabkan mengeringnya ribuan sumur warga menjadi persoalan yang semakin rumit. Pasalnya, dalam waktu yang bersamaan debit air pasang terus meninggi. Meskipun tak sampai menenggelamkan halaman rumah dan merendam jalan, intrusi air laut semakin meluas.

Hal senada juga diungkapkan Aminah (32) warga Melai. Krisis air bersih memang sering melanda warga yang tinggal di sekitar perairan pantai ataupun di kuala sungai. Menurunnya debit curah hujan, menyebabkan stok air bersih warga yang ditampung dalam drum-drum plastic, turut kering kerontang.

“Biasanya untuk memasak kami pakai air hujan. Ketika kemarau seperti ini, mau tak mau untuk masak harus menggunakan air redang. Tidak hanya memasak, juga untuk keperluan minum, mandi maupun mencuci,” kata Aminah ibu lima anak tersebut.

Kepala Desa Melai, Saad mengakui saat ini masyarakat memang sedang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Menurunya debit curah hujan, menyebabkan stock air bersih habis. Selain itu, debit air sumur juga turut mongering. Dan yang lebih parah lagi, di daerah ini tidak ada telaga ataupun tasik.

“Harus berjalan jauh ke desa lain, di perbatasan desa Sendahur dengan Kayu Ara ataupun Bokor, sekitar 8-10 kilo meter. Karena tak punya pilihan lain, mau tak mau terpaksa dimanfaatkan juga,” tutup Kades Melai tersebut. (pog/don)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka

Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka

Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu

Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu

Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik

Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik

Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir

Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir

Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan

Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman

Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman

Komentar
Berita Terbaru