Volume Sampah di Kota Dumai 120 Meter Kubik/Hari
DUMAI - Bidang Kebersihan Dinas Tata Kota
(Distako) Dumai menyebutkan, dalam sehari volume sampah mencapai 120
meter kubik yang terdiri dari sampah organik dan anorganik.
Jumlah tersebut merupakan sampah warga yang terlayani oleh Petugas Distako yang didapat dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) lalu berakhir ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mekar Sari.
Diterangkannya, jumlah TPS yang ada saat ini adalah sebanyak 4 TPS permanen yang tersebar dibeberapa Kelurahan yakni Kelurahan Bintan, Kelurahan Bukit Datuk, Buluh Kasap dan kelurahan Ratu Sima yang tepatnya berada di Jalan Siderejo.
"Untuk proses pengangkutan, kita telah menerjunkan sebanyak 56 petugas dengan mengoperasikan 17 unit mobil sampah untuk menelusuri seluruh TPS mulai dari jam 05.00-24.00 WIB," jelas Kepala Bidang Kebersihan Suherman, Selasa (16/12).
Sementara untuk jam kerja petugas kebersihan, lanjut dia, jam kerja petugas kebersihan terbagi menjadi 4 shift yakni pagi, siang, sore dan malam secara bergantian.
Jam kerja seperti itu dibentuk dengan tujuan agar sampah tidak menumpuk terlalu banyak dan terlalu lama di TPS. "Namun dengan upaya tersebut, tetap saja masih dianggap belum maksimal," katanya.
Maka 2015 mendatang, Distako berencana akan menyediakan satu unit mobil lagi untuk difokuskan mengangkut sampah yang ada di setiap TPS saja, sehingga tidak perlu lagi untuk menyisir sampah lain agar sampah tidak menumpuk.
Selama ini, sebutnya, hanya ada 2 kelurahan yang memiliki volume sampah terbanyak yakni Kelurahan Bintan dan Kelurahan Ratu Sima.
"Dua TPS itu memang membuat petugas kewalahan, pasalnya subuh hari sampah sudah diangkat, namun 1 jam kemudian bisa 'menggunung' kembali," ungkapnya.
Dia berharap agar masyarakat dapat saling bekerjasama dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. "120 kubik per hari itu merupakan sampah yang diangkut pada hari biasa, namun bila ada momen keagamaan, jumlahnya bisa lebih meningkat," terangnya.
Dia menambahkan, sampah yang telah diangkut dari TPS akan dibuang ke TPA milik Pemerintah Kota Dumai seluas 11 hektar, dan agar tidak menimbulkan bau, sampah tersebut dimasukkan ke dalam lubang lalu langsung ditimbun dengan kedalaman lubang 4 meter dan luas 40x70 dan begitulah seterusnya.
Dengan sistem yang diterapkan seperti ini, diperkirakan umur TPA akan bertahan kurang lebih 10 tahun. Sebab sistem tersebut apabila sampah sudah penuh dan tidak bisa lagi untuk ditimbun, maka harus dialihkan ke lokasi lain.
"Tanah yang tidak bisa digali itu selanjutnya akan ditanami pohon pelindung agar kawasan TPA nantinya tetap tampak hijau dan asri," demikian dia. (RED)
Jumlah tersebut merupakan sampah warga yang terlayani oleh Petugas Distako yang didapat dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) lalu berakhir ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mekar Sari.
Diterangkannya, jumlah TPS yang ada saat ini adalah sebanyak 4 TPS permanen yang tersebar dibeberapa Kelurahan yakni Kelurahan Bintan, Kelurahan Bukit Datuk, Buluh Kasap dan kelurahan Ratu Sima yang tepatnya berada di Jalan Siderejo.
"Untuk proses pengangkutan, kita telah menerjunkan sebanyak 56 petugas dengan mengoperasikan 17 unit mobil sampah untuk menelusuri seluruh TPS mulai dari jam 05.00-24.00 WIB," jelas Kepala Bidang Kebersihan Suherman, Selasa (16/12).
Sementara untuk jam kerja petugas kebersihan, lanjut dia, jam kerja petugas kebersihan terbagi menjadi 4 shift yakni pagi, siang, sore dan malam secara bergantian.
Jam kerja seperti itu dibentuk dengan tujuan agar sampah tidak menumpuk terlalu banyak dan terlalu lama di TPS. "Namun dengan upaya tersebut, tetap saja masih dianggap belum maksimal," katanya.
Maka 2015 mendatang, Distako berencana akan menyediakan satu unit mobil lagi untuk difokuskan mengangkut sampah yang ada di setiap TPS saja, sehingga tidak perlu lagi untuk menyisir sampah lain agar sampah tidak menumpuk.
Selama ini, sebutnya, hanya ada 2 kelurahan yang memiliki volume sampah terbanyak yakni Kelurahan Bintan dan Kelurahan Ratu Sima.
"Dua TPS itu memang membuat petugas kewalahan, pasalnya subuh hari sampah sudah diangkat, namun 1 jam kemudian bisa 'menggunung' kembali," ungkapnya.
Dia berharap agar masyarakat dapat saling bekerjasama dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. "120 kubik per hari itu merupakan sampah yang diangkut pada hari biasa, namun bila ada momen keagamaan, jumlahnya bisa lebih meningkat," terangnya.
Dia menambahkan, sampah yang telah diangkut dari TPS akan dibuang ke TPA milik Pemerintah Kota Dumai seluas 11 hektar, dan agar tidak menimbulkan bau, sampah tersebut dimasukkan ke dalam lubang lalu langsung ditimbun dengan kedalaman lubang 4 meter dan luas 40x70 dan begitulah seterusnya.
Dengan sistem yang diterapkan seperti ini, diperkirakan umur TPA akan bertahan kurang lebih 10 tahun. Sebab sistem tersebut apabila sampah sudah penuh dan tidak bisa lagi untuk ditimbun, maka harus dialihkan ke lokasi lain.
"Tanah yang tidak bisa digali itu selanjutnya akan ditanami pohon pelindung agar kawasan TPA nantinya tetap tampak hijau dan asri," demikian dia. (RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Komentar