Tuntut Tapal Batas dan Hasil Kebun Plasma PT.JJP Untuk Kec. Pekaitan
BAGANSIAPIAPI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil didemo puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Menuntut (Geramm). Adapun tuntutan yang diminta agar DPRD menanggapi persoalan tapal batas dan pembagian plasma dari PT Jatim Jaya Perkasa.
Dalam aksi demo tersebut, massa menyebutkan bahwa selama ini Pihak DPRD tidak respon terkait tapal batas antara Kecamatan Kubu dan Kecamatan Pekaitan. Pedahal, jika tak ditanggapi diyakini akan timbul permasalahan lebih serius lagi.
Ketua Kordinator Demo, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan pihaknya menuntut kerjasama dari pihak DPRD untuk menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi diwilayah perbatasan tersebut. Dengan demikian diharapkan mereka para pelaku penjual lahan akan bisa diadili sebagaimana mestinya, sebab sudah tak diragukan lagi modus jual beli tanah oleh aparat desa kerap terjadi.
Terkait Plasma PT Jatim Jaya Perkasa, disebutkan bahwa masyarakat sudah tak tahan lagi dengan adanya isu penggelapan dana plasma oleh pihak pengurus inti Koprasi Unit Desa (KUD). Sebab, pihak PT Jatim menyebutkan bahwa sejak tahun 2010 dana plasma yang dikeluarkan oleh pihak PT Jatim Jaya Perkasa melalui KUD yang akan dibagikan kepada masyarakat tidak pernah ada masalah, bahkan setiap bulan sudah disalurkan. Namun hanya saja pihak KUD saja yang belum merealisasikan sebagaimana mestinya.
Ketua Kordinator, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan bahwa Anggota DPRD Rohil, Ridwan, diduga telah menggelapkan dana plasma yang telah disalurkan oleh PT Jatim JP untuk masyarakat. Karena Ridwa bertindak sebagai bendahara KUD.
"Kami menduga pak Ridwan menggelapkan dana plasma kami, karena pak Ridwan Bendaharanya."ujar Amansyah, disela-sela orasinya didepan kantor DPRD Rohil, Kamis (22/1).
Ditempat yang sama Latif masyarakat Pekaitan, juga menyebutkan, ada perbedaan yang diterima mereka dari plasma. Perbedaan itu terkait angka dengan masyarakat Kecamatan Kubu.
"Kami dapat plasma 200 ribu perbulan, sementara untuk Kubu 250 ribu perbulan. Berarti ada kesenjangan antara kami dengan Kubu. Lain lagi, untuk Kubu tiap bulan lancar terima plasma sementara kami, kalau hitungan tujuh bulan yang kami terima empat bulan. Itu yang kami perlu minta penjelasan dari pak Ridwan."sebut Latif.
Latif juga mengatakan bahwa, disampai perlu adanya komunikasi antara masyarakat dengan pimpinan daerah juga perlunya pimpinan turun kedaerah untuk meninjau apakah sudah melaksanakan sesuai janji dimana janji sebelum menjadi wakil rakyat sejak kampanye dulu.(Ady)
Dalam aksi demo tersebut, massa menyebutkan bahwa selama ini Pihak DPRD tidak respon terkait tapal batas antara Kecamatan Kubu dan Kecamatan Pekaitan. Pedahal, jika tak ditanggapi diyakini akan timbul permasalahan lebih serius lagi.
Ketua Kordinator Demo, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan pihaknya menuntut kerjasama dari pihak DPRD untuk menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi diwilayah perbatasan tersebut. Dengan demikian diharapkan mereka para pelaku penjual lahan akan bisa diadili sebagaimana mestinya, sebab sudah tak diragukan lagi modus jual beli tanah oleh aparat desa kerap terjadi.
Terkait Plasma PT Jatim Jaya Perkasa, disebutkan bahwa masyarakat sudah tak tahan lagi dengan adanya isu penggelapan dana plasma oleh pihak pengurus inti Koprasi Unit Desa (KUD). Sebab, pihak PT Jatim menyebutkan bahwa sejak tahun 2010 dana plasma yang dikeluarkan oleh pihak PT Jatim Jaya Perkasa melalui KUD yang akan dibagikan kepada masyarakat tidak pernah ada masalah, bahkan setiap bulan sudah disalurkan. Namun hanya saja pihak KUD saja yang belum merealisasikan sebagaimana mestinya.
Ketua Kordinator, Amansyah, dalam orasinya menyebutkan bahwa Anggota DPRD Rohil, Ridwan, diduga telah menggelapkan dana plasma yang telah disalurkan oleh PT Jatim JP untuk masyarakat. Karena Ridwa bertindak sebagai bendahara KUD.
"Kami menduga pak Ridwan menggelapkan dana plasma kami, karena pak Ridwan Bendaharanya."ujar Amansyah, disela-sela orasinya didepan kantor DPRD Rohil, Kamis (22/1).
Ditempat yang sama Latif masyarakat Pekaitan, juga menyebutkan, ada perbedaan yang diterima mereka dari plasma. Perbedaan itu terkait angka dengan masyarakat Kecamatan Kubu.
"Kami dapat plasma 200 ribu perbulan, sementara untuk Kubu 250 ribu perbulan. Berarti ada kesenjangan antara kami dengan Kubu. Lain lagi, untuk Kubu tiap bulan lancar terima plasma sementara kami, kalau hitungan tujuh bulan yang kami terima empat bulan. Itu yang kami perlu minta penjelasan dari pak Ridwan."sebut Latif.
Latif juga mengatakan bahwa, disampai perlu adanya komunikasi antara masyarakat dengan pimpinan daerah juga perlunya pimpinan turun kedaerah untuk meninjau apakah sudah melaksanakan sesuai janji dimana janji sebelum menjadi wakil rakyat sejak kampanye dulu.(Ady)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Komentar