Ogah Ditilang, Puluhan PNS Rohil Pilih Telat ke Kantor
BAGANSIAPIAPI -Gara-gara razia gabungan Satlantas Polres dan
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, ratusan PNS lingkungan Pemkab
Rokan Hilir telat ngantor. Pasalnya, mereka lebih memilih untuk diam
menunggu sampai razia tersebut usai.
Pantauan riauterkinicom, Selasa (27/1/15), pukul 10.00 WIB, ratusan sepeda motor beserta pengendaranya berjejer di pinggir Jalan Kecamatan, persisnya di Batu Empat, antara SPBU dan kantor Danramil Bangko.
Mayoritas diantara mereka, merupakan PNS yang mau pergi ke kantor, dikawasan Batu Enam, dan memilih berhenti, menuggu dijalan, karena ada razia gabungan.
Bahkan, karena lama menunggu, banyak diantara PNS berseragam PDH warna kuning tersebut berbalik arah, alias tidak jadi ngantor, karena posisi razia dilakukan, tidak ada jalan tikus untuk melintas.
Disamping PNS, masyarakat lainnya juga mengambil sikap yang sama, karena tidak memiliki surat-surat resmi serta kelengkapan kendaraan kurang.
Iyam, pedagang sayur mengaku tidak memiliki SIM dan kendaraannya tidak memiliki kelengkapan, sehingga dia menunggu sejak pukul 08.00 WIB, tidak berani melintas. "Sejak pagi, habis berjualan di Pasar Bintang," katanya.
Hal senada diungkapkan Bayu, dia mengaku mengambil tindakan untuk tidak melintas juga karena plat nomor kendaraannya bagian belakang tidak ada.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rohil, AKP Rinaldo Aser SH Sik membenarkan kalau pihaknya sedang melakukan razia gabungan. "Betul, razia gabungan dengan Dishub," pesan singkat Rinaldo. (RTC)
Pantauan riauterkinicom, Selasa (27/1/15), pukul 10.00 WIB, ratusan sepeda motor beserta pengendaranya berjejer di pinggir Jalan Kecamatan, persisnya di Batu Empat, antara SPBU dan kantor Danramil Bangko.
Mayoritas diantara mereka, merupakan PNS yang mau pergi ke kantor, dikawasan Batu Enam, dan memilih berhenti, menuggu dijalan, karena ada razia gabungan.
Bahkan, karena lama menunggu, banyak diantara PNS berseragam PDH warna kuning tersebut berbalik arah, alias tidak jadi ngantor, karena posisi razia dilakukan, tidak ada jalan tikus untuk melintas.
Disamping PNS, masyarakat lainnya juga mengambil sikap yang sama, karena tidak memiliki surat-surat resmi serta kelengkapan kendaraan kurang.
Iyam, pedagang sayur mengaku tidak memiliki SIM dan kendaraannya tidak memiliki kelengkapan, sehingga dia menunggu sejak pukul 08.00 WIB, tidak berani melintas. "Sejak pagi, habis berjualan di Pasar Bintang," katanya.
Hal senada diungkapkan Bayu, dia mengaku mengambil tindakan untuk tidak melintas juga karena plat nomor kendaraannya bagian belakang tidak ada.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rohil, AKP Rinaldo Aser SH Sik membenarkan kalau pihaknya sedang melakukan razia gabungan. "Betul, razia gabungan dengan Dishub," pesan singkat Rinaldo. (RTC)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Komentar