Lulusan SMK Dominasi Tingkat Pengangguran
PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) mendominasi angka tingkat pengangguran terbuka di Riau dengan komposisi mencapai sebanyak 15.681 orang 8,70 persen dari total angkatan kerja 180.237 orang.
"Jika periode Februari 2016 lalu yang paling banyak menganggur itu lulusan Diploma I/II/III, Februari tahun ini justru lulusan SMK yang mendominasi banyaknya tingkat pengangguran," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, Selasa (30/5/2017).
Lebih terperinci diuraikan Aden, tingkat pengangguran terbuka pada Februari tahun lalu didominasi lulusan Diploma I/II/III yang mencapai 13,54 persen dan tahun ini menurun menjadi 7,74 persen.
Sementara, lulusan SMK juga mengalami penurunan dari tahun lalu, namun tidak dapat mengimbangi penyerapan jumlah angkatan kerja dari jenjang pendidikan lainnya yaitu dari 8,84 persen menjadi 8,70 persen.
Aden menguraikan, penduduk yang bekerja dari latar belakang pendidikan rendah yakni lulusan Sekolah Dasar (SD) justru tercatat paling rendah tingkat penganggurannya yakni sebanyak 4.560 orang atau 2,53 persen.
Kemudian, SMP sebanyak 11.012 orang atau 6,11 persen, sarjana sebanyak 12.797 orang atau 7,10 persen, Diploma sebanyak 13.950 orang atau 7,74 persen, SMA sebanyak 15.356 orang atau 8,52 persen, dan SMK sebanyak 15.681 orang 8,70 persen. (mcr/rgc)
"Jika periode Februari 2016 lalu yang paling banyak menganggur itu lulusan Diploma I/II/III, Februari tahun ini justru lulusan SMK yang mendominasi banyaknya tingkat pengangguran," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, Selasa (30/5/2017).
Lebih terperinci diuraikan Aden, tingkat pengangguran terbuka pada Februari tahun lalu didominasi lulusan Diploma I/II/III yang mencapai 13,54 persen dan tahun ini menurun menjadi 7,74 persen.
Sementara, lulusan SMK juga mengalami penurunan dari tahun lalu, namun tidak dapat mengimbangi penyerapan jumlah angkatan kerja dari jenjang pendidikan lainnya yaitu dari 8,84 persen menjadi 8,70 persen.
Aden menguraikan, penduduk yang bekerja dari latar belakang pendidikan rendah yakni lulusan Sekolah Dasar (SD) justru tercatat paling rendah tingkat penganggurannya yakni sebanyak 4.560 orang atau 2,53 persen.
Kemudian, SMP sebanyak 11.012 orang atau 6,11 persen, sarjana sebanyak 12.797 orang atau 7,10 persen, Diploma sebanyak 13.950 orang atau 7,74 persen, SMA sebanyak 15.356 orang atau 8,52 persen, dan SMK sebanyak 15.681 orang 8,70 persen. (mcr/rgc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Demi Sarana Pendidikan Berkualitas, Bupati Asmar Jemput Bola untuk Revitalisasi Sekolah 2027
Muzamil Emban Amanah di IMI Riau, Buka Peluang Kemajuan Otomotif Meranti
Pemkab Kepulauan Meranti Tata Inventarisasi Aset Kelistrikan
Al Amin Soroti Kondisi Kabel Listrik Semrawut di Sejumlah Desa
Bupati Asmar Dukung Pemerataan Layanan Imigrasi ke Seluruh Wilayah di Meranti
Kemenkes Lakukan Uji Petik Tunjangan Khusus Dokter Spesialis di Meranti
Komentar