Rabu, 29 April 2026 WIB
Rabu, 29 April 2026 WIB

Kembangkan UKM dan Agribisnis, Kadin Bengkalis Belajar ke Bandung  

- Minggu, 14 Desember 2014 13:54 WIB
Kembangkan UKM dan Agribisnis, Kadin Bengkalis Belajar ke Bandung  
BENGKALIS -Tekad Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis untuk mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) dan agribisinis di Negeri Junjungan tidak main-main. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bagaimana memperbaiki mutu produk yang ada, baik dari segi pembuatan produk maupun kemasan, sehingga bisa menembus pasar modern.


Baca Juga:

Untuk mencapai ke arah itu, pengurus Kadin Bengkalis didampingi Direktur Eksekutif Kadin Riau, Kholis Romli, belajar ke Bandung selama 2 hari, Rabu (10/12) dan Kamis (11/2), dengan mengunjungi sentra Agribisnis Al-Ittifaq, Kadin Kota Bandung, pelaku UKM dan Packing House.


“Sebenarnya sudah lama kita ingin berkunjung ke Bandung ini, untuk sharing informasi dengan pengurus Kadin Bandung dan para pelaku UKM dan agribisinisnya,” ujar Ketua Kadin Bengkalis, Masuri kepada wartawan, Minggu (14/12).


Dipaparkan Masuri, banyak sekali ilmu yang didapat dan ia berharap bisa diaplikasikan kepada pelaku agribisnis dan UKM yang ada di Bengkalis. Seperti saat berkunjung ke Agribisnis Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, Rabu (10/12), pola pengelolaan agribisnis di sini sangat luar biasa. Hasil produk pertanian seperti sayur-sayuran dan buah-buahan sudah mampu menembus ke berbagai super market terkenal di Jakarta.


“Seperti disampaikan pimpinan pondok pesantren Kiyai H Fuad Affandi, Agribisnis Al-Ittifaq ini setiap hari memasok 3 ton sayuran dan buah-buahan ke berbagai pasar modern di Jakarta dan Bandung. Ini sudah berlangung 23 tahun,” ujar Masuri.


Ditambahkan Masuri, seperti disampaikan Kyai, hasil dari agribisnis ini mampu menyejahterakan penduduk sekitar dari yang semula anti bertani. Kemudian pihak pesantren juga mampu membangun fasilitas gedung sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA, dan santri yang menutut ilmu disini tidak bayar uang sekolah dan pemondokan alias gratis.


Demikian juga saat berkunjung ke Kadin Bandung dan ke sentra UKM di sana. Menurut Masuri, banyak sekali informasi yang didapat dan bisa diterapkan untuk pengembangan UKM yang ada di Bengkalis sehingga bisa bersaing menghadapi masyarakat ekonomia Asean (MEA) yang akan diberlakukan tahun 2015 nanti.


“Secara kelembagaan, peran dan fungsi Kadin Kota Bandung sangat mendapat dukungan dari pemerintah disana. Ini yang mungkin belum ada di kita. Karena bagaimana pun pengembangan UKM dan agribisnis ini tidak bisa hanya diserahkan kepada Kadin sendiri, tapi harus bersama. Walau demikian, kita akan tetap berbuat sesuai dengan fungsi dan tugas Kadin,” ungkap Masuri.


Diakui Masuri, persoalan mendasar yang dihadapi produk UKM yang ada di Riau pada umumnya dan Bengkalis khususnya, adalah masalah kemasan sehingga berat untuk bersaing untuk masuk ke super market atau pasar modern.


“Kalau dari segi rasa, kita unggul dari produk sejenis yang ada. Tapi persoalannya kita kena dikemasan. Contoh di Melaka, mereka punya dodol nenas sama seperti kita di Bengkalis. Dari segi rasa, Dewan Perniagaan Melaka mengakui yang punya kita rasanya lebih enak, tapi sayang kita masih kalah dalam kemasannya,” ujar Ketua Kadin.


Selain produk tampak menarik, dengan kemasan produk tersebut akan bisa menembus pasar modern sehingga akan mendongkrak harga produk tersebut. “Makanya kita juga berkunjung ke Rumah Kemasan yang ada di Kota Bandung ini. Kita ingin bagaimana produk UKM kita bersaing dan bisa menembus pasar modern sehingga secara ekonomi pendapatan para pelaku UKM ikut meningkat,” ujar Masuri.


Ditambahkan Masuri, beberapa produk UKM Bengkalis memang telah ada yang bagus kemasannya. Namun kemasan yang baik saja juga belum cukup untuk bisa masuk pasar modern, harus ada beberapa persyaratan lain seperti BPOM, barcode, sertfikat halal dan lainnya.


“Untuk memenuhi ini semua, memang tidak mudah. Secara bertahap Kadin akan berusaha memfasilitasi membantu pelaku UKM. Untuk tahap awal kita akan memperbaiki kemasannya dulu dengan membuat disain yang menarik dan membeli peralatan yang dibutuhkan,” ungkap Masuri.(Gus)


SHARE:
Berita Terkait
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka

Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka

Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu

Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu

Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik

Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik

Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir

Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir

Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan

Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman

Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman

Komentar
Berita Terbaru