Jokowi Minta Pemprov Bangun Kanal Gambut di Meranti
MERANTI - Mengawali belusukan di Desa Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, Kamis (27/11/14) pagi tadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun ke kanal tradisonal, kanal tersebut terlihat unik dengan berbahan baku kulit sagu.
"Pembuatan kanal ini adalah upaya masyarakat agar gambut akan basah terus, sehingga tidak mudah terbakar, Ide-ide dan gagasan seperti ini harus diangkat, dan ini lebih baik dipermanenkan," tutur Jokowi sembari menyerah bantuan Uang kes Senilai Rp 300juta untuk pembangunan kanal permanen dilokasi tersebut.
Selanjutnya, secara khusus Presiden Jokowi mengintruksikan kepada Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk menindak lanjuti pembangunan kanal permanen diseluruh wilayah gambut.
"Jangan satu tempat dua tempat, seluruh lokasi (wilayah gambut, red) kita kanalkan saja pak, tak hitungkan ya," Tutur Jokowi dengan logat Jawa.
Menurut Jokowi, ide pembangunan kanal oleh masyarakat sungai tohor itu merupakan ide yang tepat untuk pembasahan lahan gambut menghindari terjadinya karhutla.
"Pembasahan dengan membuat kanal bisa diatur kalo saya perhatikan, nanti dihitungkan aja, biar dicek lapangan, tahun depan (2015, red) Menteri kita turunkan lagi,"Kata Presiden kepada Plt Gubri sebelum meninggalkan kilang sagu.(red/moc)
"Pembuatan kanal ini adalah upaya masyarakat agar gambut akan basah terus, sehingga tidak mudah terbakar, Ide-ide dan gagasan seperti ini harus diangkat, dan ini lebih baik dipermanenkan," tutur Jokowi sembari menyerah bantuan Uang kes Senilai Rp 300juta untuk pembangunan kanal permanen dilokasi tersebut.
Selanjutnya, secara khusus Presiden Jokowi mengintruksikan kepada Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk menindak lanjuti pembangunan kanal permanen diseluruh wilayah gambut.
"Jangan satu tempat dua tempat, seluruh lokasi (wilayah gambut, red) kita kanalkan saja pak, tak hitungkan ya," Tutur Jokowi dengan logat Jawa.
Menurut Jokowi, ide pembangunan kanal oleh masyarakat sungai tohor itu merupakan ide yang tepat untuk pembasahan lahan gambut menghindari terjadinya karhutla.
"Pembasahan dengan membuat kanal bisa diatur kalo saya perhatikan, nanti dihitungkan aja, biar dicek lapangan, tahun depan (2015, red) Menteri kita turunkan lagi,"Kata Presiden kepada Plt Gubri sebelum meninggalkan kilang sagu.(red/moc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Komentar