Istri Danlanal Menangis di Gedung Pemko Dumai, Mengapa?
Saat menyampaikan sambutannya sebagai ketua panitia PHI ke-86, tiba-tiba suara istri Danlanal Dumai ini serak, dan akhirnya ia pun terisak-isak. Ia terharu dengan kesetiakawanan ibu-ibu di Kota Dumai selama mendampingi suami bertugas di Kota Dumai.
Baca Juga:
"Malam nanti, menjadi malam terakhir saya di Dumai. Karena besok saya sudah harus ke Jakarta melanjutkan perjuangan, dan meninggalkan ibu-ibu di sini untuk menjadi lebih mandiri," ujar Dewi sambil terus meneteskan air matanya.
Ia berharap, perempuan-perempuan Kota Dumai berjuang bagaimana disayang oleh suami. Karena, menjadi perempuan satu-satunya yang disayang suami merupakan perjuangan perempuan.
"Pokoknya kita harus menjadi ibu-ibu yang
cantik untuk suami dan anak-anak kita. Cantik dalam berperilaku,
berbudaya, berpenampilan dan cantik luar dalam. Agar, kita menjadi
satu-satunya istri dan ibu dari anak-anak," katanya. (TRIBUN/RED)
BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026
Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun
Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran