Istri Danlanal Menangis di Gedung Pemko Dumai, Mengapa?
Saat menyampaikan sambutannya sebagai ketua panitia PHI ke-86, tiba-tiba suara istri Danlanal Dumai ini serak, dan akhirnya ia pun terisak-isak. Ia terharu dengan kesetiakawanan ibu-ibu di Kota Dumai selama mendampingi suami bertugas di Kota Dumai.
Baca Juga:
"Malam nanti, menjadi malam terakhir saya di Dumai. Karena besok saya sudah harus ke Jakarta melanjutkan perjuangan, dan meninggalkan ibu-ibu di sini untuk menjadi lebih mandiri," ujar Dewi sambil terus meneteskan air matanya.
Ia berharap, perempuan-perempuan Kota Dumai berjuang bagaimana disayang oleh suami. Karena, menjadi perempuan satu-satunya yang disayang suami merupakan perjuangan perempuan.
"Pokoknya kita harus menjadi ibu-ibu yang
cantik untuk suami dan anak-anak kita. Cantik dalam berperilaku,
berbudaya, berpenampilan dan cantik luar dalam. Agar, kita menjadi
satu-satunya istri dan ibu dari anak-anak," katanya. (TRIBUN/RED)
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan