Idealnya, Polres Bengkalis Miliki 2 Armada Cepat Diperairan
Baca Juga:
Mengenai Sarpas seperti Polres Bengkalis, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo, SIK, MH, Jum'at (12/12) mengatakan, untuk pengamanan wilayah perairan dalam hal ini menjadi bagian tugas Satuan Polisi Perairan (Satpol Air) memiliki 1 kapal kayu, dan 1 speedboat patroli.
Sarpas itu sampai hari ini masih dalam kondisi buatan tangan khusus kapal kayu, dan speedboat patroli bantuan dari Mabes Polri. Dengan dua armada itu, untuk mengawasi wilayah perairan Bengkalis masih kurang efektif. Sementara Kabupaten Bengkalis memiliki jangkauan yang sangat luas.
Untuk mengupas isu yang menghangat saat ini, seperti halnya aksi illegal fishing (pencurian ikan), kejahatan kencing Bahan Bakar Minyak (BBM) di laut, serta kejahatan laut lainnya, masih belum optimal dengan keterbatasan Sarpas yang ada. Kendati demikian, untuk illegal fishing, saat ini merupakan kor-binis 2015 yang menjadi target pembersihan di luat wilayah NKRI.
“Idealnya, armada patroli perairan untuk Polres Bengkalis itu ada 1 unit kapal ukuran besar dan cepat, serta 1 unit speedboat dengan kecepatan kencang. Memang Pemkab Bengkalis tahun lalu mencoba memberikan bantuan hibah speedboat ke kita, tapi sampai hari ini ternyata menyisakan masalah,”terangnya.
Dikatakannya lagi, untuk wilayah Bengkalis pengamanan lautnya masih dikendalikan oleh Pelayanan Dumai. Termasuk Pos Angkatan Lautnya, kemudian di Bengkalis sendiri, khusus Pos Pantau itu berada di Rupat Utara dan Pulau Bengkalis.
“Koordinasi kita dengan Angkatan Luat tetap jalan, baru-baru ini satu kapal yang melakukan aksi pencurian ikan (illegal fishing) kita amankan, hanya saja untuk illegal Fishing itu, setelah di periksa ternyata pelakunya adalah masyarakat kita sendiri, dan pemodalnya itu berasal dari negara Jiran Malaysia, dan tentunya kita perlu pendekatan sosial. Pernah dulu pendekatan sosial kita lakukan melalui sosialisasi hukum, akan tetapi tetap dibutuhkan di era pemerintahan saat ini,”kata AKBP Andry Wibowo.
Soal personil, AKBP Andry juga menyebutkan, dengan kondisi geografis Kabupaten Bengkalis personil di perairan itu selayaknya 1 regu terdiri dari 10 orang yang berada di atas kapal dengan persenjataan lengkap. Ditambah Sarpas yang super cepat yang mampu mendeteksi kejahatan-kejahatan illegal di perairan Bengkalis.
“Kapal kayu kita itu kalau jumlah regu pas, tapi kecepatannya untuk menempuh luat di Pulau Rupat itu harus memakan waktu 10 jam, terombang-ambing diluat, dan tentunya hal itu menjadi pemikiran kita di sini, bagaimana Polisi Perairan bisa mampu untuk berkerja cepat, untuk menangkap pelaku-pelaku kejahatan, seperti illegal fishing dan sebagainya,”katanya.(Gus)
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan