Herliyan Pastikan Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik
BENGKALIS - Upaya Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh agar PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) menambah suplay daya di pulau Bengkalis untuk menutupi defisit yang terjadi selama ini, membuahkan hasil. Dalam waktu dekat, mesin berkekuatan 1,8 megawatt (MW) akan segera dioperasikan. Artinya, pemadaman bergilir yang terjadi selama ini akibat kekurangan pasokan sebesar 1,5 MW, tidak akan terjadi lagi.
Di dampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Bengkalis, H. Heri Indra Putra, Herliyan menjelaskan, mesin tersebut saat ini sudah terpasangan dan segera dilakukan uji coba.
“Menurut penjelasan Kepala PLN Ranting Bengkalis kepada Kepala Distamben, sebenarnya sekarang juga sudah bisa dilakukan uji coba. Namun karena prosedurnya harus dilakukan supervisi terlebih dahulu oleh manajemen PT PLN, makanya hal itu belum dapat dilaksanakan saat ini”, jelas Herliyan baru baru ini.
Ditambahkan Kadistamben, dalam dua atau tiga hari ke depan, tim supervisi dari PT PLN Pusat akan datang ke Bengkalis. “Insya Allah, paling lambat seminggu setelah disupervisi akan dilakukan uji coba”, imbuh Heri.
Masih menurut Heri, penambahan mesin berkekuatan 1,8 MW itu merupakan buah permintaan yang disampaikan Bupati Bengkalis ketika mengatakan pertemuan dengan manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat di Jakarta, Selasa (23/9) lalu.
“Dalam pertemuan itu manajemen PT. PLN pusat dipimpin Direktur Regional Jawa, Bali da Sumatera, Ida Ngurah Adnyana beserta kepala divisi dan staf”, imbuh Heri yang juga ikut mendampingi Herliyan dalam pertemuan tersebut.
Sementara ketika berdialog dengan mahasiswa saat acara penyerahan beasiswa di Balai Kerapatan Adat Sri Mahkota Bengkalis, Kamis malam, Herliyan mengatakan, Pemkab Bengkalis bukan tidak peduli dengan keluhan masyarakat akibat adanya pemadaman bergilir seperti yang terjadi selama ini.
Namun, karena sesuai ketentuan kewenangan pemenuhan kebutuhan daya listrik ada PT PLN, Pemkab Bengkalis tidak bisa berbuat banyak. Meskipun demikian, sambungnya Pemkab Bengkalis tetap berupaya agar PT PLN dapat segera mencarikan solusi agar ke depan masalah defisit selama ini segera teratasi dan tidak terjadi pemadaman bergilir lagi.
“Untuk jangka panjang, saya sudah menyurati PT PLN agar dapat membangun pembangkit listrik berkekuatan 30 MW dengan bahan bakar batu bara di pulau Bengkalis. Suratnya sudah saya tandatangani dan dikirim PT PLN Pusat”, jelas Herliyan menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswa yang mengkritisi kondisi listrik di pulau Bengkalis.
Selain itu sambungnya, Pemkab Bengkalis juga sudah meminta PT PLN membangun jaringan bawah laut dari Desa Buruk Bakul ke Pulau Bengkalis seperti dari Dumai ke pulau Rupat. “Alhamdulillah, untuk pulau Rupat masalah listrik ini sudah teratasi”, sambungnya.
Pada bagian lain Herliyan mengatakan, kondisi listrik di pulau Bengkalis masih lebih baik dibandingkan di Pekanbaru. “Kalau di Pekanbaru seperti orang makan obat. Dalam sehari bisa tiga empat kali padam. Sedangkan di Bengkalis pemadaman bergilir 7 banding 1, tujuh hari hidup 1 malam padam”, paparnya.(Gus/rls)
Di dampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Bengkalis, H. Heri Indra Putra, Herliyan menjelaskan, mesin tersebut saat ini sudah terpasangan dan segera dilakukan uji coba.
“Menurut penjelasan Kepala PLN Ranting Bengkalis kepada Kepala Distamben, sebenarnya sekarang juga sudah bisa dilakukan uji coba. Namun karena prosedurnya harus dilakukan supervisi terlebih dahulu oleh manajemen PT PLN, makanya hal itu belum dapat dilaksanakan saat ini”, jelas Herliyan baru baru ini.
Ditambahkan Kadistamben, dalam dua atau tiga hari ke depan, tim supervisi dari PT PLN Pusat akan datang ke Bengkalis. “Insya Allah, paling lambat seminggu setelah disupervisi akan dilakukan uji coba”, imbuh Heri.
Masih menurut Heri, penambahan mesin berkekuatan 1,8 MW itu merupakan buah permintaan yang disampaikan Bupati Bengkalis ketika mengatakan pertemuan dengan manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat di Jakarta, Selasa (23/9) lalu.
“Dalam pertemuan itu manajemen PT. PLN pusat dipimpin Direktur Regional Jawa, Bali da Sumatera, Ida Ngurah Adnyana beserta kepala divisi dan staf”, imbuh Heri yang juga ikut mendampingi Herliyan dalam pertemuan tersebut.
Sementara ketika berdialog dengan mahasiswa saat acara penyerahan beasiswa di Balai Kerapatan Adat Sri Mahkota Bengkalis, Kamis malam, Herliyan mengatakan, Pemkab Bengkalis bukan tidak peduli dengan keluhan masyarakat akibat adanya pemadaman bergilir seperti yang terjadi selama ini.
Namun, karena sesuai ketentuan kewenangan pemenuhan kebutuhan daya listrik ada PT PLN, Pemkab Bengkalis tidak bisa berbuat banyak. Meskipun demikian, sambungnya Pemkab Bengkalis tetap berupaya agar PT PLN dapat segera mencarikan solusi agar ke depan masalah defisit selama ini segera teratasi dan tidak terjadi pemadaman bergilir lagi.
“Untuk jangka panjang, saya sudah menyurati PT PLN agar dapat membangun pembangkit listrik berkekuatan 30 MW dengan bahan bakar batu bara di pulau Bengkalis. Suratnya sudah saya tandatangani dan dikirim PT PLN Pusat”, jelas Herliyan menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswa yang mengkritisi kondisi listrik di pulau Bengkalis.
Selain itu sambungnya, Pemkab Bengkalis juga sudah meminta PT PLN membangun jaringan bawah laut dari Desa Buruk Bakul ke Pulau Bengkalis seperti dari Dumai ke pulau Rupat. “Alhamdulillah, untuk pulau Rupat masalah listrik ini sudah teratasi”, sambungnya.
Pada bagian lain Herliyan mengatakan, kondisi listrik di pulau Bengkalis masih lebih baik dibandingkan di Pekanbaru. “Kalau di Pekanbaru seperti orang makan obat. Dalam sehari bisa tiga empat kali padam. Sedangkan di Bengkalis pemadaman bergilir 7 banding 1, tujuh hari hidup 1 malam padam”, paparnya.(Gus/rls)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Hidayat Abdurrahman Kantongi Dukungan Awal dari PERPANI Saat Pendaftaran Ketum KONI Dibuka
Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan Kemenkeu
Muzamil Sidak Kantor Camat dan Puskesmas Alai, Pastikan Disiplin ASN dan Layanan Publik Berjalan Baik
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Komentar