Diduga Disunat Oknum Wakil Rakyat, Dana Sebesar Rp100 Juta Untuk Bantuan Masjid di Meranti Hanya Sampai Rp20 Juta
SELATPANJANG,MOC - Bantuan untuk pembangunan masjid di Kabupaten
Kepulauan Meranti yang bersumber dari dana aspirasi Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti di sunat hingga lebih
50persen.
Dari Rp100 juta lebih bantuan yang sudah dianggarkan, hanya sekitar Rp20 juta saja yang direalisasi ke tujuan. selebihnya, diduga telah disunat oleh oknum Anggota Dewan sang penyalurkan aspirasi.
Informasi tentang adanya pemotongan bantuan masjid tersebut didapat langsung Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dari salah seorang pengurus masjid di Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat.
Ketika itu, Bupati Irwan bersama rombongan datang ke desa tersebut untuk kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan di salah satu masjid setempat.
Saat Bupati berbicara mengenai bantuan masjid, salah seorang pengurus masjid yang duduk di bagian belakang langsung menggerutu dan mengatakan kalau bantuan tersebut tidak utuh sampai ke tangan mereka.
Karena penasaran, Bupati Irwan pun langsung memanggil pengurus masjid tersebut dan memintanya untuk menjelaskan bagaimana pemotongan terhadap bantuan itu terjadi. saat itulah semuanya terbongkar.
"Itu sudah keterlaluan, sanggup mereka makan uang untuk masjid. Persoalan ini perlu kita tindaklanjuti dan saya harap kawan-kawan dari pers bisa membantu,"Ungkap Bupati Irwan Rabu (2/7/2014) kemarin kepada sejumlah awak media.
"Saya ingin persoalan ini diusut secara tuntas, sehingga persoalan seperti ini tidak lagi terjadi,"Lanjut Irwan.
Untuk diketahui, sebenarnya pemotongan dana bantuan untuk pembangunan masjid bukanlah pertama kali terjadi. Sejak beberapa tahun terakhir, kasus tersebut kerap kali terdengar dari mulut kemulut.
Hanya saja fakta mengenai persoalan itu sangat sulit diungkap karena sebagian besar dari pengurus lebih memilih bungkam. (RTC/RED)
Dari Rp100 juta lebih bantuan yang sudah dianggarkan, hanya sekitar Rp20 juta saja yang direalisasi ke tujuan. selebihnya, diduga telah disunat oleh oknum Anggota Dewan sang penyalurkan aspirasi.
Informasi tentang adanya pemotongan bantuan masjid tersebut didapat langsung Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dari salah seorang pengurus masjid di Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat.
Ketika itu, Bupati Irwan bersama rombongan datang ke desa tersebut untuk kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan di salah satu masjid setempat.
Saat Bupati berbicara mengenai bantuan masjid, salah seorang pengurus masjid yang duduk di bagian belakang langsung menggerutu dan mengatakan kalau bantuan tersebut tidak utuh sampai ke tangan mereka.
Karena penasaran, Bupati Irwan pun langsung memanggil pengurus masjid tersebut dan memintanya untuk menjelaskan bagaimana pemotongan terhadap bantuan itu terjadi. saat itulah semuanya terbongkar.
"Itu sudah keterlaluan, sanggup mereka makan uang untuk masjid. Persoalan ini perlu kita tindaklanjuti dan saya harap kawan-kawan dari pers bisa membantu,"Ungkap Bupati Irwan Rabu (2/7/2014) kemarin kepada sejumlah awak media.
"Saya ingin persoalan ini diusut secara tuntas, sehingga persoalan seperti ini tidak lagi terjadi,"Lanjut Irwan.
Untuk diketahui, sebenarnya pemotongan dana bantuan untuk pembangunan masjid bukanlah pertama kali terjadi. Sejak beberapa tahun terakhir, kasus tersebut kerap kali terdengar dari mulut kemulut.
Hanya saja fakta mengenai persoalan itu sangat sulit diungkap karena sebagian besar dari pengurus lebih memilih bungkam. (RTC/RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026
Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun
Di Forum Sosek Malindo, Pemkab Kepulauan Meranti Perjuangkan Nasib Pekerja Migran
Komsos di Selatpanjang Kota, Babinsa Ajak Warga Utamakan Keselamatan Beraktivitas
Komentar