Delapan Tahun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Bantan 'Nganggur'
BENGKALIS- Meskipun sejak 2008 atau sudah sekitar delapan tahun lalu selesai dibangun, fasilitas instalasi pengolahan air bersih bernilai puluhan miliar tidak difungsikan. Sudah memasuki kepala daerah ketiga sebagai pemimpin di Kabupaten Bengkalis, bangunan berlokasi di Jalan Utama Lapis, Dusun Penawa, Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis ini hanya 'menganggur' begitu saja.
Dari pantauan di lapangan sebelumnya, fasilitas pengolahan air bersih mulai dari gedung kantor, tangki penampungan air, instalasi pengolah air berdiri di atas lahan sekitar 3 hektar ini, kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena telah banyak mengalami kerusakan.
"Sangat disayangkan. Mengapa sampai sekarang bangunan itu tidak juga difungsikan. Apapun alasannya kalau sudah dibangun seharusnya sudah bisa difungsikan. Tetapi ini, selesai dibangun ya sudah dibiarkan begitu saja," ungkap salah seorang warga Bantan Wanto kepada wartawan, Kamis (7/19/2017).
Menurut Wanto, tidak hanya karena fasilitas pengolahan air bersih saja yang rusak karena sudah sekian lama tidak dimanfaatkan. Dampaknya juga terjadi terhadap instalasi yang sudah dipasang seperti pipa-pipa yang dipasang ke rumah-rumah warga juga ikut mengalami kerusakan.
"Bangunan pengolahan jelas sudah banyak rusak, instalasi yang sudah dipasang juga rusak. Semakin terus dibiarkan tidak berfungsi, semakin besar dana yang akan dikeluarkan untuk perbaikan. Apa tidak memprihatinkan melihat kondisi seperti itu," katanya lagi.(Gus)
Dari pantauan di lapangan sebelumnya, fasilitas pengolahan air bersih mulai dari gedung kantor, tangki penampungan air, instalasi pengolah air berdiri di atas lahan sekitar 3 hektar ini, kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena telah banyak mengalami kerusakan.
"Sangat disayangkan. Mengapa sampai sekarang bangunan itu tidak juga difungsikan. Apapun alasannya kalau sudah dibangun seharusnya sudah bisa difungsikan. Tetapi ini, selesai dibangun ya sudah dibiarkan begitu saja," ungkap salah seorang warga Bantan Wanto kepada wartawan, Kamis (7/19/2017).
Menurut Wanto, tidak hanya karena fasilitas pengolahan air bersih saja yang rusak karena sudah sekian lama tidak dimanfaatkan. Dampaknya juga terjadi terhadap instalasi yang sudah dipasang seperti pipa-pipa yang dipasang ke rumah-rumah warga juga ikut mengalami kerusakan.
"Bangunan pengolahan jelas sudah banyak rusak, instalasi yang sudah dipasang juga rusak. Semakin terus dibiarkan tidak berfungsi, semakin besar dana yang akan dikeluarkan untuk perbaikan. Apa tidak memprihatinkan melihat kondisi seperti itu," katanya lagi.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar