Bupati dan Kapolda Riau Bahas Ini
PEKANBARU - Sesuai harapan Kapolda Riau Brigjen Nandang agar semua pihak menjalin silaturahmi dengannya, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Rabu, 20 September 2017, mengadakan kunjungan muhibah dengan mantan Kapolda Sulawesi Barat tersebut.
Bupati Amril diterima Brigjen Nandang yang 17 tahun silam juga pernah bertugas di jajaran Polda Riau, di ruang kerjanya, di Mapolda Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Sebagaimana dikutip Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, usai pertemuan, Bupati Amril menjelaskan, selain mengucapkan selamat datang dan bertugas di Bumi Lancang Kuning, keduanya juga membahas beberapa persoalan, khususnya harapan Kapolda Riau kepada pemerintah dan masyarakat di kabupaten dengan 136 desa dan 19 kelurahan ini.
Kata Johan, salah satu diantaranya soal narkoba. Melalui Bupati Bengkalis, imbuh Johan, Pak Nandang, begitu Kapolda Riau ini lebih suka disapa, meminta agar masyarakat di 11 kecamatan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, mendukung sepenuhnya setiap upaya yang dilakukan Kepolisian, khususnya Polres Bengkalis dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba.
Kepada seluruh warga Kabupaten Bengkalis, dia minta untuk selalu waspada. Jangan pernah terlibat kasus narkoba. Selain sangat merugikan, hukuman juga sangat berat. Apalagi yang dijadikan target sindikat narkoba ini adalah generasi muda, generasi masa depan harapan bangsa.
Seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis diharapkannya bahu membahu dan menyatakan perang terhadap narkoba jenis apapun.
"Segera laporkan kepada aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polres Bengkalis bila mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing dengan cepat," harapnya.
Hal lain yang diharapkan Kapolda Riau agar didukung penuh oleh Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, yaitu soal penangangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Memang, sebelumnya menerima kunjungan Bupati Amril tersebut, pada kegiatan feerwell and wellcomeKapolda Riau di halaman Sekolah Polisi Negara (SPN) di Jalan Patimura, Pekanbaru, Jum'at, 8 September 2017 lalu, dia mengatakan, jabatannya sebagai Kapolda Riau saat ini akan melanjutkan program Kapolda yang lama. Termasuk soal penanganan Karhutla.
"Saya melihat apa yang dilakukan Kapolda yang lama cukup maksimal bisa menekan titik api. Karena itu saya berharap kita bersama-sama untuk terus menekan sampai titik api tidak ada lagi," ungkap Nandang, kala itu.
Di bagian lain, dia juga menerangkan Bumi Melayu yang sarat dengan pantun, termasuk di Provinsi Riau sebagai gambaran kedamaian.
"Masyarakat yang berpantun pantang konflik dan bertengkar. Karena pantun adalah cerminan jiwa, hati seseorang yang memerlukan kedamaian berbangsa dan bernegara," paparnya dalam amanatnya saat kegiatan feerwell and welcometersebut.(Gus)
Bupati Amril diterima Brigjen Nandang yang 17 tahun silam juga pernah bertugas di jajaran Polda Riau, di ruang kerjanya, di Mapolda Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Sebagaimana dikutip Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, usai pertemuan, Bupati Amril menjelaskan, selain mengucapkan selamat datang dan bertugas di Bumi Lancang Kuning, keduanya juga membahas beberapa persoalan, khususnya harapan Kapolda Riau kepada pemerintah dan masyarakat di kabupaten dengan 136 desa dan 19 kelurahan ini.
Kata Johan, salah satu diantaranya soal narkoba. Melalui Bupati Bengkalis, imbuh Johan, Pak Nandang, begitu Kapolda Riau ini lebih suka disapa, meminta agar masyarakat di 11 kecamatan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, mendukung sepenuhnya setiap upaya yang dilakukan Kepolisian, khususnya Polres Bengkalis dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba.
Kepada seluruh warga Kabupaten Bengkalis, dia minta untuk selalu waspada. Jangan pernah terlibat kasus narkoba. Selain sangat merugikan, hukuman juga sangat berat. Apalagi yang dijadikan target sindikat narkoba ini adalah generasi muda, generasi masa depan harapan bangsa.
Seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis diharapkannya bahu membahu dan menyatakan perang terhadap narkoba jenis apapun.
"Segera laporkan kepada aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polres Bengkalis bila mengetahui ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing dengan cepat," harapnya.
Hal lain yang diharapkan Kapolda Riau agar didukung penuh oleh Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, yaitu soal penangangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Memang, sebelumnya menerima kunjungan Bupati Amril tersebut, pada kegiatan feerwell and wellcomeKapolda Riau di halaman Sekolah Polisi Negara (SPN) di Jalan Patimura, Pekanbaru, Jum'at, 8 September 2017 lalu, dia mengatakan, jabatannya sebagai Kapolda Riau saat ini akan melanjutkan program Kapolda yang lama. Termasuk soal penanganan Karhutla.
"Saya melihat apa yang dilakukan Kapolda yang lama cukup maksimal bisa menekan titik api. Karena itu saya berharap kita bersama-sama untuk terus menekan sampai titik api tidak ada lagi," ungkap Nandang, kala itu.
Di bagian lain, dia juga menerangkan Bumi Melayu yang sarat dengan pantun, termasuk di Provinsi Riau sebagai gambaran kedamaian.
"Masyarakat yang berpantun pantang konflik dan bertengkar. Karena pantun adalah cerminan jiwa, hati seseorang yang memerlukan kedamaian berbangsa dan bernegara," paparnya dalam amanatnya saat kegiatan feerwell and welcometersebut.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar