Bagi Kader Golkar yang Tak Setuju Pencalonan Andi Rachman, Silakan Mundur!
BENGKALISONE -DPD I Golkar Riau menegaskan kepada seluruh kader Golkar Riau, untuk mengikuti dan melaksanakan perintah partai, dimana, pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Riau telah menunjuk Arsyadjuliandi Rachman untuk kembali maju menjadi bakal calon gubernur Riau di Pilkada 2018 mendatang.
Ketua Harian DPD I Golkar Riau, Ruspan Aman mengatakan, jika ada kader partai atau pimpinan partai Golkar tingkat apa pun yang membangkang atau tidak bersedia mengikuti arahan DPP tersebut, maka kader itu dipersilahkan mundur dari Golkar.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, harus jalankan perintah partai. Semua wajib. melaksanakan perintah partai, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat bawah. Kalau tak bersedia, silahkan mundur dari partai atau pindah ke partai lain," kata Ruspan Aman kepada Tribun," Senin (4/9).
Bagaimana pun menurut Ruspan perintah partai tetap harus didahulukan. Tidak ada alasan bagi kader untuk tidak melaksanakan arahan partai tersebut.
"Tidak ada alasan ini itu, kalau tak sanggup berpartai, silahkan mundur, ini adalah risiko dalam berpartai. DPP tidak mengeluarkan dua rekomendasi, tapi hanya satu. Nantinya Pak Arsyadjuliandi yang akan menentukan siapa wakilnya," imbuhnya.
Dia juga menambahkan, jika ada kader Golkar yang ingin tetap maju dan tetap menghormati putusan partai Golkar, kemudian menggunakan perahu lain tanpa meninggalkan partai Golkar, menurutnya hal tersebut tidak masalah.
"Kalau tetap ingin maju dan menggunakan perahu lain, tidak masalah, tanpa harus mundur dari Golkar. Kita sudah lihat di beberapa pemilihan bupati bebepa waktu lalu, saat itu Golkar sedang dua kubu, akhirnya kader kita gunakan perahu lain dan dia berhasil menang, tidak masalah," imbuhnya. (tpc/rgc)
Ketua Harian DPD I Golkar Riau, Ruspan Aman mengatakan, jika ada kader partai atau pimpinan partai Golkar tingkat apa pun yang membangkang atau tidak bersedia mengikuti arahan DPP tersebut, maka kader itu dipersilahkan mundur dari Golkar.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, harus jalankan perintah partai. Semua wajib. melaksanakan perintah partai, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat bawah. Kalau tak bersedia, silahkan mundur dari partai atau pindah ke partai lain," kata Ruspan Aman kepada Tribun," Senin (4/9).
Bagaimana pun menurut Ruspan perintah partai tetap harus didahulukan. Tidak ada alasan bagi kader untuk tidak melaksanakan arahan partai tersebut.
"Tidak ada alasan ini itu, kalau tak sanggup berpartai, silahkan mundur, ini adalah risiko dalam berpartai. DPP tidak mengeluarkan dua rekomendasi, tapi hanya satu. Nantinya Pak Arsyadjuliandi yang akan menentukan siapa wakilnya," imbuhnya.
Dia juga menambahkan, jika ada kader Golkar yang ingin tetap maju dan tetap menghormati putusan partai Golkar, kemudian menggunakan perahu lain tanpa meninggalkan partai Golkar, menurutnya hal tersebut tidak masalah.
"Kalau tetap ingin maju dan menggunakan perahu lain, tidak masalah, tanpa harus mundur dari Golkar. Kita sudah lihat di beberapa pemilihan bupati bebepa waktu lalu, saat itu Golkar sedang dua kubu, akhirnya kader kita gunakan perahu lain dan dia berhasil menang, tidak masalah," imbuhnya. (tpc/rgc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum
Perkuat Kehadiran Negara di Pulau Rangsang, Pemkab Meranti Gesa Terwujudnya PLBN Tanjung Kedabu
Komentar