Tahfiz Qur'an Tingkat SD Hanya Diikuti 60 Persen Sekolah di Kecamatan Bengkalis
BENGKALIS -Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kecamatan Bengkalis tahun 2017 telah dibuka pada Sabtu (1/4/17) kemarin, sebagai tolak ukur untuk mengetahui sekolah mana yang betul-betul melaksanakan program tersebut.
Contohnya seperti Tahfiz Qur'an cabang lomba baru dalam FLS2N SD tahun 2017, dan ini sebagai bentuk tolak ukur dari program One Day One Ayat tersebut. Tapi sayang, hanya sekitar 60% dari 61 sekolah yang ikut dalam cabang Tahfiz Qur'an yang ada di kecamatan Bengkalis.
"Ini tanda tanya besar bagi kami yang menjadi pembina, penasehat, sekaligus orang tua. Apa yang melatar belakangi sekolah-sekolah yang tidak mengirimkan pesertanya dalam cabang Tahfiz Qur'an ini. Sementara awal pertama launching kegiatan ini fasilitasnya sudah sama, tidak ada bedanya antara SD di kota dan SD di perdesaan,"kata Ketua UPTD Pendidikan Bengkalis H. Muhammad Sidik.
Atas adanya perbedaan tersebut, Ketua UPTD Bengkalis sangat menyesalkan dan menemukan bukti bahwa rusaknya manajemen di sekolah yang tidak mengirimkan pesertanya.
"Tindak lanjut dari ini, kita menghimbau dan mempertahankan apa sebabnya sekolah-sekolah ini tidak mengirimkan pesertanya dalam cabang Tahfiz Qur'an ini. Yang kedua kita akan menindaklanjuti program One Day One Ayat ini,"ujar Sidik.
Dengan kejadian itu juga, Sidik akan akan menyampaikan di dalam forum bahwa sekarang tidak ada alasan guru di kampung guru atau di kota.
"Yang membedakan guru kampung guru dan kota itu hanya wilayah. Dari sistem digunakan tidak ada yang membedakan, baik insentif, sertifikasi, sampai hal-hal yang lain, itu semuanya sama. Dan hal lain mengapa O2SN yang hanya empat cabang di ikuti hanya lima sekolah, contohnya cabang pantomim,"kesal Sidik.
Sidik bertekad akan mengevaluasi dan mencari tahu munculnya persoalan ini.
"Kalau memang tidak mampu, kenapa sekolah lain bisa. Kepada sekolah yang sudah mengirimkan pesertanya dalam O2SN dan FLS2N SD tahun 2017 tingkat Kecamatan Bengkalis, bagi guru yang telah membimbing anak-anaknya saya ucapkan terima kasih. Kegiatan ini tidak hanya sampai di sini karena ini program nasional dan secara kontinyu dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengembangkan bakat dan minat anak-anak kita,"imbuhnya. *
Contohnya seperti Tahfiz Qur'an cabang lomba baru dalam FLS2N SD tahun 2017, dan ini sebagai bentuk tolak ukur dari program One Day One Ayat tersebut. Tapi sayang, hanya sekitar 60% dari 61 sekolah yang ikut dalam cabang Tahfiz Qur'an yang ada di kecamatan Bengkalis.
"Ini tanda tanya besar bagi kami yang menjadi pembina, penasehat, sekaligus orang tua. Apa yang melatar belakangi sekolah-sekolah yang tidak mengirimkan pesertanya dalam cabang Tahfiz Qur'an ini. Sementara awal pertama launching kegiatan ini fasilitasnya sudah sama, tidak ada bedanya antara SD di kota dan SD di perdesaan,"kata Ketua UPTD Pendidikan Bengkalis H. Muhammad Sidik.
Atas adanya perbedaan tersebut, Ketua UPTD Bengkalis sangat menyesalkan dan menemukan bukti bahwa rusaknya manajemen di sekolah yang tidak mengirimkan pesertanya.
"Tindak lanjut dari ini, kita menghimbau dan mempertahankan apa sebabnya sekolah-sekolah ini tidak mengirimkan pesertanya dalam cabang Tahfiz Qur'an ini. Yang kedua kita akan menindaklanjuti program One Day One Ayat ini,"ujar Sidik.
Dengan kejadian itu juga, Sidik akan akan menyampaikan di dalam forum bahwa sekarang tidak ada alasan guru di kampung guru atau di kota.
"Yang membedakan guru kampung guru dan kota itu hanya wilayah. Dari sistem digunakan tidak ada yang membedakan, baik insentif, sertifikasi, sampai hal-hal yang lain, itu semuanya sama. Dan hal lain mengapa O2SN yang hanya empat cabang di ikuti hanya lima sekolah, contohnya cabang pantomim,"kesal Sidik.
Sidik bertekad akan mengevaluasi dan mencari tahu munculnya persoalan ini.
"Kalau memang tidak mampu, kenapa sekolah lain bisa. Kepada sekolah yang sudah mengirimkan pesertanya dalam O2SN dan FLS2N SD tahun 2017 tingkat Kecamatan Bengkalis, bagi guru yang telah membimbing anak-anaknya saya ucapkan terima kasih. Kegiatan ini tidak hanya sampai di sini karena ini program nasional dan secara kontinyu dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengembangkan bakat dan minat anak-anak kita,"imbuhnya. *
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar