Perkenalkan, Siti Khodijah, Guru 'Luar Biasa' di Mengkirau Laut
MERBAU - Siti Khodijah namanya, dia merupakan salah satu guru Sekolah Dasar (SD) Swasta di Mengkirau Laut, Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Di sekolah tersebut, Siti sapaan akrabnya, mempunyai kurang lebih 21 orang murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan tenaga pendidik Siti sendiri.
Apa yang dilakukan Siti sangatlah jarang di jaman serba materialistis sekarang ini. Sudah hampir 7 tahun, dia mengabdi sebagai gurudi desa itu. Honor yang ia terima tidaklah seberapa, per triwulan berkisar Rp.450.000 saja.
Sempat terbesit pikiran untuk berhenti mengajar, namun melihat anak didiknya yang semangat belajar, membuat Siti tak sampai hati dan terus bertahan.
Karena dia satu-satunya tenaga pendidik, Siti mengajar dengan sistem 'ramas' yakni digabung 1 kelas. Bahkan terkadang orangtua murid, ikut membantu mendidik anaknya dalam kelas.
Tak heran jika Siti mengajar 'non stop' hingga berakhir mata pelajaran.
Siti Khadijah merupakan warga Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau (Kecamatan sebelah - Tasik Putripuyu). Tiap hari, jarak yang ditempuh Siti menuju sekolah kurang lebih 10 KM melalui jalur darat.
Mirisnya, jalan darat sulit ditempuh jika musim penghujan, becek, apalagi jika air laut naik (pasang), kondisi jalan tergenang air.
Saat air laut pasang, Siti harus berpindah jalur, yakni jalur laut dengan menggunakan Perahu. Hanya saja, ongkos perahu dibantu oleh wali murid, dan pahlawan tanpa tanda jasa ini dikenai tambahan jam mengajar sebagai pengganti ongkos Perahu sesuai kesepakatan dengan wali murid.
Tiap hari ke sekolah, Siti membawa seorang anak. Anaknya tersebut juga ikut belajar sebagai anak didik.
•Polisi Nyambi Jadi Guru Sekolah
Siti Khodijah mengaku terharu bahkan sempat meneteskan airmata saat disambangi Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau Polsek Merbau yang baru saja ditunjuk Polsek Merbau, Senin 16 Oktober 2017.
Dia berharap, kunjungan pihak Bhabinkamtibmas itu bisa membawa kabar baik dan keceriaan baru terhadap sekolah dan anak didiknya tersebut.
Sejauh ini, akui Siti, memang sudah banyak pihak instansi terkait datang ke sekolah tersebut, namun belum ada reaksinya.
Benar saja, hasil koordinasi Siti dan pihak Bhabinkamtibmas, anggota Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau yang baru ditunjuk itu, yakni Brigadir Harun Ilyas, menyatakan siap membantu Siti mengajar anak-anak dengan membagi hari mengajar, tanpa meminta imbalan apapun.
Kepada MerantiOne, Kanit Binmas Polsek Merbau, Aiptu Chairy, mengatakan, sebagai aparat kepolisian, mereka juga siap membimbing anak-anak bangsa yang ada di pelosok-pelosok desa.
Diceritakan Aiptu Chairy, awal mula pihaknya mengetahui keberadaan sekolah tersebut setelah dibentuknya Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau. Waktu itu, kata dia, anggota Bhabinkamtibmas baru dibentuk yakni Brigadir Harun Ilyas melakukan penulusan sekaligus pengenalan dan silaturahmi dengan masyarakat.
Di sekolah tersebut, sebut Aiptu Chairy, terdapat anak didik dari berbagai kalangan suku. Seperti suku akit, suku etnis tionghoa dan suku melayu.
"Semoga ibu guru tanpa tanda jasa ini selalu dalam lindungan Allah SWT diberikan kesehatan," ungkapnya.(nur)
Di sekolah tersebut, Siti sapaan akrabnya, mempunyai kurang lebih 21 orang murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan tenaga pendidik Siti sendiri.
Apa yang dilakukan Siti sangatlah jarang di jaman serba materialistis sekarang ini. Sudah hampir 7 tahun, dia mengabdi sebagai gurudi desa itu. Honor yang ia terima tidaklah seberapa, per triwulan berkisar Rp.450.000 saja.
Sempat terbesit pikiran untuk berhenti mengajar, namun melihat anak didiknya yang semangat belajar, membuat Siti tak sampai hati dan terus bertahan.
Karena dia satu-satunya tenaga pendidik, Siti mengajar dengan sistem 'ramas' yakni digabung 1 kelas. Bahkan terkadang orangtua murid, ikut membantu mendidik anaknya dalam kelas.
Tak heran jika Siti mengajar 'non stop' hingga berakhir mata pelajaran.
Siti Khadijah merupakan warga Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau (Kecamatan sebelah - Tasik Putripuyu). Tiap hari, jarak yang ditempuh Siti menuju sekolah kurang lebih 10 KM melalui jalur darat.
Mirisnya, jalan darat sulit ditempuh jika musim penghujan, becek, apalagi jika air laut naik (pasang), kondisi jalan tergenang air.
Saat air laut pasang, Siti harus berpindah jalur, yakni jalur laut dengan menggunakan Perahu. Hanya saja, ongkos perahu dibantu oleh wali murid, dan pahlawan tanpa tanda jasa ini dikenai tambahan jam mengajar sebagai pengganti ongkos Perahu sesuai kesepakatan dengan wali murid.
Tiap hari ke sekolah, Siti membawa seorang anak. Anaknya tersebut juga ikut belajar sebagai anak didik.
•Polisi Nyambi Jadi Guru Sekolah
Siti Khodijah mengaku terharu bahkan sempat meneteskan airmata saat disambangi Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau Polsek Merbau yang baru saja ditunjuk Polsek Merbau, Senin 16 Oktober 2017.
Dia berharap, kunjungan pihak Bhabinkamtibmas itu bisa membawa kabar baik dan keceriaan baru terhadap sekolah dan anak didiknya tersebut.
Sejauh ini, akui Siti, memang sudah banyak pihak instansi terkait datang ke sekolah tersebut, namun belum ada reaksinya.
Benar saja, hasil koordinasi Siti dan pihak Bhabinkamtibmas, anggota Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau yang baru ditunjuk itu, yakni Brigadir Harun Ilyas, menyatakan siap membantu Siti mengajar anak-anak dengan membagi hari mengajar, tanpa meminta imbalan apapun.
Kepada MerantiOne, Kanit Binmas Polsek Merbau, Aiptu Chairy, mengatakan, sebagai aparat kepolisian, mereka juga siap membimbing anak-anak bangsa yang ada di pelosok-pelosok desa.
Diceritakan Aiptu Chairy, awal mula pihaknya mengetahui keberadaan sekolah tersebut setelah dibentuknya Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau. Waktu itu, kata dia, anggota Bhabinkamtibmas baru dibentuk yakni Brigadir Harun Ilyas melakukan penulusan sekaligus pengenalan dan silaturahmi dengan masyarakat.
Di sekolah tersebut, sebut Aiptu Chairy, terdapat anak didik dari berbagai kalangan suku. Seperti suku akit, suku etnis tionghoa dan suku melayu.
"Semoga ibu guru tanpa tanda jasa ini selalu dalam lindungan Allah SWT diberikan kesehatan," ungkapnya.(nur)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar