Jaksa di Bengkalis Masuk Sekolah, Kenapa??
BENGKALIS- Sekitar 150 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis antusias mengikuti kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Senin (30/10/17).
Kegiatan berlangsung di Aula SMPN 1 Bukitbatu, berlangsung selama sehari dan sebagai narasumber Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bengkalis Rully Afandi, dan Tim Jaksa Kejari Bengkalis.
Selain dari ratusan pelajar, kegiatan ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB juga hadir perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, guru-guru sekolah SMP dan MTs.
Seperti diketahui, program JMS ini dalam upaya membangun sistem hukum dan kesadaran hukum sejak dini. Sasaran dari JMS akan dilakukan mulai dari sekolah dasar (SD), pertama (SMP) dan SMA sederajat serta perguruan tinggi (PT) di daerah ini.
"Dengan JMS ini kita berharap menciptakan generasi muda yang sadar hukum," ungkap Kasi Intel Kejari Bengkalis Rully Afandi, Senin (30/10/17).
Adapun materi yang disampaikan diantaranya tindak pidana anak, korupsi, bahaya narkotika dan cara mengantisipasinya. Dengan sistem tanya jawab kepada para peserta pelajar.
Metode yang disampaikan metode komunikasi yang efektif dan mudah dipahami pelajar, seperti penayangan video atau poster.(Gus)
Kegiatan berlangsung di Aula SMPN 1 Bukitbatu, berlangsung selama sehari dan sebagai narasumber Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bengkalis Rully Afandi, dan Tim Jaksa Kejari Bengkalis.
Selain dari ratusan pelajar, kegiatan ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB juga hadir perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, guru-guru sekolah SMP dan MTs.
Seperti diketahui, program JMS ini dalam upaya membangun sistem hukum dan kesadaran hukum sejak dini. Sasaran dari JMS akan dilakukan mulai dari sekolah dasar (SD), pertama (SMP) dan SMA sederajat serta perguruan tinggi (PT) di daerah ini.
"Dengan JMS ini kita berharap menciptakan generasi muda yang sadar hukum," ungkap Kasi Intel Kejari Bengkalis Rully Afandi, Senin (30/10/17).
Adapun materi yang disampaikan diantaranya tindak pidana anak, korupsi, bahaya narkotika dan cara mengantisipasinya. Dengan sistem tanya jawab kepada para peserta pelajar.
Metode yang disampaikan metode komunikasi yang efektif dan mudah dipahami pelajar, seperti penayangan video atau poster.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar